alexametrics

Strategi Cause Effect and Implications pada Pembelajaran Materi Sumpah Pemuda

Oleh : Supani, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam proses pembelajaran dibutuhkan strategi yang tepat untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran. Strategi dan tujuan pembelajaran memiliki keterkaitan yang erat. Hal ini ditunjukkan dari gambaran perilaku maupun kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa selama dan setelah proses pembelajaran, dengan cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

Menurut Dick and Carey (1985) strategi pembelajaran merupakan suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa (Sanjaya, 2007: 126).

Ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan guru agar dapat menentukan strategi yang tepat yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Yaitu penetapan tujuan pembelajaran, aktivitas dan pengetahuan awal siswa, pokok bahasan, alokasi waktu dan sarana penunjang.

Tantangan abad 21 mengharuskan guru berpikir kreatif agar bisa memberikan pembelajaran bermakna bagi siswanya. Pembelajaran bermakna memberikan tantangan bagi siswa untuk berpikir kritis, berpikir keatif, dalam memecahkan masalah. Pembelajaran bermakna ini disebut dengan HOTS. Salah satu strategi dalam pembelajaran HOTS tersebut adalah Cause Effect and Implications (sebab, akibat dan penerapan).

Baca juga:  Warga Dusun Kemloko Borobudur Lestarikan Salawat Jawa Katholik dan Brokohan Pedet

Strategi ini merupakan salah satu dari 12 strategi yang disusun Prof. Gillian Kidman dan tim dalam sebuah booklet yang berjudul Higher Order Thinking Skills (The Little Booklet of Strategies). Strategi ini menyelidiki bagaimana bisa suatu hal mempengaruhi /menyebabkan hal lain terjadi dan menganalisis maknanya.

Pembelajaran pada materi Sumpah Pemuda ( kelas VIII semester genap) akan menjadi sangat menarik dan menantang jika disampaikan melalui strategi cause, effect and implications. Dengan menggunakan strategi ini siswa tidak hanya memiliki kompetensi mampu memahami materi pengetahuan tentang Sumpah Pemuda , namun lebih dari itu siswa akan menggunakan kemampuan berpikir kritis dan kreatif saat menganalisis hingga meng-create materi Sumpah Pemuda ke dalam sebuah karya yang bisa berupa poster, syair lagu, ikrar/janji/sumpah, puisi, slogan, video maupun cerita bergambar.

Baca juga:  Kiat Kepala Sekolah untuk Memotivasi Kinerja Guru

Langkah-langkah kontekstualitas materi Sumpah Pemuda dalam strategi ini adalah : melalui kelompok diskusi siswa diminta menuliskan nama peristiwa/kejadian (event : Sumpah Pemuda).

Melalui kelompok diskusi siswa diminta menyebutkan penyebab-penyebab terjadinya peristiwa Sumpah Pemuda dari informasi yang didapat melalui media (audio,visual) artikel atau buku referensi lainnya. Siswa diminta menulis secara ringkas apa yang ia ketahui tentang penyebab peristiwa tersebut (cause).

Melalui kelompok diskusi siswa diminta menyebutkan akibat yang ditimbulkan dari peristiwa Sumpah Pemuda tersebut (effect). Melalui diskusi kelompok siswa mampu menghasilkan karya yang bisa membangkitkan semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari (implication). Bisa berupa karya poster, puisi, janji pemuda dsb yang diharapkan mampu membangkitkan semangat Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari.

Dari penjelasan nomor 1, 2, 3 dan 4 di atas dituangkan dalam bagan Cause, Effect and Implicationts yang diigambarkan terdiri dari faktor-faktor penyebab terjadinya Sumpah Pemuda. Faktor-faktor penyebab tadi diberi anak panah menuju ke lingkaran di tengah yang merupakan peristiwa ”Sumpah Pemuda”.

Baca juga:  Menceritakan Gambar Berseri dengan Pertanyaan Terbimbing

Dari lingkaran yang bertuliskan Sumpah Pemuda diberi beberapa anak panah menuju akibat-akibat yang ditimbulkan dari peristiwa Sumpah Pemuda. Untuk penerapan (implication) bertuliskan karya yang dihasilkan berada di dibagian bawah lingkaran yang bertuliskan Sumpah Pemuda.

Siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan windows shopping. Strategi pembelajaran cause, effect and implications berdasarkan kajian taksonomi Bloom lebih mengarah pada aktivitas berpikir siswa pada level menganalisis (C4). Maka agar tidak terhenti pada level tersebut, guru dapat melanjutkan hingga level mencipta/meng-create (C6).

Contoh level ini dengan meminta siswa dalam kelompok diskusinya membuat karya yang dipandang bisa membangkitkan semangat Sumpah Pemuda untuk masa sekarang. Karya tersebut bisa berupa poster, syair lagu, ikrar/janji/sumpah, puisi, slogan, video maupun cerita bergambar. (mn2/lis)

Guru SMPN 1 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya