alexametrics

Cakram Gizi Jembatan Sukses Pembelajaran Nurtrisi Kelas 8

Oleh : Sokhifatun Nakhiroh, S.Pd, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. 04 Tahun 2021, Satuan Pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP untuk melakukan pembelajaran dengan model blended learning dengan protokol kesehatan. Dengan instruksi itu, SMP Negeri 1 Bawen pembelajaran dengan tatap muka terbatas. Untuk pembelajaran IPA dengan blended learning ini pembelajaran siswa tidak aktif, pembelajaran masih terpusat pada guru, hasil belajar dan aktivitas belajar rendah.

Berdasarkan observasi diketahui bahwa faktor penyebab kurangnya kompetensi siswa adalah metode pembelajaran masih berpusat pada guru, siswa tidak diarahkan untuk berfikir kreatif, kurang bervariasi dan kurang menarik.

Untuk meningkatkan kompetensi siswa pada pelajaran IPA kelas VIII semester 1 tahun pelajaran 2021/2022 pada Kompetensi dasar 3.5. Menganalisis sistem pencernaan pada manusia dan memahami gangguan yang berhubungan dengan sistem pencernaan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan, salah satu model pembelajaran IPA yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran cakram gizi.

Baca juga:  Mind Mapping Tumbuhkan Sikap Kerja Sama

Pembelajaran cakram gizi adalah model pembelajaran menggunakan media berbentuk lingkaran dengan pembelajaran kooperatif model make a match pada konsep nutrisi. Dengan mengambil materi nurisi yang di dalamnya membahas tentang zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia maka lebih mudah mengingat dan lebih menarik di sebut dengan cakram gizi.

Pembelajaran ini memiliki keunikan yang sangat menarik pada pelaksanaannya. Keunikan yang dimiliki dalam pembelajaran kooperatif cakram gizi ini pembelajarannya sangat menyenangkan, terjadi interaksi yang besar antarsiswa dalam kelompok, mengharuskan kerja sama yang baik dalam kelompok, peran guru hanya sebagai fasilitator dalam hal ini guru hanya memberikan aba-aba permainan sedangkan pembelajaran lebih berpusat pada siswa.

Pembelajaran cakram gizi ini sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan Wijanarko (2017) model pembelajaran make a match merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat membantu guru dalam menciptakan suasana proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan.

Baca juga:  Pembelajaran Interaktif Keberagaman Masyarakat Indonesia melalui Chennel YouTube

Endah (2015) mengatakan penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan aktivitas proses belajar mengajar. Nisrohah Neni Riyanti (2018) menyampaikan pelaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus I 72,2% dan pada siklus II meningkat menjadi 88,8%. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I 62,5% dan pada siklus II meningkat menjadi 93,75%.

Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan hasil belajar. Hasil yang dapat di laporkan dari pembelajaran cakram gizi pada materi sistem pencernaan kelas VIII semester 1 tahun ajaran 2021/ 2022 diuraikan sebagai berikut: pembelajaran dengan menggunakan cakram gizi adalah pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan mudah dipahami.

Karena mendorong siswa aktif di dalam kelompok, bersedia memecahkan masalah dengan berdiskusi, memusatkan perhatian pada tujuan kelompok dan mendorong orang lain untuk bekerjasama demi tujuan kelompok.

Baca juga:  ProgramUpskilling dan Reskilling Guru Kejuruan Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK

Pembelajaran ini menunjukkan aktivitas belajar siswa dalam kategori baik sekali yaitu aktif di dalam kelompok, bersedia memecahkan masalah di dalam kelompok, memusatkan perhatian pada tujuan kelompok dan mendorong orang lain untuk bekerja sama demi tujuan kelompok.

Pembelajaran menggunakan cakram gizi dapat mencapai ketuntasan individual hasil belajar 100 % dengan KKM sekolah 75. Rata- rata perolehan hasil belajar 81,47, dari evaluasi pembelajaran terbukti ketuntasan mencapai 100 % karena KKM sekolah 75 sedangkan rata- rata perolehan nilai 80,4 dan persentase ketuntasan klasikal mencapai 86.03 %. Dengan demikian dapat disimpulkan pembelajaran IPA dengan cakram gizi adalah pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan mudah dipahami. (ump1/lis)

Guru SMP Negeri 1 Bawen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya