alexametrics

Tanamkan Jiwa Kewirausahaan Siswa melalui Pelatihan Batik Tulis

Oleh : Trikanti Sulistyaningsih S.Pd.MH

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KEWIRAUSAHAAN atau entrepreneurship adalah proses kreativitas dan inovasi dalam menciptakan perubahan dengan memanfaatkan peluang dan sumber-sumber yang ada untuk menghasilkan nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain.

Menurut Fahmi (2013:1), kewirausahaan adalah suatu ilmu yang mengkaji tentang pengembangan dan pembangunan semangat kreativitas serta berani menanggung risiko terhadap pekerjaan yang dilakukan demi mewujudkan hasil karya tersebut. Peter F Drucker menegaskan, kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Kasmir, 2013).

Menurut Suryana (2009) penyebab seseorang berhasil dan gagal dalam berwirausaha ada beberapa faktor. Pertama, adanya kemampuan dan kemauan. Seseorang yang mempunyai kemampuan tetapi tidak mempunyai kemauan berwirausaha, hal ini akan sia-sia. Kedua, tekad yang kuat dan kerja keras. Ketiga, seorang wirausaha harus inovatif.

Setiap orang sudah menunjukkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) apabila orang tersebut berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Oleh sebab itu, orang yang memiliki karakter kewirausahaan akan menyukai perubahan, pembaharuan, kemajuan, dan tantangan. Tentu saja, dalam mengembangkan kreasi dan inovasinya diperlukan keterampilan dan kemampuan.

Baca juga:  Belajar Puisi Asyik dengan Kereta Puisi

Dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan di SMPN 1 Karangreja, program kewirausahaan diinternalisasikan melalui berbagai aspek, antara lain dengan melaksanakan pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi dengan seluruh mata pelajaran, terpadu dalam kegiatan ekstra kurikuler, dilaksanakan melalui pengembangan diri. Selain itu, melaksanakan perubahan pembelajaran kewirausahaan dari teori ke praktik, pengintegrasian ke dalam bahan/buku ajar, pengintegrasian melalui kultur sekolah, dan pengintegrasian melalui muatan lokal.

Tujuan program kewirausahaan di SMPN 1 Karangreja adalah, pertama, terciptanya lingkungan sekolah yang bernuansa kewirausahaan. Kedua, peserta didik memiliki karakter dan perilaku wirausaha. Ketiga, peserta didik mampu berwirausaha secara mandiri atau kelompok. Salah satu upayanya, dengan melaksanakan pelatihan batik sebagai pendidikan kewirausahaan melalui pengembangan diri.

Batik Purbalingga hampir mirip dengan batik Banyumas, tetapi memiliki ciri khas pada gaya isian dan ornamen penghias. Ibu Wasiati, produsen batik tulis yang menjadi nara sumber dalam kegiatan pelatihan di SMP Negeri 1 Karangreja menjelaskan, motif yang banyak diproduksi di Purbalingga yaitu motif lumbon, jahe srimpang, petean, motif kukel, dan motif Parangtritis. Tetapi untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, siswa dapat membuat kreasi sendiri sesuai keinginannya.

Baca juga:  Problem Based Learning Aktivitas Belajar Siswa Masa Daring

Dalam pelaksanaan pelatihan membatik, siswa dikenalkan dengan tahap-tahapan seperti: 1) Nyungging yaitu membuat pola di atas kertas yang dikerjakan oleh spesialis pola. Nara sumber menjelaskan cara-cara nyungging. 2) Njaplak yaitu proses memindahkan pola dari kertas ke kain. 3) Nglowong yaitu membatik mulai melekatkan malam/lilin sesuai pola yang telah di buat. 4) Ngiseni yaitu memberikan isian pada ornamen-ornamen tertentu seperti gambar bunga atau hewan. 5) Nyolet yaitu memberikan warna pada bagian-bagian tertentu dengan kuas. 6) Mopok yaitu menutup bagian yang telah dicolet dengan malam. 7) Nembok yaitu proses menutup bagian latar belakang pola yang tidak perlu diwarnai. 8) Ngelir yaitu proses pewarnaan kain secara menyeluruh dengan memasukannya ke dalam pewarna alam atau kimia. 9) Nglorot yaitu proses meluruhkan malam untuk pertama kali dengan merendamkannya di dalam air mendidih. 10) Ngrentesi yatu proses memberikan titik/cecek pada klowongan menggunakan canting dengan jarum yang tipis. 11) Nyumri yaitu menutup bagian tertentu dengan malam. 12) Ngelorod, proses akhir dengan meluruhkan dan melarutkan malam pada kain dengan memasukkan pada air mendidih, kemudian diangin-anginkan sampai kering.

Baca juga:  Pembelajaran Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan Asyik melalui Praktik di Lingkungan Sekolah

Pelatihan batik tulis ini meningkatkan pengetahuan dan motivasi siswa untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Produk dari kegiatan membatik ini akan ditampilkan dalam acara gelar kreativitas siswa setiap akhir tahun pelajaran yang dihadiri para orang tua siswa. (pb2/ida)

Kepala SMPN 1 Karangreja

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya