alexametrics

Mudah Pahami Materi Meyakini Hari Akhir dengan Mind Map

Oleh: Muhammad Naufal, S.Ag.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat berpengaruh terhadap akhlak siswa dalam kehidupan di masyarakat. Karena setelah lulus dari lembaga pendidikan, siswa akan kembali ke masyarakat. Dengan adanya mata pelajaran PAI sangat membantu siswa dalam berinteraksi, baik kepada Allah maupun dengan manusia serta makhluk ciptaan Allah SWT.

Materi yang terdapat pada mata pelajaran PAI sangat beragam dan tidak semua materi dapat diterangkan dengan cara berceramah dengan waktu yang singkat. Dalam proses belajar mengajar, penggunaan metode pengajaran yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran.

Metode pembelajaran yang sering diterapkan oleh guru-guru PAI cenderung hanya mengaktifkan salah satu sisi otak siswa saja. Pada hakekatnya otak manusia terbagi menjadi dua, yaitu otak kanan dan otak kiri. Idealnya guru mampu mengaktifkan seluruh belahan otak siswa.

Nilai siswa merupakan tolak ukur bagi guru apakah materi yang diajarkan sudah diterima oleh siswa atau belum. Nilai menjadi ukuran guru apakah siswa sudah paham dengan materi yang diajarkan atau belum paham sama sekali. Faktor lainnya yaitu pencapaian hasil belajar belum sesuai dengan target KKM yang diharapkan. KKM atau Kriteria Ketuntasan Minimal merupakan batas nilai yang harus dicapai siswa pada mata pelajaran PAI.

Baca juga:  Pembelajaran Geografi dengan Inquiry Based Learning Meningkatkan Pola Pikir Peserta Didik

Solusi yang coba diterapkan penulis di SMP Negeri 2 Paninggaran adalah dengan pembelajaran metode mind map. Dengan metode mind map diharapkan hasil belajar siswa meningkat. Mind map atau pemetaan pikiran merupakan cara kreatif bagi tiap siswa untuk menghasilkan gagasan, mencatat apa yang dipelajari, atau merencanakan tugas baru. (Melvin L.Silberman. Bandung, 2013:200).

Mind Map adalah alat pilihan untuk membantu siswa menajamkan ingatan. Mind map dapat bekerja dengan baik, karena ia menggunakan kedua pemain utama dari siswa: Imajinasi dan Asosiasi.

Strategi ini adalah meminta siswa mensinstesis atau membuat satu gambar atau diagram tentang konsep-konsep utama yang saling berhubungan, yang ditandai dengan garis panah, dan di setiap garis panah ditulis level yang membunyikan bentuk hubungan antar konsep-konsep utama itu. (Hisyam zaini dkk, Yogyakarta, 2002:170).

Baca juga:  Nasi Goreng Kecap sebagai Pendukung Pemahaman Konsep Operasi Bilangan Bulat

Metode mind map menurut penulis adalah cara/teknik yang digunakan oleh guru untuk menjelaskan materi pelajaran dengan cara siswa dilibatkan untuk membaca, memahami, mengambar dan menuangkan materi pelajaran dalam bentuk peta konsep sesuai dengan kemampuan dan kreativitas masing- masing siswa.

Tujuan pokok mind map adalah 1) Mengembangkan kemampuan menggambarkan kesimpulan-kesimpulan yang masuk akal, mengembangkan kemampuan mensinstesis dan mengintegrasikan informasi atau ide menjadi satu. 2) Mengembangkan kemampuan berpikir secara heliostik untuk melihat keseluruhan dan bagian-bagian. 3) Mengembangkan kecakapan, strategi, dan kebiasaan belajar. 4) Belajar konsep-konsep dan teori-teori mata pelajaran. 5) Belajar memahami perspektif dan nilai tentang mata pelajaran. 6) Mengembangkan satu keterbukaan terhadap ide baru. 7) Mengembangkan kapasitas untuk memikirkan kemandirian.

Baca juga:  Variasi Stimulus Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Langkah yang ditempuh penulis dalam menerapkan mind map adalah siswa membuat sebuah peta pikiran sederhana dengan menggunakan warna, gambar, atau simbol. Siswa menyediakan kertas, spidol dan materi sumber lain yang akan membantu menciptakan peta pikiran yang semarak dan cerah. Menyediakan waktu yang cukup bagi siswa untuk menyusun peta pikiran mereka. Guru memerintahkan kepada siswa setelah selesai membuat mind map berpresentasi di depan kelas.

Setelah diterapkan pada materi Meyakini Hari Akhir kelas 9, metode ini terdapat kelebihan. Di antaranya: siswa lebih mudah memahami materi pelajaran. Siswa lebih aktif dengan metode mind map daripada cerita, serta memudahkan guru dalam menjelaskan materi pelajaran. Adapun kelemahannya adalah guru tidak menjelaskan materi secara lengkap. Siswa saling mengandalkan satu sama lain. (wa2/aro)

Guru PAI BP SMP Negeri 2 Paninggaran, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya