alexametrics

Meningkatkan Pembelajaran Alquran dengan Metode Card Sort

Oleh: Mahmudah, S. Ag

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, Alquran sebagai hukum Islam sangat memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, sesulit apapun manusia harus bisa membaca serta memahami makhorijul huruf atau memahami ilmu tajwid. Ayat Alquran mempunyai makna yang luar biasa dalam kehidupan manusia baik di dunia maupun akhirat.

Peserta didik mengalami kesulitan memahami hukum bacaan dalam ayat Alquran. Salah satu solusinya yang dilakukan dengan menggunakan metode Cartd Sort. Metode yang memberikan kemudahan peserta didik dalam mempelajari ayat- ayat Alquran.

Card Sort adalah merupakan metode bentuk pembelajaran dimana peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan cara dapat menyortir / memilih kartu, sesuai dengan materi yang dibahas. Falah Yasin (2008: 131) berpendapat metode card sort adalah suatu metode yang digunakan pendidik dengan maksud mengajak peserta didik menemukan konsep dan fakta melalui klasifikasi materi yang dibahas dalam pembelajaran. Dengan metode tersebut akan dapat menimbulkan motivasi, semangat belajar yang lebih efektif mudah dipahami peserta didik.

Baca juga:  Pembelajaran Seni Tari di Era Pandemi dengan Blended Learning

Menurut Hisyam Zaini, dkk (2008), metode card sort merupakan kegiatan kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengerjakan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang obyek atau mereview informasi. Sedangkan Raisul Muttaqin (2006) menjelaskan metode card sort merupakan aktivitas kerja sama yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta tentang benda atau menilai informasi. Gerak fisik didalamnya dapat membantu peserta didik menghilangkan kejenuhan.

Kelebihan metode ini mampu mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Mengurangi kejenuhan dalam proses pembelajaran. Sehingga tujuan pembelajaran tercapai sesuai dengan KD, KI atau materi yang dibahas. Selain itu peserta didik lebih mandiri serta meningkatkan semangat belajar.

Penulis menggunakan metode ini dalam pembelajaran Alquran surat An-nisa (4;105) sebagai sumber hukum Islam khususnya dalam hukum bacaannya/tajwidnya kelas X MIPA 2 semester genap. Setiap peserta didik mempertemukan kembali masing-masing kelompok.

Baca juga:  Google Classroom Salah Satu Solusi Pembelajaran Ekonomi Era Pandemi

Saling bekerja sama dibagi tugas. Ada yang bagian membaca ayat Alquran, ada yang mencari dan menuliskan contoh hukum bacaan yang tertulis dalam kartunya. Ada yang menterjemahkan serta menuliskan dalam buku kerja kelompok.

Sebagian membawakan materi dalam mempresentasikan yang dilaksanakan ketua kelompok. Sehingga semua anggota kelompok aktif dalam diskusi, serta ada yang mencatat atau membuat resume ketika tiap kelompok berdiskusi sehingga dalam berdiskusi semua anggota kelompok aktif.

Sebelum diadakan evaluasi, guru mengulas kembali garis besarnya dari hasil diskusi setiap kelompok. Peserta didik mendengarkan, merevisi kekurangan kelompok masing-masing agar dalam pembelajaran lebih paham. Setelah itu guru memberikan post tes pada seluruh peserta didik. Selanjutnya guru memberikan beberapa pertanyaan sebagai alat evaluasi.

Baca juga:  Pengamalan Konsep Bilangan Melalui APE Goyang Pintar

Setelah diterapkannya metode card sort dalam pembelajaran Alquran sebagai sumber hukum islam di kelas X MIPA 2 ternyata hasilnya mencapai Nilai rata-rata 85. Sehingga hasilnya jauh lebih bagus, peserta didik juga tidak mengalami kejenuhan dalam belajar.

Dari hasil tersebut, penulis menyimpulkan dengan menggunakan metode card sort dalam pembelajaran Alquran ternyata hasilnya relatif mencapai rata-rata nilai 85. Hal ini menunjukkan dengan penggunaan metode card sort materi Alquran khususnya mengetahui hukum bacaan ayat-ayat Alquran peserta didik lebih paham serta tidak membosankan.

Metode card sort juga membuat peserta didik mandiri, praktis serta rasional dalam memasangkan kartu sesuai dengan kuis. Peserta didik lebih semangat. Semoga metode card sort yang sudah penulis gunakan dalam proses pembelajaran Alquran bisa bermanfaat bagi Bapak Ibu guru yang lain, serta peserta didik. (pb1/fth)

Guru SMAN 1 Padamara, Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya