alexametrics

Make A Match, Memudahkan Siswa Belajar Keberagaman di Indonesia

Oleh : Istianah, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan cabang ilmu pendidikan yang mempelajari mengenai kehidupan sosial. Cakupannya sangat luas meliputi beberapa bidang ilmu sosial lainnya. Diantaranya sosiologi, antropologi, geografi, ekonomi, dan politik. Pembelajaran IPS di sekolah, khususnya sekolah dasar sudah dibentuk dan disesuaikan dengan kurikulum SD. Salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa kelas IV SD adalah mengidentifikasi berbagai bentuk keragaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terkait dengan persatuan dan kesatuan.

Minat dan hasil belajar materi keberagaman budaya Bangsa Indonesia mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) Kelas 4 SDN 01 Kabunan Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang masih rendah. Berdasarkan refleksi ditemukan dalam proses pembelajaran, guru masih mengandalkan metode ceramah. Dengan fokus pembelajaran pada guru. Kurangnya penggunaan media pembelajaran membuat guru terpaku pada buku sumber di sekolah. Pengelolaan kelas yang kurang baik membuat siswa banyak mengobrol.

Berbagai permasalahan tersebut membuat aktivitas dan hasil belajar siswa membosankan, kurang aktif, serta kegiatan siswa hanya terpaku pada menyalin dan mendengarkan penjelasan guru. Peserta didik sering kesulitan memahami materi pembelajaran keragaman suku bangsa dan budaya. Selain itu, hasil belajar siswa dapat kurang memuaskan. Hal tersebut terlihat dari 90 persen siswa memperoleh nilai di bawah KKM yang ditentukan yaitu sebesar 67. Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan pembelajaran belum terlaksana secara maksimal sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Baca juga:  Belajar Sambil Bermain Menyenangkan

Dari hasil evaluasi pembelajaran itulah, penulis berpikir bagaimana caranya agar siswa mengalami peningkatan minat belajar. Sehingga ketuntasan belajar dapat diperoleh. Untuk mengatasinya perlu adanya inovasi pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar menyenangkan. Namun tetap bermakna bagi siswa. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Rukmana (2006:11) bahwa guru harus mampu merancang dan melaksanakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa agar pembelajaran dapat optimal.

Inovasi tersebut bisa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Siswa akan belajar dalam kelompok untuk mengerjakan atau memecahkan suatu permasalahan. Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan yaitu tipe Make A Match. Model pembelajaran berkonsep belajar sambil bermain. Sehingga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang akan meningkatkan minat belajar siswa. Heriawan, dkk. (2012: 126) mengemukakan mencari pasangan adalah kegiatan, siswa harus mencari pasangan kartu yang merupakan kartu soal dan kartu jawaban sebelum batas waktu yang ditentukan habis. Pembelajaran dengan menerapkan model kooperatif tipe Make A Match membuat pemahaman dan aktivitas siswa terasah dengan baik.

Baca juga:  Diagnosis dan Terapi Tolak Peluru Gaya Belakang

Langkah-langkah pembelajaran Make A Match adalah sebagai berikut: 1) Guru menyiapkan beberapa kartu berisikan beberapa topik tentang keberagaman budaya di Indonesia, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. 2) Setiap siswa mendapatkan satu buah kartu. 3) Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya. 4) Tiap siswa memikirkan jawaban/soal kartu yang dipegang. 5) Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartu sebelum batas waktu diberi poin. 6). Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Teknik mencari pasangan ini menuntut siswa untuk selalu aktif dan proses pembelajaran dapat lebih menyenangkan.

Pembelajaran keberagaman budaya bangsa Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match dapat menarik perhatian dan minat belajar peserta didik. Siswa juga lebih aktif dan meningkatkan hasil belajar. Hal ini terbukti dengan ketuntasan belajar 90 persen dari 41 siswa.

Baca juga:  Youtube sebagai Media Pembelajaran Menulis Geguritan

Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan sangat membantu keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan siswa merasakan kebermaknaan belajar. Penulis berharap semoga para guru terus berkreasi dan berinovasi demi kelancaran dan keberhasilan anak dalam belajar. (nov1/fth)

Guru SDN 01 Kabunan, Taman, Kab. Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya