alexametrics

Pembelajaran Lompat Jangkit dengan Alat Modifikasi Ban Bekas

Oleh : Zumrotul Arifah, S.Pd.Jas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Depdiknas pada tahun 2006 mengatakan, Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan adalah suatu mata pelajaran yang diberikan di suatu jenjang sekolah tertentu yang merupakan salah satu bagian dari pendidikan secara keseluruhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk bertumbuh dan perkembangan jasmani mental, sosial dan emosional yang serasi, selaras dan seimbang.

Menurut Sukintaka (2002 : 2) Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan total yang mencoba mencapai tujuan mengembangkan kebugaran jasmani mental, sosial serta emosional bagi masyarakat dengan wahana aktivitas jasmani.

Pembelajaran Pendidikan Jasmani mencakup askep kognitif (pengetahuan) juga mencakup aspek psikomotor (keterampilan). Kedua aspek itu harus seimbang. Dalam Pendidikan Jasmani terdapat cabang- cabang olah raga yang akan dipelajari, salah satunya yaitu cabang atletik. Dalam cabang atletik terdapat nomor jalan dan lari, lompat dan loncat serta nomor lempar dan tolak.

Nomor lompat jangkit pada dasarnya sama dengan nomor lompat jauh. Teknik dasar dalam lompat jauh maupun dalam lompat jangkit yaitu awalan, tumpuan atau tolakan, sikap melayang dan mendarat. Perbedaannya antara lompat jauh dan lompat jangkit terletak pada tumpuan atau tolakan.

Baca juga:  Surat Kabar Online Tingkatkan Kompetensi Reading Siswa

Pada lompat jauh sesudah melakukan gerakan tumpuan anak terus melayang di udara dilanjutkan mendarat, tetapi di dalam lompat jangkit sesudah melakukan tumpuan masih melakukan gerakan lagi yaitu jingkat, melangkah dan melompat.

Hal ini membutuhkan konsentrasi tinggi karena sesudah melakukan tolakan atau tumpuan anak harus melakukan jingkat, melangkah serta melompat.

Gerakan itu dilakukan sambil berlari dan saat berjingkat terjadi perpindahan berat badan dari kaki kiri ke kanan atau sebaliknya. Hal ini jika tidak dilakukan dengan hati-hati dan konsentrasi yang tinggi bisa mengakibatkan cidera.Terutama untuk anak putri ini merupakan hal yang serius. Sehingga dibutuhkan metode supaya pembelajaran lompat jangkit ini bisa dipelajari dengan mudah oleh para siswa, baik putra maupun putri. Peran guru sangat menentukan metode pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran lompat dapat tersampaikan denga mudah dan bisa diterim oleh anak-anak.

Baca juga:  Pembelajaran Aktif Sosiologi dengan Picture And Picture

Dalam pembelajaran lompat jangkit ini penulis memilih menggunakan alat ban bekas sebagai latihan saat melakukan jingkat melangkah serta lompat. Karena bahannya mudah didapatkan. Pada lompat jangkit setelah melakukan tumpuan atau tolakan, anak harus melakukan jingkat melangkah lompat. Misalkan melakukan jingkat dengan kaki kiri maka pola langkahnya adalah kiri-kiri, kanan lompat. Sedangkan kalau dimulai dengan kaki kanan maka pola langkahnya adalah kanan-kanan, kiri lompat.

Untuk mempermudah latihan langkah maka sesudah tumpuan diberi 3 ban bekas untuk melakukan jingkat, melangkah dan melompat. Tiga ban bekas tersebut diletakkan di antara tumpuan lompat jangkit sampai bak pasir. Diharapkan dengan bantuan ban bekas tersebut anak tidak merasa kesulitan bahkan bingung untuk melakukan jingkat, melangkah dan lompat.

Latihan jingkat, melangkah dan melompat menggunakan ban bekas dapat dilakukan berulang-ulang dengan pola kaki yang berbeda atau bergantian dengan jarak tumpuan berbeda juga. Sesudah dirasa anak-anak bisa dan hafal pola langkahnya, maka ban bekas tersebut diambil dan jarak tumpuan ditambah agak jauh. Sebagai tahap terakhir pembelajaran lompat jangkit, anak melakukan lompat jangkit dengan teknik yang benar mulai dari awalan, tumpuan atau tolakan, melayang dan mendarat dengan tepat.

Baca juga:  Mudah Hafal Materi Pelajaran IPS melalui Mind Mapping

Dengan awalan yang bertahap semakin lama awalan semakin jauh dan disesuaikan dengan kemampuan anak-anak dikarenakan baru tahap pemula. Perlu diingatkan berulang kali, saat anak melakukan lompat jangkit harus berhati-hati dan konsentrasi penuh, karena gerakan ini berisiko. Tetapi anak juga tidak harus takut, asal gerakan dilakukan dengan benar dan konsentrasi tinggi tidak akan terjadi hal-hal yang tidak inginkan.

Dari paparan di atas penulis tertarik untuk melakukan pembelajaran lompat jangkit dengan modifikasi ban bekas. Harapannya dengan modifikasi alat pembelajaran ini pembelajaran lompat jangkit menjadi lebih mudah dipahami. Sehingga anak bisa melakukan lompat jangkit dengan mudah dan tujuan pembelajaran juga bisa tercapai. Salam olah raga. (ng1/lis)

Guru SMAN 1 Ngluwar Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya