alexametrics

Pembelajaran Membuat Kolase selama Daring melalui Grup WhatsApp

Oleh: Suwarti,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kreativitas adalah kemampuan seseorang dalam menciptakan hal-hal baru, baik dalam bentuk gagasan atau karya nyata, dalam bentuk karya baru, maupun hasil kombinasi dari hal-hal yang sudah ada. Pada masa pandemi ini guru tidak hanya menyampaikan materi, namun ada imbal balik guru terhadap peserta didik maupun sebaliknya.

Pelaksanaan pembelajaran di Indonesia dalam menghadapi masa Covid-19 menuntut guru untuk tetap berperan aktif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Dalam hal ini, wawasan dan pengetahuan seorang guru sangatlah penting terhadap minat belajar peserta didiknya.

Wawasan dan pengetahuan tentang Covid-19 penting bagi guru untuk menjaga dan membekali diri agar apa yang dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan, seperti cara cuci tangan, penggunaan masker, makanan yang meningkatkan imunitas, olahraga teratur, pola hidup bersih, sanitasi, dan lainnya. Kemudian pengetahuan tersebut juga disisipkan dan disampaikan ke peserta didik di sela-sela pembelajaran daring untuk dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:  Honor Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 di Kendal Diduga Disunat

Pada dasarnya pendidikan saat ini bisa dilakukan di mana saja, tidak harus didalam kelas atau sekolah. Pada masa pandemi ini pembelajaran di usia SD seharusnya dilakukan dengan kegiatan yang menyenangkan.

Bermain kolase adalah salah satu pembelajaran yang menarik dan menyenangkan serta dapat meningkatkan kemampuan motorik halus siswa. Mengingat pentingnya motivasi belajar siswa, guru harus memberikan perhatian serius pada masalah tersebut. Dalam hal ini, guru dituntut memiliki berbagai cara dan upaya membangun motivasi belajar peserta didik sehingga kegiatan belajar mengajar lebih efektif.

Membuat karya seni kolase peserta didik kelas IV dituntut untuk memiliki kreativitas dan ide yang lebih sulit dibanding dengan pembuatan karya seni rupa yang lain. Karena harus menemukan bahan yang khusus dan cocok untuk membuat kolase, dan kemudian bagaimana cara memadukan antara bahan yang satu dengan bahan yang lainnya. Pada tema 3 muatan SBdP materi yang diberikan yakni Perbedaan Kolase, Mozaik, Montase, serta Apresiasi Karya Seni.

Baca juga:  Tingkatkan Keterampilan Intelektual Matematika dengan Pendekatan Saintifik

Penulis menyampaikan materi tentang kolase kepada siswa dan memberikan contoh kolase terhadap siswa melalui grup WhatsApp. Kemudian siswa mempraktikan di rumah menggunakan bahan yang mudah ditemukan, seperti biji kacang hijau, jagung, beras, dan lain-lain. Guru memberikan contoh, kemudian siswa mempraktikkan dan membuatnya dengan didampingi orang tua. Pada kegiatan ini, guru dan siswa membuat pembelajaran semakin kreatif dan inovatif walaupun tidak melalui tatap muka secara langsung.

Dalam pembelajaran kolase daring ini, terdapat hal baru yang ditemukan oleh penulis. Hasil karya kolase siswa lebih bervariatif. Siswa membuat dengan bahan seadanya yang ada di rumah. Sehingga hasil karya kolase yang berbeda-beda menggunakan medianya, bahkan gambarnya mereka memilih yang mereka sukai. Contohnya, salah satu siswa membuat kolase dari cangkang telur pada gambar anak ayam yang menetas.

Baca juga:  Tetap Semangat Belajar Daring selama Pandemi di SD Pedesaan

Hal baru yang lain ditemukan dalam pembelajaran kolase dengan grup WhatsApp yang diterapkan di SD Negeri 1 Gemuhblanten, Kendal, adalah siswa dapat belajar dari hasil karya sendiri. Siswa menunjukkan sikap bangga terhadap hasil karya sendiri. Dengan bangga mereka menunjukkan hasil karya kolasenya yang beragam melalui foto dan video yang dikirim kepada guru oleh orang tuanya. (kd/zal)

Guru SD Negeri 1 Gemuhblanten, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya