alexametrics

Blog sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh : Dra. Siti Waliatul Rochmah, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pada awal 2022 pemerintah mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Semua satuan pendidikan yang berada di wilayah dengan status PPKM level 1, 2, dan 3 diwajibkan memulai PTM terbatas mulai Januari 2022. Namun bulan Februari, terutama di Jawa Tengah, kembali dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hal ini menjadi tantangan bagi guru dalam memberikan layanan kepada peserta didik. Guru dituntut lebih kreatif dalam memberikan pelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran agar peserta didik tidak jenuh.

Menurut Sujana dkk. (2002:2) manfaat media pembelajaran sebagai berikut : pertama, pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi. Kedua, bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik. Ketiga, metode mengajar akan lebih bervariasi tidak semata-mata komunikas verbal melalui peraturan kata-kata oleh guru sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Keempat, siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan.

Baca juga:  Dengan Media Diorama Menulis Teks Diskusi Jadi Berirama

Selama PJJ, SMA Negeri 1 Mertoyudan mewajibkan guru menggunakan media pelajaran berupa aplikasi Microsoft 365 yang bisa divariasikan dengan aplikasi atau media yang lain seperti WhatsApp, quizizz, google form, Woka, YouTube, atau blog. Salah satu cara yang penulis gunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Mertoyudan adalah dengan memberikan pelajaran melalui Microsoft 365 yang divariasikan dengan blog pribadi.

Blog adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan pada sebuah halaman web (Wikipedia). Blog memberi kemudahan bagi penulis dalam mentransfer ilmu. Konten yang ada di blog tidak akan hilang dan bisa digunakan selamanya. Bila ada yang perlu diperbaiki, penulis tinggal mengedit konten tersebut.

Fokus utama blog adalah konten. Konten harus sesuai dengan KD yang diajarkan, bisa memotivasi peserta didik untuk belajar lebih baik, dan memudahkan guru dalam mengajar. Guru adalah content creator terbaik yang paling mengerti apa yang dibutuhkan oleh peserta didik. Maka, penting bagi guru untuk memiliki blog pribadi karena konten yang disajikan bisa disesuaikan dengan karakteristik peserta didik.

Baca juga:  LMS Scholoogy di Era Pembelajaran Jarak Jauh

Walaupun sederhana, blog sangat membantu dalam PJJ. Sesuaikan konten atau materi dalam blog dengan kompetensi dasar setiap kelas. Bila guru rajin mengisi konten sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diajarkan, tentu sangat membantu dalam pemberian materi dalam PJJ. Guru tinggal memberikan tautan blog sesuai materi yang disajikan. Setelah peserta didik mempelajari materi melalui blog pribadi guru, pelajaran bisa dilanjutkan dengan dialog, tanya jawab, atau diskusi melalui chatting di Microsoft 365.

Agar peserta didik mudah dalam memahami materi, lebih baik setiap konten tidak terlalu panjang. Guru bisa menautkan konten yang saling berhubungan. Misalnya dalam pelajaran bahasa Indonesia materi teks editorial kelas XII, guru membuat konten pengertian dan ciri teks editorial, struktur teks editorial, kebahasaan teks editorial, mengevaluasi struktur teks editorial, dan merancang teks editorial. Setiap konten saling ditautkan agar peserta didik lebih mudah membuka materi tersebut dengan cepat.

Penulis memilih blog pribadi sebagai media dalam PJJ karena blog memiliki kelebihan sebagai berikut: mudah dalam pembuatannya, mudah dalam mengisi konten, mudah dalam menyisipkan gambar atau video pendek. Mudah menautkan dengan Microsoft 365, channel YouTube, atau yang lain. Mudah diakses berulang-ulang oleh peserta didik. Melalui statistik dalam blog, penulis bisa melihat jumlah pengunjung saat itu pada konten tertentu. Dengan demikian penulis bisa mengecek berapa orang yang mengunjungi blog.

Baca juga:  Peningkatan Literasi Siswa Melalui Membaca Ekstensif

Konten merupakan hal terpenting dalam blog. Karena melalui konten tersebut penulis menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Konten atau materi pelajaran yang akan diunggah bisa ditulis langsung di blog, bisa juga ditulis dahulu di MS Words kemudian di-copy paste di blog. Bila akan menambah gambar, video, YouTube, Microsoft 365, atau google form, bisa disisipkan atau ditautkan pada konten tersebut.

Jika blog bisa dimanfaatkan maksimal oleh guru, tentu pembelajaran akan lebih menarik bagi peserta didik. Peserta didik akan lebih bergairah dalam mengikuti pelajaran dalam PJJ ini. Selamat mengisi konten blog dengan materi pelajaran. (gr1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Mertoyudan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya