alexametrics

Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris melalui Pembiasaan

Oleh : Istikomah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di dalam mempelajari bahasa, baik bahasa Indonesia, maupun bahasa asing dikenal beberapa aspek yang mendukung keberhasilan pembelajaran bahasa tersebut. Salah satunya adalah perbendaharaan kata (vocabulary). Selanjutnya, mempelajari bahasa asing tidaklah mudah, sangat berbeda jika kita mempelajari bahasa ibu dan bahasa Indonesia.

Ada beberapa hal yang merupakan masalah serius ketika seorang siswa mempelajari bahasa asing. Salah satunya adalah kesulitan yang dialami siswa ketika membangun vocabulary atau perbendaharaan katanya dan pembiasaan.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bahasa adalah suatu alat yang memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Baik dalam kehidupan dalam lingkungan masyarakat maupun lingkungan tempat kita bekerja. Manusia tidak dapat hidup sempurna tanpa didukung bahasa.

Pembelajaran bahasa Inggris dalam sistem pendidikan Indonesia dimulai sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Dalam belajar bahasa Inggris dikenal empat keterampilan atau skills. Yaitu mendengar (listening), membaca (reading), berbicara (speaking), dan menulis (writing).

Baca juga:  Aktifitas Fisik di Masa Pandemi Terhadap Olah Raga Pasing Atas dan Bawah pada Pembelajaran Daring

Selain keempat keterampilan di atas, dikenal juga beberapa komponen/aspek yang mendukung pembelajaran bahasa Inggris. Yakni fonologi (fonology), tata bahasa (structure), perbendaharaan kata (vocabulary), dan beberapa aspek lainnya.

Dalam hal ini aspek perbendaharaan kata (vocabulary) sangat berperan penting dalam bahasa, baik lisan maupun tulis. Bahasa tidak akan bermakna tanpa perbendaharaan kata (vocabulary).

Oleh karena itu, seorang siswa yang belajar bahasa asing diharapkan dapat mengerti dan memahami sistem perbendaharaan kata bahasa yang akan dipelajarinya itu. Seorang guru, dalam hal ini berperan sebagai fasilitator dan pemberi motivasi siswa. Serta membantu mereka dalam upaya memperkaya dan meningkatkan perbendaharaan katanya.

Penggunaan alat bantu/media dalam upaya meningkatkan dan memperkaya kosakata siswa sangat dianjurkan. “Meski begitu kosakata saja tidak cukup. Seseorang yang memiliki kosakata cukup memadai tidak selalu dapat secara konsisten menunjukkan kemampuannya dalam mendengarkan ujaran bahasa Inggris,” ujar Drs. Adi Sutrisno, M.A., di Fakultas Ilmu Budaya UGM, Kamis (2/7).

Baca juga:  Discovery Learning Tingkatkan Menulis Teks Descriptive

Pembiasaan dan metode yang tepat sangat mempengaruhi dalam penguasaan bahasa Inggris. Penulis sebagai guru di SMAN 8 Purworejo menggunakan pembiasaan kosakata yang ada di lingkungan. Contohnya yang melekat di badan seperti baju, topi, sepatu dan serta isi dalam tas.

Kesempatan berikutnya yang berada di sekitar. Contohnya lantai, pintu, kamar dan barang-barang yang sekiranya ada di dalamnya. Setelah peserta didik paham berikutnya dikenalkan kelas kata. Kata tersebut masuk kata sifat (adjective), kata kerja (verb), kata benda (noun), dan kata keteranngan (adverb).

Bila siswa sudah mulai paham ajak mereka untuk membuat kalimat. Kosakata tersebut diucapkan dan digunakan dalam bentuk kalimat. Tentu ada rintangan dalam pelaksanaan seperti seperti materi pada kurikulum kadang tidak sejalan dengan pemikiran kita. Kita diharuskan menyelesaikan materi yang tercantum pada kurikulum. Penulis hanya bisa melakukan di sela-sela materi yang ada pada kurikulum. Kadang ada siswa yang paham banyak juga yang tidak. Karena mereka berpikiran mengejar materi dan nilai-nilai pada raport lebih penting. (p8/lis)

Baca juga:  Rumah Belajar Bikin Enjoy Guru dan Peserta Didik

Guru SMAN 8 Purworejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya