alexametrics

Buku Bacaan Berjenjang Tingkatkan Motivasi Siswa dalam Bimbingan Literasi

Oleh : Soimatun S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, GERAKAN literasi kini sedang digaungkan oleh pemerintah, kendati masih dalam suasana pandemi Covid–19. Dalam kondisi seperti ini, guru dan siswa tidak boleh kendur dalam berliterasi, meskipun pembelajaran belum seratus persen tatap muka. Terlebih pada siswa kelas 1, membaca dan menulis menjadi keharusan. Bahkan seolah menjadi syarat untuk kenaikan kelas. Bimbingan literasi di kelas 1 SDN 2 Ponjen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, dilakukan secara individu, kelompok, dan klasikal.

Namun banyak kendala yang dijumpai seperti minat siswa dalam mengikuti bimbingan masih kurang, banyak anak yang menunggu giliran untuk dibimbing bermain sendiri, bahkan mengganggu teman yang sedang dibimbing membaca. Kondisi tersebut jelas tidak membuahkan hasil yang mamuaskan.

Keadaan seperti ini menuntut guru lebih berinovasi dalam melaksanakan bimbingan membaca. Bagaimana caranya kegiatan bimbingan membaca menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Dalam hal ini, guru mencoba menggunakan buku bacaan berjenjang yang dilengkapi gambar berwarna. Semoga dengan media buku bacaan berjenjang, kegiatan bimbingan membaca akan berhasil.

Baca juga:  Picture And Picture Tingkatkan Semangat Belajar Kelas Satu

Menurut Mulyasa (2003:112), motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Sedangkan menurut Weiner (1990) yang dikutip Elliot et al (2000), motivasi didefinisikan sebagai kondisi internal yang membangkitkan kita untuk bertindak mendorong kita mencapai tujuan tertentu dan membuat kita tetap tertarik dalam kegiatan tertentu.
Bimbingan belajar menurut Oemar Hamalik (2004:195) adalah bimbingan yang ditunjukkan kepada siswa untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, kemampuannya dan membantu siswa untuk menentukan cara-cara yang efektif dan efisien dalam mengatasi masalah belajar yang dialami oleh siswa.

Literasi sendiri menurut Harvey J Graff (2006) adalah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca. Sedangkan menurut Merriam–Webster (2010), literasi ialah suatu kemampuan atau kualitas melek aksara di dalam diri seseorang, di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis, dan mengenali serta memahami ide–ide secara visual.

Baca juga:  Dilema Pembelajaran Daring Mapel Bahasa Indonesia Saat Pandemi

Proses kegiatan bimbingan membaca menggunakan buku berjenjang dilaksanakan secara kelonpok dan individu. Adapun langkah–langkahnya adalah sebagai berikut, pertama, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah siswa setiap kelompok maksimal delapan siswa sesuai jumlah buku pada setiap judul. Kedua, guru membagikan buku bacaan berjenjang kepada seluruh siswa dimana setiap kelompok mendapatkan judul buku yang berbeda–beda. Ketiga, para siswa diberi kesempatan untuk melihat isi buku yang telah diterima sebelum kegiatan bimbingan dilaksanakan. Keempat, kegiatan bimbingan.

Sebelumnya guru memberikan penjelasan kepada siswa bagi kelompok yang menunggu giliran supaya mempelajari buku tersebut bersama–sama dan siswa yang paling menonjol menjadi guru dalam kelompoknya. Setelah semua siswa aktif dalam kelompoknya masing–masing, guru mulai melaksanakan kegiatan bimbingan dengan cara masuk ke setiap kelompok satu persatu.

Kemudian dengan buku bacaan berjenjang tersebut siswa dibimbing membaca dan memahami isi bacaan melalui gambar–gambar yang menyertai bacaannya. Kelima, bimbingan membaca secara individu, dalam setiap kelompok terdapat beberapa siswa yang masih sangat kurang dalam membaca sehingga harus diberikan bimbingan lebih agar dapat mengejar ketertinggalannya.

Baca juga:  Pendidikan Karakter Berbasis Tugas Perkembangan

Keenam, pekerjaan rumah. Setelah kegiatan bimbingan membaca baik secara kelompok maupun individa seleai. Kegiatan terakhir adalah guru memberikan PR kepada siswa. Semua siswa bebas memilih buku bacaan berjenjang yang disukainya untuk dibawa pulang dan dipelajari di rumah, kegiatan ini bertujuan supaya kegiatan literasi berkesinambungan.

Dengan media buku bacaan berjenjang kegiatan bimbingan literasi tidak lagi menjadi kegiatan yang membosankan. Para siswa lebih termotivasi untuk membaca dan memahami isi bacaan melalui gambar. Kini tidak ada lagi siswa yang membuat gaduh ketika menunggu giliran dipanggil untuk membaca atau mengganggu teman yang sedang dibimbing membaca. (pb2/ida)

Guru SDN 2 Ponjen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya