alexametrics

Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Jawa Krama dengan Pecelathon

Oleh: Eka Trisnawati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR bahasa itu sangat sulit,manusia sepanjang hidupnya hampir tidak terlepas dari berkomunikasi. Dalam berkomunikasi, manusia memerlukan sarana dalam mengungkapkan ide gagasan,maksud,isi pikiran,perasaan,dan sebagainya.sarana utama untuk memenuhi keperluan-keperluan tersebut adalah bahasa.

Kebutuhan seseorang terhadap suatu bahasa biasanya tergantung pada sejauh mana aktifitas kesehariaannya yang memaksanya untuk mengaplikasikan bahasa itu sendiri.Bahasa Jawa misalnya, merupakan salah satubahasa yang masih eksis sampai saat ini. Bahasa jawa adalah budaya warisan luhur yang sudah berumur lebih dari 12 abad.

Bahasa jawa bukan hanya sebagai kebanggaan orang yang jawa saja, akan tetapi merupakan kebanggaan bangsa Indonesia. Bahasa Jawa merupakan bahasa tertua di Indonesia yang mempunyai nilai-nilai luhur budaya nasional.

Bahasa jawa bukan merupakan alat komunikasi saja,melainkan lebih dari itu. Dalam bahasa terkandung nilai-nilai budaya yang tinggi. Salah satu nilai dalam bahasa adalah kesatuan. Pada hakikatnya belajar bahasa adalah belajar komunikasi. Seperti pembelajaran bahasa jawa diarahkan kepada peserta didik agar dapat berkomunikasi dalam bahasa jawa yang baik dan benar,baik secara lisan maupun tulisan,serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesustraan manusia jawa.

Baca juga:  Trik Jitu Menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum bagi SD

Seiring dengan semakin seringnya digunakan bahasa jawa pelaksanaan keterampilan berbicara bahasa jawa termasuk sulit diajarkan,karena menuntut kesiapan,mental,dan keberanian siswa untuk dapat tampil didepan orang lain.

Seperti halnya yang terjadi di SDN 02 Penusupan, keterampilan berbicara bahasa jawa krama mengalami penurunan. Penurunan biasa terjadi baik dari segi kemampuan pemahaman siswa terhadap materi berbicara bahasa krama,mengartikan basa krama,menyalin basa ngoko kedalam basa krama,dan lain-lain.

Sehubungan dengan hal ini, berbicara bahasa jawa krama menjadi salah satu problemantika dikelas III SD 02 Penusupan. Di kelas ini,kemampuan siswa sangat minim dalam berkomunikasi bahasa jawa krama. Oleh karena itu ketrampilan bahasa jawa krama di SDN 02 Penusupan harus segera ditingkatkan kembali agar bahasa jawa tetap bisa dan tetap digunakan sebagai bahasa ibu dikalangan para siswa tersebut.

Baca juga:  BK Komprehensif di Masa Pandemi Covid-19

Salah satu cara atau usaha yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa krama adalah dengan menggunakan metode ”Pecelathon” atau dalam bahasa Indonesia di sebut dengan “Percakapan/diolog”. Siswa di ajarkan untuk berdialog secara kelompok atau mebuat suatu drama dengan menggunakan bahasa jawa krama yang baik dan benar.

Dengan berjalannya waktu dan terus berlatih berbahasa jawa krama dengan selalu mebuat dialog-dialog pendek untuk dipraktekakkan di depan kelas ,siswa mulai terlatih dan mulai terbiasa dengan bahasa jawa krama serta terlihat lebih baik dalam pengucapannya.yang tadinya hanya 52% sekarang sudah ada peningkatan menjadi 89%.

Dengan demikian pembelajaran menggunakan metode pecelathon sangat aktif digunakan siswa untuk dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan membiasakan peserta didik mampu berkomunikasi dengan bahasa jawa krama khususnya kepada orang tua. Karena Bahasa Jawa krama memiliki moral yang tinggi serta dapat memperhalus budi pekerti siswa. (bat1/zal)

Baca juga:  Pendekatan CPS Mudahkan Siswa Hadapi Masalah Menulis

Guru SDN 02 Penusupan, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya