alexametrics

Tingkatkan Minat Belajar Bahasa Anak SMP dengan Belajar Menyenangkan

Oleh : Agung Rudi Wibowo S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR bukan sekadar transformasi materi dari guru kepada siswa, akan tetapi suatu proses untuk saling memahami apa yang sedang dipelajari. Proses belajar yang diberikan kepada siswa agar dapat memahami apa yang disampaikan. Seyogyanya dapat membuat siswa senang dan termotivasi untuk belajar.

Menurut Ernest R Hilgard (1984), belajar diartikan sebagai proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.

Sedangkan menurut Moh Surya (1981) belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil bahwa, pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.

Baca juga:  Wordwall Gameshow Quiz untuk Penilaian Harian yang Lebih Asyik

Penanganan wabah Covid-19 yang belum menentu kapan selesainya, belum tahu sampai kapan pembelajaran dapat berjalan efektif seperti biasa. Hal ini menyebabkan siswa belajar dari rumah menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran atau yang lebih dikenal dengan istilah “dalam jaringan atau daring”. Dengan penggunaan berbagai aplikasi ini, mau tidak mau pembelajaran menjadi monoton.

Muatan pelajaran bahasa Indonesia untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan salah satu materi yang sangat esensial dalam kehidupan sehari-hari. Di minggu-minggu awal penerapan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) berjalan dengan cukup baik.

Siswa rutin dan semangat belajar melalui berbagai aplikasi seperti whatsapp group (WAG) dan google class room. Berbagai materi dapat diserap dengan baik termasuk tugas juga dikerjakan dan dikumpulkan tepat waktu pada minggu-minggu awal penerapan pembelajaran jarak jauh ini.

Baca juga:  Pembelajaran Song dengan BDR Tetap Asyik

Namun setelah beberapa bulan penerapan PJJ, membuat siswa semakin jenuh dan bosan mengikuti kegiatan pembelajaran lewat handphone. Berbagai materi dan tugas yang tadinya lancar sekarang menjadi tersendat. Bahkan ada beberapa yang tidak mengumpulkan. Banyaknya materi dan tugas yang diberikan oleh masing-masing guru membuat mereka seolah-olah terbebani.

Kegiatan pembelajaran yang seharusnya menyenangkan dan memotivasi siswa, akhirnya berubah menjadi tumpukan tugas dan beban yang semakin berat setiap harinya. Banyak kendala yang dijumpai di lapangan seperti tidak memiliki kuota internet, satu handpone digunakan lebih dari satu orang, dan merasa bosan dengan pembelajaran yang monton.

Eksistensi pembelajaran yang menyenangkan, akhirnya menjadi pembelajaran yang membosankan. Siswa bukan sebagai subjek, namun menjadi objek pembelajaran. Oleh karena itu perlu langkah nyata guru untuk memotivasi siswa kembali dalam belajar.

Pembelajaran online tidak harus memaksakan siswa mencapai target pembelajaran seperti ketika pembelajaran tatap muka. Namun menciptakan hati yang nyaman sehingga mereka masih yakin untuk tetap belajar dan menyongsong masa depan anak.

Baca juga:  Kembangkan Kompetensi Menulis Dongeng melalui Kartun Animasi

Mengajak siswa menjaga kesehatan, tetap semangat menjalankan social distancing dan saling memberi motivasi kepada yang lain untuk tetap semangat dalam belajar. Membuat pantun atau puisi kemudian diunggah ke grup atau youtube dengan saling like dan subscribe untuk menambah semangat tetap belajar bahasa Indonesia di tengah di tengah pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, siswa dapat diberi tugas membuat karangan atau cerita tentang pengalaman dan pengetahuannya tentang wabah ini, kemudian diunggah di media sosial. Banyak hal menarik dan menantang bagi siswa yang bisa digali untuk menjaga mood atau suasana hati belajar anak-anak sebagai generasi milenial dan penerus masa depan kita ini. (pb1/ida)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 1 Bobotsari

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya