alexametrics

Metode Project Based Learning Tingkatkan Belajar Makhluk Ciptaan Allah

Oleh : Muhamad Ikhwan, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Maka diperlukan ketepatan media, metode atau pendekatan yang sesuai untuk menciptakan pembelajaran yang menarik. Di SD Negeri 01 Siwalan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan masih terdapat siswa yang berlarian di kelas dan bermain sendiri dengan temannya.

Hal ini menjadi kajian penulis untuk menciptakan pembelajaran yang menarik. Penulis menggunakan metode project based learning pada materi makhluk ciptaan Allah pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IV. Penulis meyakini metode ini memberikan kemerdekaan siswa dalam mempelajari pengetahuan dan mengasyikan.

Kompetensi dasar pada materi pembelajaran makhluk ciptaan Allah pada ranah pengetahuan bahwa mengetahui Allah itu ada melalui pengamatan terhadap makhluk ciptaan-Nya di sekitar rumah dan sekolah serta pada ranah keterampilan melakukan pengamatan terhadap makhluk ciptaan Allah di sekitar rumah dan sekolah sebagai upaya mengenal Allah itu ada.

Kerja proyek memuat tugas-tugas yang kompleks berdasarkan kepada pertanyaan dan permasalahan (problem) yang sangat menantang, dan menuntut siswa untuk merancang, memecahkan masalah, membuat keputusan, melakukan kegiatan investigasi, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara mandiri (Thomas,dkk dalam Wena : 2011).

Baca juga:  Digitalisasi Kelas Sebuah Keniscayaan

Project based learning atau pembelajaran berbasis proyek karakteristiknya adalah siswa membuat keputusan tentang sebuah kerangka kerja, adanya permasalahan atau tantangan yang diajukan kepada peserta didik.

Siswa mendesain proses untuk menentukan solusi atas permasalahan atau tantangan yang diajukan, siswa secara kolaboratif bertanggung jawab untuk mengakses dan mengelola informasi untuk memecahkan permasalahan.

Proses evaluasi dijalankan secara kontinu, siswa secara berkala melakukan refleksi atas aktivitas yang sudah dijalankan. Produk akhir aktivitas belajar akan dievaluasi secara kualitatif dan situasi pembelajaran sangat toleran terhadap kesalahan dan perubahan.

Langkah-langkah pembelajaran materi makhluk ciptaan Allah dengan metode PBL sebagai berikut pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi pembelajaran berupa cerita, game atau penayangan video motivasi.

Baca juga:  Implementasi Supervisi Akademik dalam Menyusun Silabus bagi Guru

Lalu, pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial terkait makhluk ciptaan Allah. Misalnya sebutkan dan jelaskan makhluk ciptaan Allah dalam kehidupan. Suatu pertanyaan yang dapat memberi penugasan peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Mengambil topik yang sesuai dengan materi terhadap realitas dunia nyata. Dimulai dengan investigasi mendalam dan topik makhluk ciptaan Allah.

Setelah itu, guru melakukan perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi aturan kegiatan dalam penyelesaian proyek.

Proyek untuk mengamati makhluk ciptaan Allah dalam realitas kehidupan yang dijumpai. Selanjutnya, pengajar dan peserta didik menyusun jadwal aktivitas penyelesaian proyek.

Pengajar bertanggung jawab memonitor aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek, menggunakan rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting. Lalu, guru melakukan penilaian dilakukan untuk mengukur ketercapaian kompetensi, mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik, memberi umpan balik terhadap pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, dan membantu pengajar dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

Baca juga:  Outdoor Study Tingkatkan Pemahaman Materi PAI pada Siswa

Pada akhir proses pembelajaran, pengajar dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Pada tahap ini peserta didik diminta mengungkapkan pengalamannya selama menyelesaikan proyek di depan kelas.

Penulis menemukan banyak kelebihan dalam menerapkan pembelajaran dengan metode PBL di antaranya siswa menjadi pembelajar aktif, pembelajaran menjadi lebih interaktif atau multiarah, pembelajaran menjadi student centred, guru berperan sebagai fasilitator.

Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, memberikan kesempatan siswa memanajemen sendiri kegiatan atau aktivitas penyelesaian tugas. Sehingga melatih mereka menjadi mandiri dan siswa dapat memberikan pemahaman konsep atau pengetahuan secara lebih mendalam kepada siswa. (cd3/lis)

Guru PAI SDN 01 Siwalan, Kec. Siwalan, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya