alexametrics

Merdeka Belajar dengan Dream Society

Oleh: Amin Prajogo, S.E., M.M.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan teknologi mempengaruhi semua sendi kehidupan secara global, termasuk di Indonesia, tidak bisa terlepas juga dunia pendidikan. Suka atau tidak suka kita harus mengubah perilaku dan sikap untuk menghadapi perubahan yang begitu cepat mengalami perubahan. Pendidikan Produk Kreatif dan Kewirausahaan harus mengubah pola mengajar terhadap peserta didik dalam memberikan pembekalan ilmu pengetahuan yang selalu terbarukan dan sesuai perkembangan zaman.

Dream Society sangat perlu diberikan pada peserta didik yang akan lulus dan menyelesaikan pendidikan baik untuk yang meneruskan, bekerja, dan menjadi seorang wirausaha yang handal. Siswa SMK Negeri 1 Purwodadi terutama kelas rombel XII Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP) 1, 2, dan 3 perlu diberikan bekal yang cukup untuk mengembangkan kepribadian dan keterampilan yang memadai agar bisa mewujudkan cita-cita mereka.

Baca juga:  Belajar Rukun dalam Perbedaan dengan Make A Match

Mendidik jati diri peserta didik atau siswa tidak semudah membalikkan sebelah tangan. Harus memahami karakter setiap siswa dan keinginan serta mimpi yang ingin dicapai dan kehidupan keseharian. Juga bentuk keluarga dan komunitas temannya dalam bergaul di sekolah dan di rumah perlu digali oleh seorang guru untuk memahami kepribadian, jati diri, dan keterampilan yang dimiliki.

Jati diri seseorang tidak hanya ditentukan oleh benda-benda duniawi dan hedonis melulu. Jati diri seseorang dinyatakan pula oleh hal-hal yang sifatnya intangible seperti pendidikan (termasuk gelar-gelarnya, otaknya, cara mengungkapkan pikiran-pikirannya), cara berjalan, kepemimpinan dan komunitas-komunitas yang diadopsinya.

Seorang dreamer yang tidak punya rasa percaya diri dan membutuhkan pengakuan dari orang lain. Dengan kata lain, pernyataan diri orang itu belum kuat, hidupnya rapuh, akarnya tidak kokoh, akan membuat peserta didik mudah mengeluh, mudah emosi, selalu menyalahkan orang lain, dan minder dalam pergaulan.

Baca juga:  Layanan Bimbingan Konseling Kuartal VIII di Masa Pandemi

Hal inilah yang sulit rasanya untuk membangkitkan mimpi setiap siswa untuk berani mengungkapkan jati diri, keinginan, dan harapan bersekolah, serta mau mengungkapkan keinginan setelah lulus dalam pendidikan yang telah dilaksanakan dan dinginkan. Menggali bakat, minat, dan memunculkan karakter siswa yang benar sangat menarik bagi seorang pendidik untuk media pengembangan diri guru dalam belajar memahami peserta didiknya agar dapat berkembang secara maksimal.

Dream Society bisa berhasil dalam pembelajaran setelah peserta didik lulus dalam pendidikan akan dapat dibuktikan setelah tiga tahunan atau lebih. Manfaat akan dirasakan siswa dan selalu diingat peserta didik akan kepribadian guru dan nasehat gurunya untuk bekal hidup mereka agar sukses sesuai pilihan yang diinginkan tercapai. Menjadi kepuasan tersendiri bagi seorang guru jika siswa bisa berhasil dalam kehidupan. Jika siswa gagal dalam hidupnya akan membawa penyesalan guru dalam mendidik siswanya kembali ke masyarakat. (igi1/aro)

Baca juga:  Kemampuan Memahami Bahasa Ekspresif melalui Metode Sosiodrama

Guru SMK Negeri 1 Purwodadi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya