alexametrics

Metode Hypnoteaching untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPS

Oleh: Mujirin, S.Pd., M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, FAKTOR motivasi belajar merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya. Motivasi belajar merupakan hal yang penting dan perlu diketahui oleh setiap guru. Salah satu metode yang dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik disaat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas ialah metode pembelajaran hypnoteaching.

Metode hypnoteaching merupakan metode pembelajaran yang dalam menyampaikan materi, guru memakai bahasa-bahasa bawah sadar yang bisa menumbuhkan ketertarikan tersendiri kepada anak didik (Yustisia, 2012).

Yustisia (2012) mengatakan bahwa salah satu kelebihan dari metode hypnoteaching adalah suasana menjadi rileks dan menyenangkan, hal ini membuat peserta didik merasa senang dan bersemangat ketika mengikuti pembelajaran, serta salah satu manfaat lainnya ialah lebih bisa berimajinasi dan berpikir secara kreatif, hal inilah yang mendorong peserta didik dapat berprestasi dalam belajar. Menurut Sardiman bahwa adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. (Sardiman, 2014).

Langkah-Langkah dalam metode hypnoteaching: Niat dan motivasi guru memerintahkan kepada peserta didik untuk berniat dan berdoa sebelum pembelajaran dimulai. Peserta didik antusias dan bersemangat untuk belajar mata pelajaran IPS khususnya materi perdagangan dan harga pasar.

Baca juga:  Sehat dengan Kartu Personal Health Assignments

Pacing Pendekatan personal guru dengan peserta didik, misalnya ada peserta didik yang pasif atau bermasalah di dalam kelas guru menanyakan langsung kepada peserta didik, masalah apa yang sedang dihadapi oleh peserta didik tersebut. Guru menggunakan bahasa-bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik dan sedikit selipkan bahasa gaul yang dipakai oleh peserta didik. Peserta didik tidak merasa takut untuk mengeluarkan pendapat.

Peserta didik tertarik kepada guru, artinya tidak bersikap acuh tak acuh terhadap guru. Guru menggunakan gerakan dan mimik sesuai dengan tema pembelajaran. Guru mengaitkan tema pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengetahui konteks nyata terkait materi dalam kehidupan sehari-hari.

Leading Guru mengarahkan pada tujuan pembelajaran, memimpin diskusi kelompok peserta didik aktif dalam diskusi serta mampu menjelaskan kembali kepada teman-teman lainnya. Menggunakan kata-kata positif pada saat proses pembelajaran. Peserta didik menggunakan kata-kata positif saat proses pembelajaran. Memberikan Pujian, guru memberikan reward atau penguatan kepada peserta didik melalui kata-kata atau gerak tubuh. Peserta didik semakin aktif dalam pembelajaran setelah diberikan reward atau penguatan.

Baca juga:  Belajar Ekosistem Menyenangkan dengan Metode Mind Mapping

Modelling, guru memberikan contoh yang baik kepada peserta didik melalui ucapan, teladan yang baik kepada peserta didik melalui perilaku, peserta didik mencontoh ucapan dan perilaku dari guru yang baik dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menguasai Materi Secara komprehensif, guru menyampaikan materi secara kontekstual.

Guru memberi umpan balik kepada peserta didik agar peserta didik aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik memahami materi yang disampaikan dan peserta didik dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan terkait materi yang diajarkan.
Indikator motivasi belajar IPS pada peserta didik yang bisa diketahui dengan terjadinya peningkatan pada aspek: ketekunan dalam belajar, ulet dalam menghadapi kesulitan, minat dan ketajaman perhatian dalam belajar, berprestasi dalam belajar, dan mandiri dalam belajar.

Baca juga:  Pemanfaatan Media Pembelajaran V-Scrap untuk Perangkat Keras Komputer

Dengan metode hypnoteaching pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Kejobong pada pelajaran IPS khususnya materi perdagangan dan harga pasar dapat terlaksana dengan sangat baik.

Motivasi belajar peserta didik setelah diterapkan pembelajaran dengan menggunakan metode hypnoteaching di SMP Negeri 1 Kejobong Adapun ketercapaian dari setiap aspek motivasi belajar yaitu ketekunan dalam belajar, aspek ulet dalam menghadapi kesulitan, aspek minat dan ketajaman perhatian, aspek berprestasi dalam belajar, aspek mandiri dalam belajar dengan.

Adapun guru, diharapkan dapat menggunakan metode pembelajaran hypnoteaching untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Dalam menjalankan langkah-langkah dari metode hypnoteaching guru harus menyampaikan materi secara kontekstual serta guru mengaitkan tema pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari agar peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran. (rn2/zal)

Guru SMPN 1 Kejobong, Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya