alexametrics

Efektivitas Pembelajaran TIK melalui Model Kooperatif Tipe Talking Stick

Oleh : Mardiana Sri Mumpuni, S.Kom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada dasarnya pendidikan adalah sebuah proses untuk mengembangkan potensi manusia. Menurut KBBI pendidikan merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Tingkat keberhasilan negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kualitas pendidikan negara tersebut.

Pendidikan di Indonesia bertujuan membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi diri sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Hal ini menuntut pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

Diharapkan adanya pendidikan yang baik agar tercipta generasi penerus bangsa berpendidikan yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

Puskur Diknas (2007) menjelaskan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada saat ini merupakan salah satu bangunan dasar pembentuk masyarakat modern. Sudah banyak negara yang mengarahkan perkembangan masyarakatnya untuk memahami dan menguasai TIK sebagai bagian kurikulum inti di lembaga pendidikan formal. Hal ini terkait untuk meningkatkan peran generasi muda dalam menguasai informasi dan pengetahuan melalui perkembangan TIK.

Baca juga:  Strategi Bimbingan TIK untuk Mendukung PJJ

Slavin (2005 : 4) menjelaskan pembelajaran kooperatif bukanlah gagasan baru dalam dunia pendidikan. Tetapi sebelum sekarang, metode ini hanya digunakan oleh beberapa guru untuk tujuan-tujuan tertentu seperti tugas-tugas atau laporan kelompok tertentu. Namun demikian, penelitian selama dua puluh tahun terakhir telah mengidentifikasikan metode pembelajaran kooperatif dapat digunakan secara efektif pada setiap tingkatan kelas dan untuk mengajarkan berbagai macam pelajaran.

Talking stick adalah salah satu model pembelajaran kooperatif. Suprijono (2010, 109-110) mengemukakan pembelajaran dengan metode talking stick mendorong peserta didik untuk berani mengemukakan pendapat. Talking stick yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai tongkat berbicara. Pembelajaran metode talking stick diawali dengan penjelasan materi dari guru, kemudian guru memberikan tongkat kepada salah seorang siswa yang kemudian siswa tersebut harus menjawab pertanyaan yang diberikan.

Baca juga:  Belajar Menulis Ejaan Mudah Melalui PBL

Tongkat tersebut bergulir dan diiringi oleh musik, ketika musik berhenti maka tongkat juga berhenti. Di saat itulah siswa yang memegang tongkat wajib berbicara dalam arti siswa tersebut harus menjawab pertanyaan. Hal tersebut diulangi terus-menerus sampai semua siswa mendapatkan pertanyaan. Akhir dari pembelajaran tipe talking stick adalah guru memberikan ulasan terhadap jawaban yang dikemukakan siswa dan bersama-sama merumuskan kesimpulan.

Guru selanjutnya meminta kepada peserta didik menutup bukunya. Guru mengambil tongkat yang dipersiapkan sebelumnya. Tongkat tersebut diberikan kepada salah satu peserta didik. Peserta didik yang menerima tongkat tersebut diwajibkan menjawab menjawab pertanyaan dari guru demikian seterusnya. Ketika tongkat bergulir dari peserta didik ke peserta didik lainnya, seyogianya diiringi musik.

Langkah akhir dari metode talking stick adalah guru memberikan kesempatan kepada peserta didik melakukan refleksi terhadap materi yang telah dipelajarinya. Guru memberikan ulasan terhadap seluruh jawaban yang diberikan peserta didik, selanjutnya bersama-sama siswa merumuskan kesimpulan.

Baca juga:  Manejerial Kepala Sekolah Tingkatkan Mutu Pendidikan

Talking stick yang dimasudkan dalam penelitian ini adalah proses belajar mengajar di kelas berorientasi pada terciptanya kondisi belajar yang efektif melalui permainan tongkat yang diberikan dari satu siswa kepada siswa lain. Pada saat guru mengajukan pertanyaan, siswa yang memegang tongkat itulah yang harus menjawab pertanyaan tersebut. Hal ini dilakukan hingga semua siswa berkesempatan mendapat giliran menjawab pertanyaan yang diajukan guru.

Rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick mengalami banyak peningkatan yang luar biasa. Persentase jumlah siswa yang hasil belajarnya pada kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick sangat penting sekali untuk selalu digunakan. Rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick lebih baik daripada rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran ceramah. (*/lis)

Guru TIK SMP Negeri 2 Kalimanah

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya