alexametrics

Tingkatkan Kecepatan Berhitung Perkalian dengan “Jari“

Oleh : Eko Rismi Haryanti S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BERDASARKAN undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) menyatakan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, serta bertanggung jawab.

Pendidikan merupakan kunci keberhasilan bagi suatu bangsa yang ingin maju. Pendidikan juga berfungsi mengembangkan watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan paparan di atas perlu adanya variasi metode pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan, malah semakin meningkatkan pehamaman siswa kelas IV SDN Wonotunggal 03 yaitu dengan menggunakan metode jari. Metode jari tersebut dapat digunakan dengan mengenalkan metode perkalian menggunakan jari.

Manfaat metode pembelajaran ini diharapkan siswa lebih berfikir positif terhadap apa yang dipelajari. Dapat menambah pengetahuan dan pengalaman guru serta wawasan sebagai seorang pendidik. Matematika sebagai salah satu ketrampilan dasar yang harus dikuasai. Matematika berasal dari Bahasa Yunani yang artinya pengetahuan atau pemikiran. Cabang ilmu Matematika diantaranya mempelajari operasi dasar bilangan. Operasi dasar tersebut adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Baca juga:  Tayangan Video dalam Pembelajaran IPS di Masa Pandemi

Tujuan pembelajaran matematika pada pendidikan dasar adalah memberikan tatanan nalar dan pembentukan sikap siswa sehingga menumbuhkan kemampuan siswa, yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupannya di masa depan. Salah satunya adalah metode jari mempermudah perkalian dengan menggunakan jari. Maksud penggunaan metode ini untuk meningkatkan kecepatan siswa dalam berhitung perkalian.

Dengan menggunakan metode jari antara bilangan 6 sampai 10, diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi perkalian agar tercipta suasana belajar yang menyenangkan.

Pada prinsipnya perkalian merupakan penjumlahan yang berulang. Maka siswa harus menguasai perkalian, operasi hitung perkalian pada bilangan cacah adalah penjumlahan berulang. Sehingga untuk memahami konsep perkalian anak harus paham dan terampil operasi penjumlahan.

Baca juga:  Pendekatan CPS Mudahkan Siswa Hadapi Masalah Menulis

Perkalian a x b diartikan sebagai penjumlahan bilangan b sebanyak a kali. Jadi a x b = b + b + b … + b sebanyak a kali. Metode perkalian dengan jari adalah suatu cara berhitung ( operasi kali-bagi-tambah-kurang ) dengan menggunakan alat bantu jari-jari tangan.

Kelebihan jari sebagai media pembelajaran diantaranya adalah jari memberikan visualisasi proses berhitung. Gerakan jari tangan akan menarik minat anak. Jari relative tidak memberatkan memori otak saat digunakan. Alat yang digunakan juga tidak perlu dibeli.

Tahapan mempelajari cara berhitung dengan menggunakan jari sebagai berikut : Rumus (T1 + T2) + (B1 x B2). Keterangan : T1 = jari tangan kanan yang ditutup ( puluhan ) T2 = jari tangan kiri yang ditutup ( puluhan ) B1 = jari tangan kanan yang dibuka (satuan) B2 = jari tangan kiri yang dibuka (satuan). T1 adalah selisih antara bilangan 5 dengan bilangan pengali. T2 adalah selisih bilangan 5 dengan bilangan yang dikalikan.

Baca juga:  Peer Teaching Menghapus Ketakutan dalam Belajar Matematika Luas Lingkaran

Penyelesaian penghitungan perkalian yang semakin cepat dan tepat menunjukan keefektifan metode ini. Semakin cepat dan tepat siswa menghitung perkalian dengan jari maka dapat dikatakan efektif. Pembelajaran yang dilakukan dengan aktif dan efektif akan meningkatkan gairah belajar siswa. Sehingga akan meningkatkan hasil belajar siswa SDN Wonotunggal 03. (rn1/ida)

Guru SDN Wonotunggal 03

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya