alexametrics

Praktikum dengan Bahari, Belajar Kimia Makin Mudah

Oleh : Muhamad Rosidin, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang materi, sifat, struktur, perubahan/reaksinya serta energi yang menyertai perubahan tersebut. Dalam menyampaikan materi kimia kepada siswa bisa dilakukan dengan berbagai metode pembelajaran. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat bisa mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.

Selain itu, pemilihan metode yang tepat membuat siswa tidak cepat merasa bosan atau jenuh ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Salah satu metode pembelajaran yang sering dipakai dalam kegiatan belajar mengajar kimia adalah metode praktikum atau eksperimen.

Praktikum merupakan suatu pembelajaran dengan siswa melakukan percobaan dan mengalami sendiri sesuatu yang dipelajari. Praktikum memiliki kelebihan tersendiri dengan metode pembelajaran yang lainnya. Yaitu siswa langsung memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam melakukan praktikum, mempertinggi partisipasi siswa baik secara individu maupun kelompok.

Siswa belajar berfikir melalui prinsip-prinsip metode ilmiah atau belajar mempratekkan prosedur kerja berdasarkan metode ilmiah (Djamarah, 2010). Praktikum juga bisa digunakan untuk penilaian keterampilan. Di antaranya keterampilan dalam menggunakan alat dan bahan praktikum, merawat alat dan bahan praktikum, melaksanakan praktikum sesuai dengan langkah kerja dan masih banyak lagi.

Baca juga:  Karena Namanya yang Unik, Desa Dukun Sering Dikaitkan dengan Hal Mistis

Untuk melaksanakan kegiatan praktikum tentu membutuhkan berbagai macam bahan atau zat. Bahan kimia biasanya terdapat di laboratorium, akan tetapi tidak setiap sekolah memiliki bahan yang lengkap di laboratorium. Untuk mengatasi hambatan tersebut untuk praktikum bisa dengan bahari. Bahari dalam hal ini adalah bahan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi praktikum menggunakan bahan yang terdapat di lingkungan sekitar rumah yang dijumpai sehari-hari. Praktikum menggunakan bahan dalam kehidupan sehari-hari mempunyai banyak keuntungan.

Di antaranya bahannya mudah diperoleh, harganya lebih terjangkau, lebih ramah lingkungan. Salah satu praktikum di mata pelajaran kimia yaitu materi asam-basa. Banyak bahan praktikum asam-basa yang mudah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya asam bisa mengunakan jeruk nipis, asam jawa, cuka, dan lain-lain. Sedangkan untuk basa antara lain sabun cuci, pasta gigi, air kapur, obat maag, dan lain-lain. Indikator asam-basa alami bisa berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Baca juga:  Metode Gallery Walk Mudahkan Siswa Mengenal Jenis Binatang

Bagian tumbuhan yang dapat digunakan di antaranya mahkota bunga, daun, dan akar. Indikator asam-basa dari bahan alami di antaranya bunga terompet, kol merah, kembang sepatu, daun pandan dan kunyit. Bahan-bahan alami agar dapat digunakan sebagai indikator harus dibuat dalam bentuk larutan dengan cara mengekstraknya. Kemudian ke dalam larutan asam dan basa ditetesi larutan indikator alami tersebut. Perubahan warna yang terjadi di setiap indikator alami bermacam-macam.

Penulis pernah menggunakan daun pandan dan kunyit sebagai indikator alami pada praktikum asam-basa. Cara menggunakannya bahan tadi diekstrak terlebih dahulu. Untuk mengekstrak, daun pandan maupun kunyit masing-masing dihaluskan dan ditambah air kemudian disaring ke dalam gelas kimia tersendiri. Setelah itu lakukan uji pendahuluan menggunakan air jeruk nipis dan air kapur. Caranya masukkan air jeruk ke dalam 2 buah tabung reaksi masing-masing 1 ml.

Baca juga:  Meningkatkan Mutu Pembelajaran Jarak Jauh Bahasa Indonesia dengan Schoology

Pada tabung reaksi tadi yang satu ditetesi ekstrak daun pandan sebanyak 3 tetes, dan pada tabung reaksi yang satunya ditetesi ekstrak kunyit sebanyak 3 tetes, amati perubahan warnanya, catat dalam tabel hasil pengamatan. Untuk uji pendahuluan pada air kapur caranya sama langkah-langkahnya dengan uji pendahuluan pada air jeruk.

Lakukan dengan cara yang pada larutan-larutan yang akan diketahui asam atau basanya. Catat perubahan warnanya dalam tabel pengamatan. Kemudian bandingkan warnanya dengan warna pada uji pendahuluan. Dengan demikian nanti bisa disimpulkan suatu larutan bersifat asam atau basa. (ng1/lis)

Guru Kimia SMAN 1 Ngluwar, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya