alexametrics

E-Modul Bikin Mantul

Oleh : Kartika S.Kom M.Kom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Jarak Jauh (PJJ) kembali diberlakukan. Ada guratan sedih di mata peserta didik dan para guru. Setelah sempat mengecap indahnya kebersamaan dalam pelajaran Tatap Muka (PTM). Seiring bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19, pembelajaran harus dilkukan secara daring.

Setelah lebih dari dua tahun melakukan pembelajaran secara daring, sudah banyak cara dan upaya yang dilakukan dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Seperti pada awal menggunakan Learning Management System (LMS), dan sekarang sudah semakin mahir menggunakan aplikasi LMS.

Pada awalnya setiap akan melakukan proses penilaian, guru sibuk melakukan fotokopi soal. Saat ini sudah senang bermain dengan Google Form ataupun aplikasi lainnya yang bisa digunakan untuk proses penilaian online.

Namun dari sekian banyak upaya yang telah dilakukan, masih ada kendala. Salah satunya masih sulit mengatasi keaktifan peserta didik dalam pembelajaran online. Peserta didik lebih cuek dengan kewajiban pelajar. Mereka beranggapan, sekolah libur karena adanya pandemi.

Baca juga:  Belajar Menggambar Poster Metode Android

Walau demikian, peserta didik yang mengikuti pembelajaran online hanya mengerjakan tugas atau soal yang diberikan oleh guru mapelnya. Mereka tidak membaca dan memperhatikan materi yang berkaitan dengan tugas atau soal yang diberikan. Sehingga tugas atau soal yang dikerjakan secara asal-asalan dan ujung-ujungnya kompetensinya tidak tercapai.

Penggunaan e-modul dalam pembelajaran online menjadi salah satu pilihan tepat untuk megatasi masalah tersebut. Menurut Akedimisi Informatian and Communication (ICT) for Education yang merupakan staf pengajar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Munir, Elektronik Modul (E-modul) adalah karya tulis dan karya cipta dari sebuah ide kreatif dan inovatif dalam proses belajar mengajar berbasis elektronik.

Penggunaan e-modul dalam proses pembelajaran sangat relevan dengan model pembelajaran online. E-model dapat dibuka kapan saja dan dimana saja atau bersifat online. Di samping itu, dapat memasukkan konten-konten menarik semisal gambar, suara rekaman, dan video. Bahkan dapat memasukkan proses penilaian terhadap materi dalam e-modul yang tentu saja penilaiannya bersifat online. Secara keseluruhan materi e-modul dapat menarik perhatian peserta didik untuk membaca atau melakukan literasi.

Baca juga:  Pembelajaran Daring Seni Budaya Berbasis Project Based Learning di SMP Negeri 2 Wonosegoro

Pembuatan e-modul sangat mudah. Banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan baik yang bersifat online maupun offline. Salah satu aplikasi pembuatan e-modul secara online adalah BookCreator.com. Penggunaannya mudah dengan template yang cukup lengkap. Bukan hanya berbasis online, e-modul juga dapat dibuat dengan aplikasi sederhana semisal Microsoft PowerPoint saja sudah bisa membuat e-modul.

Namun, dalam proses pembuatannya, penyusunan e-modul harus melibatkan ide kreatif dan inovatif dari guru agar peserta didik mampu menangkap materi dengan lebih baik dan menyenangkan. Serta mempunyai karakteristik, yakni mampu membelajarkan diri sendiri, tujuan awal dan akhir penyusunan modul harus dirumuskan secara jelas dan terstruktur.

Materi dikemas dengan unit-unit kecil dan tuntas, materi yang up to date dan kontekstual, menggunakan bahasa yang sederhana, lugas dan komunikatif, terdapat rangkuman materi pembelajaran serta tersedianya instrumen penilaian yang memungkinkan peserta melakukan penilaian diri sendiri.

Baca juga:  Discovery Learning IPA Berbantuan Puzzle

Maka dari itu, mari kita asah semua kreativitas yang kita miliki untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan baik untuk peserta didik maupun untuk kita sendiri. Tentu saja modul yang dibuat harus tetap mengandung materi yang sesuai dengan isi kurikulum. (wa1/ida)

Guru SMP Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya