alexametrics

Media Audio Visual Bikin Siswa Aktif Belajar Puisi

Oleh : Sri Wening, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bahasa sebagai alat komunikasi bermakna bahwa bahasa merupakan deretan bunyi yang bersistem, berbentuk lambang, bersifat arbitrer, bermakna, konfensional, unik, universal. Produktif, bervariasi, dinamis, manusiawi, dan alat interaksi sosial yang menggantikan individual dalam menyatakan sesuatu atau berekspresi kepada lawan tutur dalam suatu kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi dan identitas penuturnya.

Masalah pada siswa SDN Tanjungsari kelas 6 adalah siswa sangat kebingungan jika hanya diberikan buku tanpa ada penjelasan serta metode yang menarik dari guru. Siswa cenderung malu dan kurang percaya diri dalam mengekspresikan puisinya. Ini karena kurangnya ketertarikan siswa dengan metode-metode yang digunakan oleh guru yang sifatnya monoton. Salah satu penyebabnya yaitu gangguan dari teman-temannya sehingga siswa tersebut malu mengeluarkan ekspresi wajah yang tepat.

Akhirnya penulis dalam memberikan materi puisi dengan media visual, menurut Daryanto (2013:27) artinya semua alat peraga yang digunakan dalam proses belajar yang bisa dinikmati lewat panca indra mata. Sedangkan media pembelajaran berbasis visual menurut Asriyati (2016:13) adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan dan menyampaikan pesan melalui pengalaman melihat sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif yang dapat mendorong peserta didik agar dapat melakukan proses belajar secara efektif dan efisien.

Baca juga:  Ternyata Ini Asal Usul Nama Desa Pacar di Kabupaten Pekalongan

Langkah-langkah dalam pelaksanaan penggunaan media audio visual pada materi puisi antara lain : Pertama, mengecek alat-alat yang akan digunakan dalam pembelajaran fiqih menggunakan media audio visual. Kedua, dalam kelas guru mempersiapkan alat-alat berupa laptop, LCD, proyektor, dan audio dan dibantu oleh beberapa siswa. Ketiga, guru telah menyampaikan materi yang telah disajikan dengan media audio visual degan metode ceramah, dan hanya membahas inti dari materi yang akan dia bawakan secara.

Keempat, guru membagi materi untuk didiskusikan oleh siswa untuk membahas materi lebih mendalam. Kelima, siswa disuruh untuk mempresentasikan materi yang telah dibagi.

Mengingat hal tersebut adalah suatu materi yang penting maka dalam penyampaian materinyapun harus dipersiapkan salah satunya dengan media visual. Sehingga peserta didik di dalam menerima pesan pembelajaran tidak hanya mendengar saja tetapi juga melihat sehingga selain bisa mengucapkan juga dapat mempraktikkan apa yang disampaikan pada materi puisi tersebut.

Baca juga:  Viral Kasus Guru Toyor Siswa di SMP Negeri 1 Karanganyar Akhirnya Mediasi

Sebagai contoh guru memberikan video pembelajaran tentang kalimat-kalimat yang perlu ditegaskan atau ditekan. Peserta didik dipandu untuk mengulang-ulang kata-kata pendek. Jadi dalam proses pembelajaran peserta didik selain diajak untuk membiasakan mengucapkan kata perkata atau kalimat-kalimat tersebut dengan benar.

Dengan melihat secara langsung contoh cara membaca puisi yang benar melalui audio visual seperti video ataupun film yang disiapkan dalam pembelajaran tersebut. Jadi dengan melalui pembelajaran media audio visual ini proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran yang bermuatan bahasa Indonesia akan lebih jelas. Sehingga peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik tanpa ada kesalahpahaman dalam penerimaan materi.

Selain mendengar peserta didik juga dapat melihat secara langsung melalui media audio visual sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai dan proses pembelajaranpun lebih menyenangkan. Karena peserta didik dapat menyaksikan tayangan video yang disukainya. (cd3/lis)

Baca juga:  Pendidikan Inklusif Cermin Pendidikan yang Manusiawi

Guru Kelas VI SDN Tanjungsari, Kec. Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya