alexametrics

Semangat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Oleh: A. Hari Pamuji, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Satu tahun lebih pandemi Covid-19 sudah berjalan di negeri ini dan selama itu pula sekolah tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka. Banyak ‘teriakan’ dari sebagian kalangan, baik itu guru, orangtua murid, murid dan masyarakat agar sekolah segera dibuka dan bisa belajar tatap muka. Orangtua murid mengeluhkan kerepotan dalam mendampingi anak belajar di rumah sepanjang waktu. Murid-murid mengeluhkan bosan belajar di rumah dan rindu bertemu guru dan teman-teman di sekolah.

Merespon banyak ‘teriakan’ tersebut, pemerintah berupaya mendorong agar sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menggenjot program vaksinasi terhadap semua warga pelayan pendidikan. Dengan tervaksinnya semua pendidik dan tenaga kependidikan, diharapkan resiko paparan Covid-19 lebih kecil dan pembelajaran bisa dilaksanakan dengan lebih aman bagi kesehatan.

Sekolah yang memiliki jumlah murid lebih dari 18 murid dalam setiap rombongan belajarnya harus melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan shifting untuk mencukupi kebutuhan ruang kelasnya. Shifting dilakukan dengan bergiliran menggunakan ruang kelas yang sama dengan jadwal diatur karena kapasitas daya tampung ruang kelas dibatasi hanya untuk maksimal 18 murid agar physical distancing bisa terjaga. Dengan shifting, pembelajaran tatap muka tentu tidak bisa dilaksanakan dengan durasi yang sama seperti pola lama.

Baca juga:  Menggugah Semangat Pembelajaran dengan Matematika Aplikatif

Dengan terbatasnya waktu tatap muka di sekolah, murid tidak cukup diberikan pengalaman belajar hanya pada saat tatap muka saja. Masih banyak waktu di luar sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk mendapat pengalaman belajar. Hal itu bisa dimanfaatkan guru untuk memberikan penugasan mandiri yang bisa dilakukan murid secara individu. Tugas tersebut bisa berupa riset lingkungan, proyek sederhana, eksperimen di alam sekitar, maupun portofolio. Dengan hasil dari belajar mandiri di rumah, murid bisa membawa ke sekolah untuk kegiatan presentasi dan diskusi saat belajar tatap muka.

Sangat disayangkan jika pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan menggunakan metode ceramah dan pola belajar berpusat pada guru. Kesempatan bertemu tatap muka sangat singkat dibandingkan pembelajaran terdahulu, tentunya waktu singkat tersebut sangat berarti bagi murid untuk mendapatkan pengalaman belajar yang efektif.

Baca juga:  Video Demonstrasi Tingkatkan Kreativitas Peserta Didik

Usaha yang tidak mudah dan banyak risiko kesehatan yang diperhitungkan dalam membuka sekolah kembali takkan menjadi sia-sia jika murid menjadi pusat pembelajaran dan selalu mendapat pengalaman belajar yang bermakna.

Murid belajar dari drilling hafalan konten buku dan modul merupakan pola belajar lama yang banyak dilakukan pada masa sebelum pandemi. Sebelumnya, hal ini dinilai perlu dilakukan untuk membekali anak agar bisa mendapat nilai yang memuaskan pada saat tes ujian. Banyak yang beranggapan bahwa semakin banyak hafalan dan terlatih dalam menjawab soal tes, semakin tinggi nilai yang murid dapat pada saat ujian dan bisa lulus sekolah.

Belajar tatap muka saat pembukaan sekolah kembali dengan pola menghafal materi dan drilling soal juga perlu dipertimbangkan. Menghafal materi dan latihan soal bisa dilakukan murid secara mandiri dan individu. Jika pertemuan tatap muka diisi dengan kegiatan tersebut, hal ini sangat disayangkan keefektifan dan kebermanfaatannya.

Baca juga:  Virtual Laboratory untuk Pratikum Fisika di Masa Pandemi

Di samping itu, Ujian Nasional yang dulu menjadi syarat kelulusan murid sudah ditiadakan dan dinilai tidak sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional yang membuat murid belajar hanya untuk ujian dan latihan soal.

Mari mulai perubahan dari diri kita sebagai pembelajar dan sekolah kita sebagai rumah belajar. Pandemi Covid 19 ini tentu telah memberikan kita momentum untuk berefleksi dan introspeksi bersama. Beradaptasi dengan kebiasaan baru pasti tidak mudah, penuh kegagapan dan ketidaknyamanan. Bersama kita buka lembaran baru dari perjalanan belajar dengan membuka sekolah kembali untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan aman bagi murid-murid generasi penerus bangsa.

Sekolah kita yang baru hadir dengan adaptasi kebiasaan baru dan pola pembelajaran baru untuk tranformasi pendidikan Indonesia yang lebih baik. Semoga pandemi ini segera berakhir dan dunia pendidikan kita kembali ke arah yang lebih baik. (pb1/ton)

Kepala Sekolah SDN 1 Karanggedang Kec. Karanganyar, Kab. Purbalingga.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya