alexametrics

Supervisi Kepala Sekolah Tingkatkan Kinerja Guru dalam Pembelajaran

Oleh : Sri Rejeki S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Guru SDN 05 Kejene, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, perlu pembinaan secara terus menerus dan berkesinambungan, dalam mewujudkan profesionalismenya. Tidak semata-mata meningkatkan kompetensinya, tapi juga meningkatkan kedisiplinan, motivasi, pemberian bimbingan melalui supervisi, pemberian insentif, gaji yang layak, sehingga guru nyaman sebagai pendidik.

Salah satu faktor yang menjadi tolak ukur keberhasilan sekolah adalah kinerja guru dalam supervisi. Kepala sekolah sebagai supervisor dalam dunia pendidikan mempunyai peranan penting dalam membina, meningkatkan kualitas pengajaran dan pengetahuan, memotivasi serta peningkatan kualitas guru. Terlebih sekarang, pembelajaran abad 21, menuntut guru lebih profesional, tidak hanya bisa mengajar, tetapi harus mampu menguasai berbagai alat teknologi modern dalam kegiatan pendidikan.

Di era abad 21, siswa dapat mandiri belajar, kapanpun dan dimanapun. Tentunya, sekolah juga mengalami transformasi peran. Siswa harus diberi kesempatan untuk berperan lebih aktif, baik dalam bentuk simulasi, eksplorasi, atau kesempatan untuk menghayati belajar dari kehidupan nyata. Dengan begitu, terbuka peluang baginya untuk berlatih membuat prediksi dan menanggulangi satu situasi.

Baca juga:  Membangun Rasa Percaya Diri pada Peserta Didik

Metode ceramah harus dikurangi dan diimbangi dengan metode lain yang memberikan kesempatan kepada peserta didik berperan lebih aktif. Seperti, seminar dan pengahayatan pengalaman yang direncanakan. Hal ini sesuai dengan paradigma baru dunia pendidikan yang menekankan pada pendekatan yang berorientasi pada siswa (student oriented approach), bukan pendekatan yang berfokus pada guru. Sehingga, fokus kegiatan pembelajaran di sekolah adalah siswa, bukan guru.

Dari sudut proses pembelajaran perkembangan dan pola perubahan yang terjadi di masyarakat, dibagi menjadi tiga, yakni masyarakat agrikultural, masyarakat industrial, dan masyarakat pembelajar (learning society).

Era learning society telah memungkinkan siswa belajar berbagai macam ilmu pengetahuan kapan dan dimana tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Siswa dapat mengakses media internet, tanpa kehadiran guru di depannya. Bisa saja seorang guru tertinggal dari siswanya, manakala guru tidak update keilmuannya.

Masyarakat saat ini telah mengalami perubahan yang sangat cepat, sehingga berdampak pada proses pembelajaran generasi ‘modern’. Perubahan ini didorong oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Oleh karenanya, agar guru tetap dapat berperan dalam era society abad 21, maka harus dapat melakukan transformasi diri.

Baca juga:  Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis Teks Procedure dengan Metode CIRC

Guru dituntut dapat menuangkan pembelajarannya dalam bentuk buku elektronik ataupun dalam bentuk animasi interaktif, menarik dan bermutu, sehingga dapat diakses oleh siswanya. Salah satu upaya peningkatan profesionalime guru adalah melalui supervisi pengajaran. Pelaksanaan supervisi pengajaran perlu dilakukan secara sistematis oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Dalam pelaksanaannya, baik kepala sekolah dan pengawas menggunakan lembar pengamatan yang berisi aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kinerja guru dan kinerja sekolah. Untuk mensupervisi guru, digunakan lembar observasi berupa alat penilaian kemampuan guru (APKG). Sedangkan untuk supervisi kinerja sekolah dilakukan dengan mencermati bidang akademik, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana dan prasarana, serta hubungan masyarakat.

Implementasi kemampuan profesional guru mensyaratkan guru agar mampu meningkatkan peran yang dimiliki, baik sebagai informatory (pemberi informasi), organisator, motivator, director, inisiator (pemrakarsa inisiatif), fasilitator, mediator, dan evaluator sehingga diharapkan mampu mengembangkan kompetensinya.

Baca juga:  Model Inquiry Meningkatkan Keaktifan Siswa Belajar Bahasa Inggris

Oleh karena itu, keterkaitan berbagai komponen pendidikan sangat menentukan implementasi kemampuan guru agar mampu mengelola pembelajaran yang efektif, selaras dengan paradigma pembelajaran yang direkomendasiklan Unesco. Yakni, belajar mengetahui (learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be).

Sarana prasarana yang ada di sekolah juga harus segera diperbaharui. Khususnya menyangkut teknologi informasi dan komunikasi. Guru abad 21 harus dapat menggeser paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada guru, menuju yang berpusat pada siswa. Tantangannya harus dihadapi sehingga guru senantiasa meng-update pengetahuannya untuk menjadi guru yang profesional di abad 21. (rn2/ida)

Kepala SDN 05 Kejene, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya