alexametrics

Meminimalkan Pengaruh Buruk Gadget Terhadap Prestasi Belajar Anak SD

Oleh : Setiyono, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tidak dapat dipungkiri di zaman sekarang perkembangan serta kemajuan teknologi sangat pesat. Khususnya teknologi komunikasi. Perkembangan tersebut berdampak besar dalam kehidupan. Maraknya penggunaan teknologi menjadikan seseorang bergantung pada teknologi tersebut. Saat ini penggunaan teknologi tidak hanya dimanfaatkan oleh orang dewasa, namun anak-anak juga sudah menguasai teknologi. Seperti halnya teknologi gadget.

Dengan merambahnya teknologi gadget pada anak usia sekolah dasar, akan berdampak tidak baik apabila tanpa pendampingan serta pengawasan dari orang tua. Anak dapat mengakses segalanya dari gadget tanpa memilah apakah yang diakses tersebut bermanfaat bagi dirinya atau tidak. Mereka menggunakan gadget untuk bermain game online.

Apabila hal ini terus-menerus dibiarkan akan mengganggu kegiatan belajar siswa yang juga berpengaruh pada prestasi belajar anak. Waktu yang seharusnya digunakan anak untuk belajar, justru digunakan untuk main game. Ini akan sangat mengganggu kegiatan belajar pada anak karena menyebabkan anak akan malas belajar.

Baca juga:  Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Program Linear

Belajar adalah perubahan dalam diri seseorang yang dapat dinyatakan dengan adanya penguasaan pola sambutan yang baru berupa pemahaman, keterampilan dan sikap sebagai hasil proses pengalaman yang dialami (Suardi, 2018:11). Hal tersebut bukan sepenuhnya kesalahan pada anak. Kebiasaan orang tua yang terlalu sering membiarkan anaknya memegang gadget untuk menenangkan mereka di saat rewel ataupun menyibukkan anak agar tidak mengganggu saat orang tua sibuk.

Karena kebiasaan tersebut, anak yang seharusnya dapat fokus belajar, namun dengan kebiasaan bermain game online dapat menyebabkan anak menjadi malas belajar, sehingga akan mempengaruhi prestasi belajar di sekolah. Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat yang mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu (Tirtonegoro, 2001:43).

Baca juga:  Peranan Media Gambar dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran PPKn

Jika hal ini terus-menerus dibiarkan akan berdampak buruk bagi perkembangan belajar anak usia sekolah dasar. Selain menjadi kecanduan game online yang sering dimainkan di gadget dan malas belajar, tanpa disadari hal tersebut akan berpengaruh terhadap prestasi belajar anak di usia SD.

Untuk mengatasi hal tersebut, peran orang tua maupun orang dewasa lainnya di sekitar anak menjadi sangat penting untuk membimbing mereka agar penggunaan gadget pada anak tidak sampai menurunkan prestasi belajar.Yang harus dilakukan oleh orang tua adalah mengupayakan agar penggunaan gadget tidak membuat anak menjadi kecanduan sehingga mereka tidak menghabiskan waktunya untuk bermain game dengan gadget.

Ada beberapa solusi atau kiat yang bisa kita lakukan sebagai orang tua agar anak tidak kecanduan gadget. Di antaranya menentukan waktu kapan anak boleh mengunakan gadget dan kapan waktunya belajar. Dalam hal ini membutuhkan waktu untuk melatih kedisiplinan anak, namun dituntut juga konsekuensi dari orang tua.

Baca juga:  Tingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dengan Quiziz

Karena orang tua juga harus memberikan contoh untuk tidak sembarangan menggunakan gadget sehingga ada teladan bagi anak. Cara lain yang bisa dilakukan adalah mengarahkan penggunaan gadget untuk sarana belajar dan mengasah keterampilan. Misalnya permainan yang bisa merangsang daya ingatnya atau mencocokkan gambar, berhitung atau permainan tradisional.

Pemanfaatan gadget terutama pada usia sekolah dasar meningkatkan motivasi jika sesuai dengan porsi usia mereka sehingga mereka dapat secara dini mengenal teknologi namun diharapkan tidak menimbulkan efek negatif yang pada akhirnya bisa menurunkan prsetasi belajar.
Pada intinya peran orang tua sangat menentukan untuk meminimalisasi dampak negatif penggunaan gadget pada anak sekolah dasar. Sehingga penggunaannya tidak sampai mempengaruhi hasil atau prestasi belajar siswa. (gr1/lis)

Guru SDN Wonolelo 3, Sawangan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya