alexametrics

Talking Stick Buat Belajar ABK Asyik

Oleh : Kuswati Wasiyah S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SDN Mendut Kecamatan Mungkid adalah salah satu sekolah penyelenggara inklusi yang ada di Kabupaten Magelang. Sekolah inklusi menyelenggarakan pelayanan pendidikan inklusif bagi anak-anak penyandang difable/anak berkebutuhan khusus (ABK).

Mengingat keberadaan ABK yang beragam ketunaannya maka penulis selaku guru pada sekolah inklusi berupaya untuk dapat memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi mereka. Guru dituntut mampu mengemas proses pembelajaran agar dapat mengakomodasi pemenuhan kebutuhan ABK. Apabila pembelajaran yang dilakukan hanya sebatas menstranfer ilmu pengetahuan, maka ABK tidak dapat mencapai hasil yang optimal. Anak berkebutuhan khusus cenderung kurang motivasi belajarnya, mereka juga pasif pada saat mengikuti pembelajaran serta kurang percaya diri/minder.

Mengacu pada permasalahan di atas, maka diperlukan alternatif tindakan pemecahan masalah yang dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Harapan penulis dengan adanya perubahan tindakan dari guru diharapkan ABK lebih mampu untuk bersosialisasi dengan teman dan lebih aktif dalam pembelajaran. Salah satu cara untuk mendongkrak/mengubah kondisi ABK yang mengalami permasalahan pembelajaran tersebut adalah dengan penerapan model pembelajaran Talking Stick.

Baca juga:  Sinergi Pemkot Magelang dan Tokopedia Bantu UMKM Naik Kelas

Model pembelajaran Talking Stick merupakan metode pembelajaran yang berbasis permainan sehingga membuat siswa bersemangat dalam belajar. Selain itu model pembelajaran Talking Stick dapat melatih siswa untuk menghargai hak orang lain dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan pendapat. Menurut Huda (2013:224) Talking Stick merupakan tipe belajar kelompok dengan bantuan tongkat. Anggota kelompok yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru.

Penerapan model pembelajaran Talking Stick yang penulis lakukan adalah dengan cara sebagai berikut: a) Guru mempersiapkan materi yang akan diajarkan serta mempersiapkan soal-soal yang ditulis di kertas serta digulung. b) Siapkan tongkat/stik. c) Persiapkan musik yang sesuai dengan perkembangan usia anak. d) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok dengan anggota 4-6 anak.

Baca juga:  Ragam Investasi Pariwisata Tengah Kota di Taman Kyai Langgeng

e) Guru menyampaikan materi pokok. f) Guru mulai memberikan pertanyaan dengan cara memutar musik serta memberikan tongkat/stik kepada salah satu siswa dan siswa tersebut memberikan stik kepada teman yang yang lain dan seterusnya sampai pada saat musik berhenti maka stik itu juga berhenti berjalan. Siswa yang terakhir memegang stik mengambil gulungan kertas yang berisi pertanyaan yang telah dipersiapkan guru. Siswa membuka gulungan kertas tersebut dan dibaca dengan suara keras dan menjawab pertanyaan tersebut.

g) Guru menanggapi jawaban dari siswa. h) Musik dibunyikan kembali serta stik dijalankan lagi diberikan kepada teman yang lain sampai musik berhenti dan siswa yang memegang stik menjawab pertanyaan dari guru dengan mengambil gulungan kertas.

Baca juga:  Jelang Lebaran, Siapkan 13 Posko

Demikian seterusnya sampai semua siswa mendapat giliran memegang stik dan menjawab pertanyaan dari guru. i) guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama. j) Guru memberikan evaluasi/penilaian. k) Kegiatan terakhir adalah penutup.

Kelompok belajar yang beranggotakan ABK perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Agar teman satu kelompoknya mengajak serta ABK untuk aktif dalam pembelajaran. Dengan bantuan stik dan musik suasana pembelajaran menjadi menyenangkan, siswapun aktif tidak takut pada saat menjawab pertanyaan. Demikian juga dengan siswa ABK mereka mengikuti pembelajaran penuh semangat dan asyik. Mereka merasa nyaman bersosialisasi dengan teman yang lain tanpa ada perbedaan. (ump1/ton)

Guru SDN Mendut Mungkid Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya