alexametrics

Finger Puppet Tingkatkan Keterampilan Bercerita Siswa Sekolah Dasar

Oleh : Suratman, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru profesional diartikan sebagai guru yang berkompeten dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan juga menciptakan iklim belajar yang tidak membosankan dan tercipta produk akhir berkualitas, berkarakter juga mempunyai keterampilan untuk menghadapi kehidupan sehari-hari.

Seorang guru berperan penting dalam kegiatan belajar di kelas setiap hari. Ide-ide kreatif harus diciptakan demi pembelajaran yang akan membawa anak-anak terbius dalam suasana bekajar yang asyik.

Dapat kita lihat bahwa saat ini anak-anak sulit untuk mengeluarkan ide atau pendapatnya dalam sebuah cerita. Anak-anak tidak dapat bercerita mengeluarkan ide yang ada dalam pikirannya. Rendahnya keterampilan bercerita peserta didik di kelas 3 sekolah dasar (SD) ini membuat guru harus menemukan inovasi. Inovasi yang diberin nama finger puppet atau boneka jari. Di sini guru mencoba untuk merangsang ide peserta didik dengan menggunakan media finger puppet agar peserta didik dapat belajar bercerita melalui boneka jari.

Baca juga:  Siap ANBK dengan Quizziz Meningkatkan Efektivitas dan Keaktifan Siswa dalam PJJ

Menurut Mohammad Nur Mustakim (2005: 20), bercerita adalah upaya untuk mengembangakan potensi kemampuan berbahasa anak melalui pendengaran dan kemudian menuturkannya kembali dengan tujuan melatih keterampilan anak dalam bercakap-cakap untuk menyampaikan ide dalam bentuk lisan. Menurut Gunarti dkk (2010 : 5.20) boneka jari adalah boneka yang dapat dimasukkan ke jari tangan, bentuknya kecil seukuran jari tangan orang dewasa.

Jenis boneka yang digunakan adalah boneka jari yang terbuat dari potongan kain flanel. Boneka jari adalah media yang dapat digunakan oleh guru berupa boneka yang terbuat dari kain flanel yang dapat dimasukkan ke jari tangan yang memiliki karakter dan bentuk yang tertentu. Dengan nama lain boneka jari yaitu finger puppet.

Pada awal mula pembelajaran dengan finger puppet, guru memberikan contoh bercerita dengan menggunakan media tersebut. Kemudian peserta didik nantinya juga akan bercerita sesuai keinginan mereka sendiri sesuai imajinasi anak-anak. Guru tidak membatasi tema apa yang akan diceritakan. Guru memberikan kebebasan agar peserta didik dapat berimajinasi sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Di sini guru akan membimbing peserta didik untuk dapat menemukan ide dari cerita mereka.

Baca juga:  Mengoptimalkan Materi PPKn Pada PTMT

Dengan media finger puppet ini siswa akan belajar bercerita dengan menggerakkan tokoh tertentu sesuai karakter yang diinginkan. Guru dalam hal ini hanya sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan media finger puppet dapat meningkatakan komunikasi siswa sehingga keterampilan bercerita mereka semakin baik. Kosakata pun bertambah seiring penggunaan media tersebut.

Keterampilan bercerita memerlukan pengalaman serta kemampuan berpikir yang memadai. Dengan penggunaan finger puppet tersebut peserta didik SDN Wonolelo 3 akan mempunyai pengalaman serta akan terasah ketepatan bahasanya. Di sini guru tetap membimbing peserta didik jika ada kosakata ataupun kalimat yang kurang tepat.

Kelancaran dalam menyampaikan kalimatpun terus meningkat dengan penggunaan finger puppet ini. Dengan penggunaan finger puppet secara terus-menerus siswa akan lebih terampil dalam keterampilan bercerita sehingga keterampilan bercerita mereka akan lebih meningkat lagi.

Baca juga:  Belajar Pemanfaatan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat dengan CTL

Tentunya guru harus membuat finger puppet tersebut dalam beraneka macam karakter sehingga siswa tidak bosan menggunakannya. Sesuai dengan dunia anak yang ceria maka tak lupa untuk membuat karakter boneka yang ceria dan mempunyai nilai positif dalam dunia anak- anak. Media ini juga dapat digunakan di kelas lain dengan menyesuaikan karakter pada kelas tersebut. (gr1/lis)

Guru SDN Wonolelo 3, Sawangan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya