alexametrics

Bimbingan Kelompok Teknik Fishbowl Bantu Siswa Mengambil Keputusan Studi Lanjut

Oleh : Lani Zinddy Utomo, S.Pd, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semester dua bagi anak kelas XII menjadi waktu yang begitu penting karena berkenaan dengan penentuan kelulusan dan studi lanjut. Pada watu waktu tersebut anak kelas XII menjadi gamang dalam menentukan keputusan untuk studi lanjutnya. Pengambilan keputusan studi lanjut pada jenjang SMA merupakan suatu periode krusial karena akan membentuk jalur yang akan dilalui individu dalam kehidupannya.

Pilihan ini menentukan aspek-aspek mana dari potensi individu yang harus dikembangkan, tipe alternatif yang dianggap memungkinkan untuk dijalani, dan gaya hidup yang akan diikuti. Hal tersebut menyebabkan tidak semua remaja dapat dengan mudah mengambil keputusan karir, dan banyak diantara mereka mengalami episode keraguan sebelum mantap pada suatu jalur karir. Syamsi (2000:5) menyatakan pengambilan keputusan adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tidak boleh sembarangan, artinya kegiatan ini dilakungan dengan sengaja dan tidak secara kebetulan.

Terkait dengan pencegahan adanya pengabilan keputusan studi lanjut yang kurang tepat di SMAN I Bergas, layanan bimbingan kelompok merupakan satu diantara beberapa jenis layanan bimbingan dan konseling yang dapat diandalkan. Sehingga individu dapat berkembang sesuai dengan perkembangannya dan masalah yang dihadapi dapat terentaskan.

Baca juga:  Whatsapp Group Mempermudah Anak Mengekspresikan Cerita Fabel

Layanan bimbingan kelompok ini mengaplikasikan teknik Fishbowl dalam tahap kegiatannya. Preosedur dan langkah dalam teknik Fishbowl ini adalah sebagai berikut : Fasilitator membentuk dua kelompok, menentukan yang menjadi kelompok dalam (diskusi) dan kelompok luar (pengamat).

Menyiapkan tempat duduk di ruangan berbentuk lingkaran dengan yang di pusat adalah kelompok dalam terdiri dari 5-7 (lebih kecil dibandingkan kelompok luar). Dipersiapkan juga dua kursi kosong untuk kursi fasilitator dan satunya adalah kursi kosong (empty chair).
Fasilitator mengatur jalannya teknik fishbowl, menetapkan peran dan aturan keterlibatan, memimpin dan mengelola percakapan melalui serangkaian pertanyaan yang diarahkan dalam kelompok diskusi, membangun strategi pendekatan kepada kelompok pengamat untuk merekam hasil diskusi, merangkum kerja kelompok dan menutup proses.

Baca juga:  Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik dengan Konseling Singkat Berfokus Solusi

Anggota kelompok dalam (diskusi) memulai diskusi dengan topik yang telah ditentukan. Siswa dalam sub kelompok (luar) pengamat yang duduk melingkari sub kelompok diskusi mendengar, mengamati, serta mencatat hal-hal yang berkaitan dengan materi yang sedang didiskusikan oleh subkelompok diskusi.

Setelah selesai seluruh peserta menganalisis dan mendiskusikan lebih mendalam, alasan, tujuan, hal yang bersangkut paut dengan sikap setuju atau menentang. Tiap peserta diberikan kesempatan untuk mengemukakan analisisnya. Sementara subkelompok diskusi mendiskusikan masalah, kelompok pendengar yang ingin menyumbangkan pikiran dapat masuk duduk menempati kursi kosong. Apabila ketua diskusi mempersilakan berbicara, ia dapat langsung berbicara, dan meninggalkan kursi selesai berbicara.

Apabila pandangan orang yang duduk di tengah tersebut telah dipahami oleh semua anggota kelompok dia meninggalkan kursi dan digantikan oleh orang yang lain untuk kesempatan yang sama. Setelah itu semua pandangan didiskusikan sampai ditemukan cara yang dipandang paling tepat.

Teknik fishbowl diasumsikan dapat mengembangkan keterampilan pengambilan keputusan dikarenakan di dalam teknik ini terdapat beberapa prosedur yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Yakni di kelompok pengambil keputusan duduk pada suatu lingkaran, dan di tengah lingkaran ditaruh sebuah kursi. Seseorang duduk di kursi tersebut hanya dia lah yang boleh bicara untuk mengemukakan pendapat ide dan gagasan tentang suatu permasalahan.

Baca juga:  Atasi Tantangan Siswa Setelah Lulus Sekolah dalam Menentukan Karir dengan Bibliokonseling

Para anggota lain mengajukan pertanyaan, pandangan dan pendapat. Apabila pandangan orang yang duduk di tengah tersebut telah dipahami oleh semua anggota kelompok dia meninggalkan kursi dan digantikan oleh orang yang lain untuk kesempatan yang sama. Setelah itu semua pandangan didiskusikan sampai ditemukan cara yang dipandang paling tepat.

Dengan diterapkannya teknik fishbowl ini ke dalam kegiatan bimbingan kelompok fungsinya sebagai media yang diharapkan nantinya mampu memberikan pengalaman kepada anggota kelompok untuk mendalami pengetahuan dan wawasan yang dibutuhkan guna pengambilan keputusan studi lanjut. (nov1/lis)

Guru BK SMAN 1 Bergas, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya