alexametrics

Meningkatkan Keterampilan Menulis dengan Pembiasaan Membaca

Oleh : Nurosidah, SP.d SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SELAMA masa pandemi,makin jarang terlihat anak anak menyentuh buku. Tidak hanya orang dewasa saja anak-anak juga semakin akrab dengan penggunaan gawai atau gadget yang menyediakan ragam aplikasi. Mulai berbentuk tulisan, gambar, maupun video. Akibatnya banyak anak cenderung tidak bisa lepas dari gawai. Bahkan memanfaatkannya untuk bermain game atau melihat youtube. Salah satu dampak positifnya yaitu, mereka juga lincah membuka aplikasi pembelajaran yang disarankan oleh guru, serta wawasan dan pengetahuan mereka semakin luas.

Namun yang menjadi permasalahannya adalah keterampilan peserta didik dalam pembelajaran pada kegiatan menulis mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan makin rendahnya minat membaca baik buku pelajaran maupun pengetahuan umum hingga berdampak pada rendahnya hasil belajar. Kurangnya minat membaca dan menulis pada saat ini hampir dialami oleh sebagian besar siswa SDN 1 Sendangkulon. Sayangnya aktifitas menulis atau kadang orang menyebutnya mengarang tidak banyak yang menyukai.

Baca juga:  Belajar IPS Menyenangkan dengan Minibook

Sebenarnya begitu banyak manfaat yang dapat dipetik dari menulis. Diantaranya dapat meningkatkan kecerdasan, pengembangan daya inisiatif dan kreatifitas,penumbuhan keberanian dan pendorong kemauan dan mengumpulkan informasi. Menurut Graves (1978), seseorang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa dia menulis, merasa tidak dapat menulis, dan merasa tidak tahu bagaimana harus memulai untuk menulis. Ketidaksukaan tak lepas dari, pengaruh lingkungan keluarganya dan masyarakatnya, serta pengalaman pembelajaran menulis di sekolah yang kurang memotivasi dan merangsang minat.

Penulis mengangkat pembiasaan membaca dalam penulisan artikel, dengan harapan kegiatan pembiasan literasi membaca akan meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta menambah keterampilan dalam menulis. Agar kegiatan pembiasaan literasi membaca dapat dilakukan dengan berkelanjutan maka dibutuhkan peran dari orangtua, lingkungan dan yang paling utama adalah motivasi dari guru.

Guru menjelaskan tentang manfaat membaca. Guru juga menjelaskan alasan untuk mencintai kegiatan membaca. Makin banyak membaca, makin banyak pula pengetahuan. Makin beragam bacaannya, makin beragam pula pengalaman yang akan kita dapatkan. Guru menekankankan bahwa apa yang kita baca akan membuat kita kaya.

Baca juga:  Menulis Teks Drama dengan Media Komik Kosongan

Kegiatan pembiasaan literasi membaca bagi siswa SDN 1 Sendangkulon dimulai sebelum pembelajaran dimulai atau sebelum masuk kelas. Kegiatan ini dilakukan halaman sekolah, taman, atau diteras, agar siswa merasa lebih nyaman dan menimbulkan rangsangan sehingga siswa merasa lebih senang dan tidak merasa bosan.Guru juga melakukan pendampingan dan fokus pada kegiatan tersebut.

Selama masa pandemi kegiatan dilakukan dengan PJJ (pembelajaran jarak jauh ) dan juga PTM (pembelajaran tatap muka). Kegiatan pendekatan secara personal kepada siswa yaitu membangkitkan motivasi belajar siswa, memberikan pembimbingan individu, dan membuka konsultasi pembelajaran diluar jam sekolah dapat dilakukan dengan cara PTM dan PJJ. Selanjutnya dalam memberikan penugasan mandiri kepada siswa yang pembelajaran dengan PJJ dapat dilakukan sebelum pembelajaran di kelas dengan mengirim modul, ppt, video pembelajaran,link pembelajaran melalui WA group.

Baca juga:  Belajar IPA Asyik di Masa Pandemi dengan Media Youtube

Guru juga bekerjasama dengan perpustakaan, mendata semua siswa beserta kartu bukti peminjaman buku. Kegiatan ini dilakukan sebelum jam pelajaran dimulai. Siswa juga diberi kesempatan untuk memilih buku sesuai keinginannya, baik fiksi maupun non fiksi. Dalam hal ini peran guru juga terfokus pada siswa. Sebab bila guru tidak memantau langsung dikhawatirkan siswa akan membuang waktu dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Kegiatan ini bisa dilaksanakan baik secara luring maupun daring, tetap berlangsung dan berjalan lancar.

Dengan kegiatan pembiasaan literasi membaca sebelum pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan menulis bagi siswa tanpa harus mengurangi porsi jam pelajaran. Demikian pula respon dan minat siswa dalam kegiatan literasi membaca semakin baik dan dapat meningkatkan keterampilan dalam menulis, menambah pengetahuan, wawasan, dan juga pengetahuan. (kd/zal)

Guru SDN 1 Sendangkulon, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya