alexametrics

Pemanfaatan Telegram Video Call dalam Pembelajaran Hybrid Learning

Oleh : Endang Kumalawati, S.Si

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 merupakan bencana global yang memberikan dampak pada semua tatanan kehidupan termasuk bidang pendidikan. Akibat pandemi ini, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk memutus rantai penularan Covid-19, salah satunya adalah penerapan social distancing. Kebijakan ini mengharuskan guru dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah atau pembelajaran daring. Namun, seiring dengan menurunnya angka penularan Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru.

Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang semula dilaksanakan secara daring menjadi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) (Kendar Umi Kalsum kompaspedia.kompas.id, 12 Maret 2022).

Pembelajaran tatap muka terbatas dilakukan dengan cara mengatur jumlah peserta didik di setiap kelas menjadi lebih sedikit dari jumlah normal. Pengaturan juga dilakukan pada sarana-prasarana sekolah yang digunakan untuk mendukung kegiatan belajar sesuai ketentuan protokol kesehatan. Dalam pelaksanaannya, sekolah membuat jadwal untuk peserta didik yang masuk ke kelas dan peserta didik yang belajar dari rumah. Dengan kata lain separo mengikuti pembelajaran secara luring dan separo daring. Dibuat jadwal masuk secara bergantian sehingga semua mendapat kesempatan sama untuk mengikuti PJJ dan PTM.

Baca juga:  Era Digitalisasi Tingkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia

Menindaklanjuti kebijakan pemerintah tentang pelaksanaan PTMT tersebut, SMA Negeri 5 Magelang menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran dimasa pendemi ini dengan metode hybrid learning. Tujuannya agar semua peserta didik baik yang di sekolah maupun yang di rumah mendapatkan pelayanan pembelajaran yang sama. Hybrid learning merupakan metode yang mengombinasikan pembelajaran jarak jauh dan tatap muka menjadi satu kesatuan pengalaman. Pembelajaran dalam satu waktu untuk dua tempat.

Menurut Noor Indra (2010:121) hybrid learning merupakan metode yang mengombinasikan pembelajaran jarak jauh dan tatap muka menjadi satu kesatuan pengalaman. Pembelajaran dalam satu waktu untuk dua tempat.

Dalam penyelenggarakan hybrid learning sekolah perlu mempersiapkan sejumlah sarana yang mendukung pembelajaran secara daring. Untuk itu sekolah menyediakan berbagai perangkat pembelajaran di setiap kelas seperti perangkat komputer, kamera, speaker, papan tulis, dan LCD proyektor. Sekolah juga perlu memastikan ketersediaan jaringan internet yang memadai untuk menyelenggarakan hybrid learning dengan wifi.

Baca juga:  Membangun Karakter Bangsa melalui Profil Pelajar Pancasila

Selain menggunakan hybrid learning, untuk menyajikan pembelajaran yang dapat melibatkan siswa di rumah secara langsung, sekolah menggunakan media telegram dengan fitur Telegram video call. Untuk mendapatkan fitur ini, pengguna dapat mengunduh secara gratis di Playstore. Untuk penggunaan di sekolah fitur ini sudah terpasang pada desktop komputer yang ada di setiap kelas.

Fitur Telegram video call cukup mudah dioperasikan oleh guru. Sebelum pembelajaran guru dan peserta didik akan mendapatkan notifikasi dari Telegram bot yang dikelola oleh admin sekolah. Selanjutnya untuk bergabung di grup kelas, guru bergabung dalam grup kelas yang akan diajar. Guru tinggal mengklik tombol join. Untuk memulai panggilan video, guru cukup mengklik ikon telepon.

Melalui panggilan video tersebut, guru dapat memberikan informasi terkait pembelajaran, menjelaskan materi, membagikan materi dan melakukan tanya jawab secara langsung dengan peserta didik baik yang di sekolah maupun yang di rumah.

Baca juga:  Peran Guru BK Dalam Pembelajaran Daring yang Efektif dan Menyenangkan

Melalui fitur di atas, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar, meskipun dilaksanakan secara daring-luring dengan metode hybrid. Guru dapat lebih leluasa menyampaikan materi dan informasi serta mengajak siswa untuk berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian, penggunaan metode ini tidak lepas dari kendala.

Di antaranya ada peserta didik tidak mampu membeli gawai untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Ada pula yang tinggal di daerah sulit jaringan internet, sehingga terkadang siswa yang mendapat jadwal belajar dari rumah tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Upaya mengatasi permasalahan tersebut sekolah melakukan pendataan. Kemudian mengizinkan peserta didik untuk memanfaatkan fasilitas di laboratorium TIK sekolah. Harapannya setiap peserta didik mendapat layanan yang sama dan berkesempatan meraih prestasi yang sama pula. Dengan demikian pembelajaran hybrid learning dengan memanfaatkan media Telegram video call dapat memberikan solusi pembelajaran di masa pandemi. Guru dan siswa maju bersama tanpa kendala. (lm1/lis)

Guru Biologi SMAN 5 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya