alexametrics

Pendidikan Karakter Siswa dalam Nuansa Islami saat Ramadan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERAN sekolah sebagai lembaga pendidikan formal adalah membantu peserta didik mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Di antaranya potensi dalam bidang akademik, sosial, spiritual maupun emosional yang diharapkan mampu membawa remaja mencapai harkat dan martabat.

Remaja yang memiliki prestasi di bidang akademik belum tentu baik dalam hal tingkah laku sosial dan emosional. Sekolah juga berperan penting dalam membantu orang tua dalam membentuk karakter siswa dengan menyelipkan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Salah satunya bisa membuat rancangan kegiatan pada momen-momen tertentu.

Pada 24 Maret 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 4 tahun 2020 berisi tentang pelaksanaan pendidikan di masa darurat coronavirus disease (C-19). Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). PJJ mengharuskan siswa lebih banyak menghabiskan waktu dengan smartphone dibandingkan berinteraksi sosial secara langsung dengan orang-orang di sekitarnya. Hal ini menghambat proses belajar serta berkembangnya siswa untuk mengenal diri dan lingkungan sekitarnya.

Dengan sistem daring yang sudah berlangsung dua tahun ini, pendidikan karakter kepada siswa menjadi kurang efektif. Terdapat beberapa siswa tidak aktif dalam mengikuti kelas daring dengan dalih bangun terlambat, sibuk bermain game maupun aktif bermain dengan teman. Kurangnya penyampaian pendidikan karakter tersebut, mengakibatkan siswa terbawa pergaulan yang salah. Terlebih kurangnya pengawasan dari orang tua maupun pihak sekolah.

Baca juga:  Ramadan, Tempat Hiburan di Kabupaten Semarang Wajib Tutup

“Terdapat beberapa siswa yang berkomunikasi kurang baik saat berlangsungnya KBM dengan bapak ibu guru di kelas daring. Bahkan, ketika siswa dihadirkan ke sekolah untuk komunikasi dengan guru maupun karyawan seperti berbicara dengan teman sebayanya,” ungkap Guru BK di SMK PGRI 01 Sukorejo Agesti.

Pada Ramadan kali ini, bekerjasama antara kesiswaan dan OSIS merancang kegiatan pesantren kilat yang diikuti oleh seluruh warga SMK PGRI 01 Sukorejo. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 minggu sejak 11 hingga 21 April 2022. Program tersebut diketuai oleh Dina Lutfiana S.Pd dengan anggota Nasirin S.Pd dan seluruh anggota OSIS.

Pelaksanaan pesantren Ramadan untuk meningkatkan keimanan dan rasa syukur, meningkatkan akhlak mulia peserta didik sehingga mengurangi perilaku yang menyimpang seperti konsumsi narkoba maupun pergaulan bebas. Selain itu, peserta didik mampu membentuk mental spiritual yang tangguh dan kokoh untuk menghadapi tantangan negatif dari diri pribadi maupun di luar diri peserta didik dan menjadi tokoh inspiratif bagi teman-teman serta lingkungan sekitarnya.

Baca juga:  Peran Pegadaian bagi Masyarakat

Beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan Pesantren Ramadan meliputi kisah teladan para nabi dan rasul, aqidah dan keimanan, fiqih, akhlakul karimah (hindari narkoba & pergaulan bebas), tokoh islam inspiratif (dalam & luar negeri), khusyuk ibadah di bulan Ramadan, dan generasi Islam milenial. Selain itu, peserta didik juga melaksanakan tadarus Alquran dan salat dhuha serta pembagian takjil di sore hari menjelang waktu berbuka. Nantinya dilaksanakan kegiatan berbentuk lomba, yakni berupa kultum dengan tema “Ramadhan Milenial” dan kreativitas membuat video membangunkan sahur.

Dimas Saputra, salah satu anggota OSIS kelas XI juga menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan Pesantren Ramadan yang diisi oleh guru sangat mengisnpirasi. Bahkan menyadarkan tentang pentingnya pendidikan karakter dengan balutan Islami bagi remaja milenial saat ini yang sempat terpuruk akibat pandemi.

Baca juga:  Penanaman Nilai Karakter melalui Ramadan Star

Bahkan, beberapa teman seusia Dimas saat ini kerap melakukan perilaku menyimpang, salah satunya sering bertutur kata tidak sopan pada yang lebih tua maupun teman seusianya, melakukan kekerasan pada sesamanya dalam bentuk psikis maupun fisik.

Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan tersebut sangat tinggi dengan melihat persentase kehadiran siswa. Peran guru BK dalam masa pandemi saat ini sangat penting dalam pendidikan karakter siswa. Salah satunya dengan memberikan pendampingan selama kegiatan pesantren Ramadan kali ini. Dengan memberikan dorongan untuk aktif dalam pelaksanaan kegiatan pesantren ramadhan dan memberikan bimbingan bagi peserta didik yang masih kurang aktif dalam kegiatan tersebut.

Program pesantren ramadhan kali ini yang berisi berbagai materi-materi dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan karakter, penulis berharap mampu menciptakan generasi milenial yang unggul dalam karakter maupun kesantunannya. Sehingga Indonesia mampu menjadi negara maju yang dipimpin generasi-generasi berakhlaq mulia. (*/ida)

Mahasiswa PPG Prajab BK Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya