alexametrics

Pemanfaatan Alat Peraga Kartu Bridge dalam Belajar Peluang Matematika

Oleh : Dra. Harini

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Gagne, 1977). Dalam proses pembelajaran, banyak komponen yang terlibat di dalamnya. Komponen yang dimaksud berupa kompetensi, tujuan, skenario, media, dll. Dalam hal metode pembelajaran, berbagai metode telah diterapkan pada pembelajaran matematika kelas XII IPS.

Namun selama ini, metode yang paling dominan digunakan adalah ceramah. Nyatanya, pembelajaran dengan metode ceramah belum optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terbukti, pada pembelajaran dengan metode ceramah yang telah diterapkan, rata-rata nilai penilaian akhir siswa hanya 65 dan siswa yang nilainya mencapai KKM (70) hanya sekitar 40 persen.

Salah satu materi pada pembelajaran matematika wajib kelas XII IPS adalah peluang yang termuat pada KD 3.4 semester genap Kurikulum 2013. Dalam upaya mengoptimalkan ketercapaian tujuan pembelajaran dan penyerapan materi pelajaran oleh siswa, diperlukan inovasi metode pembelajaran. Metode yang dapat digunakan adalah demonstrasi dengan alat bantu berupa kartu bridge.

Baca juga:  Metode Pembelajaran Bervariasi Tumbuhkan Motivasi Belajar Siswa

Menurut Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M.Pd (2013), metode demonstrasi adalah penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya tiruan. Sebagai metode pembelajaran, demonstrasi memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya, melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.

Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi. Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.

Penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran, tentu tidak dapat dipisahkan dari media/alat bantu penunjang. Media ini berfungsi untuk mengkonkretkan materi yang bersifat abstrak. Pada hakikatnya, proses belajar mengajar adalah suatu forum komunikasi dari pemberi pesan (guru) ke penerima pesan (peserta didik). Pesan yang dimaksud adalah materi pelajaran. Tentunya, penerima pesan akan lebih mudah menangkap isi pesan yang konkrit daripada yang abstrak. Karena itulah diperlukan media penyampaian yang tepat.

Baca juga:  Korban Pembunuhan Dukun Pengganda Uang di Magelang Bertambah Satu Orang, Begini Kronologinya

Media yang dapat menunjang penyampaian materi peluang dengan metode demonstrasi adalah kartu bridge. Kartu bridge merupakan seperangkat kartu yang berjumlah 52. Dalam perangkat kartu bridge, terdiri dari 4 kelompok kartu yang masing – masing berjumlah 13 dengan tanda yang sama. Tanda yang dimaksud adalah hati merah, sekop merah, kriting hitam, dan wajik hitam. Tiga belas kartu untuk setiap tanda, terdiri dari kartu angka 1 (As) sampai dengan 10 serta kartu J, K, dan Q.

Soal-soal cerita materi peluang kelas XII, sebagian menggunakan kartu bridge dalam pengilustrasiannya. Biasanya, siswa akan kesulitan menjawab soal-soal tersebut karena mereka hanya diajak untuk membayangkan tanpa melihat langsung.

Dengan mendemonstrasikan secara langsung apa yang dideskripsikan dalam soal dengan media nyata (kartu bridge), diharapkan dapat membuat siswa lebih mudah memahami alur penyelesaiannya. Apabila siswa telah mahir menyelesaikan soal-soal cerita peluang tentang kartu bridge, maka mereka tidak akan menemui kesulitan berarti untuk menyelesaikan soal cerita tipe lain.

Baca juga:  Story Prompts Tingkatkan Kemampuan Mendongeng Siswa

Sebagai contoh soal-soal cerita peluang tentang dadu mata dua, dadu mata tiga, dll. Sebab, tingkat kesulitan soal cerita peluang tipe yang lain relatif lebih rendah daripada soal cerita peluang tentang kartu bridge.

Metode demonstrasi disertai alat peraga kartu bridge telah diterapkan pada pembelajaran matematika wajib kelas XII IPS. Penerapan metode ini dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan meningkatkan keaktifan serta ketercapaian tujuan pembelajaran.

Dengan penerapan metode serta media tersebut, persentasi siswa yang nilainya mencapai KKM pada penilaian akhir peluang meningkat dari 40 persen menjadi 81 persen. (mn2/lis)

Guru Matematika SMAN 1 Dukun, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya