alexametrics

Meningkatkan Motivasi Pembelajaran Penjaskes dengan Permainan Betengan

Oleh : Herry Rachmanto, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Tujuan pendidikan jasmani bukan hanya mengembangkan ranah jasmani. Tetapi juga aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui kegiatan motivasi jasmani dan olah raga.

Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan motorik kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental- emosional-spiritual dan sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang.

Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan/olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportivitas, jujur, kerja sama dan lain-lain) dari pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan fisik mental, intelektual, emosional dan sosial.

Baca juga:  Demonstrasi Meningkatkan Hasil Belajar Pelayaran Kapal Perikanan

Adapun ruang lingkup pendidikan jasmani meliputi aspek permainan dan olahraga, motivasi pengembangan, uji diri/senam, motivasi ritmik, akuatik (motivasi air) dan pendidikan luar kelas.

Sesuai karakter siswa SMP, usia 12 – 15 tahun cenderung masih suka bermain. Untuk itu guru harus mampu mengembangkan pembelajaran yang efektif, disamping harus memahami dan memperhatikan karakteris dan kebutuhan siswa.

Pada masa usia tersebut seluruh aspek perkembangan manusia baik itu kognitif, psikomotorik dan afektif mengalami perubahan. Perubahan yang paling mencolok adalah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologis. Agar standar kompetensi pembelajaran pendidikan jasmani dapat terlaksana sesuai dengan pedoman, maksud dan juga tujuan sebagaimana yang ada dalam kurikulum, maka guru pendidikan jasmani harus mampu membuat pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Untuk itu perlu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi dalam pembelajaran.

Dalam kegiatan ini dilaksanakan kegiatan outdoor games. Bentuk kegiatan outdoor games yang pertama dilaksanakan bentuk kegiatan yang berorientasi pada melatih kekuatan, kelincahan, kelenturan tubuh disamping juga melatih unsur kognitif dan afektif siswa. Seperti permainan tradisional bentengan. Permainan ini berasal dari permainan anak-anak yang awalnya mempergunakan pohon atau tiang sebagai sarana bentengnya.

Baca juga:  Matras Bidang Miring Tingkatan Ketangkasan Senam Lantai Roll Depan

Supaya ada variasi maka kita kembangkan jenis permainan ini dengan media lain. Prasarana berupa lapangan seluas lapangan basket. Sarananya lima botol bekas minuman, sebagai benteng yang harus direbut dan dilarikan dari daerah musuh. Cara bermainnya sama dengan permainan benteng lainnya. Hanya saja pada benteng ini yang diperebutkan adalah botol bekas minuman. Langkah pertama, peserta dibagi dua regu dengan jumlah sama banyak.

Benteng yang terbuat dari botol bekas minuman berada di belakang regu masing-masing. Tiap regu dibagi 3 kelompok. Kelompok penyerang. Pengecoh lawan dan yang mempertahankan benteng. Regu yang menang adalah regu yang berhasil lebih dahulu merebut seluruh benteng lawan. Bila dibatasi dengan waktu maka regu yang paling banyak mengumpulkan benteng lawan. Dalam kegiatan akhir setelah pemenang diadakan evaluasi sekaligus pemberian motivasi pada mereka yang masih belum maksimal.

Baca juga:  Mendeteksi Kesehatan Hard Disk dengan Program Aplikasi Sentinel

Unsur pendidikan yang didapat adalah pertama unsur kognitif: melatih anak untuk dapat mencermati medan dengan cepat, mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, memprediksi kegagalan, mengantisipasi permasalahan dengan cepat. Kedua, afektif: melatih anak untuk bersikap sportif, fair play, bekerja sama, bersosialisasi. Ketiga psikomotorik. Dengan melakukan kegiatan motivasi jasmani sambil bermain ini anak akan memiliki kemampuan motorik yang tinggi, terdapat unsur-unsur endurance, flexibility, agality, speed, coordination dan accuray.

Dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti pembelajaran penjaskes. Dalam proses pembelajaran penjaskes diperlukan model dan variasi pelajaran. Untuk itu pengajar sebaiknya membuat model ataupun modifikasi pembelajaran, salah satunya adalah dengan pendekatan bermain. (ump1/lis)

Guru Penjasorkes SMP Muhammadiyah 10 Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya