alexametrics

Peningkatan Pembelajaran Lompat Jauh melalui Pendekatan Bermain pada Sekolah Dasar

Oleh : Yulianto, S.Pd.Jas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan melalui aktivitas jasmani. SK Mendikbud Nomor 413/U/1987 menyebutkan pendidikan jasmani adalah bagian yang integral dari pendidikan melalui aktivitas jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, neuromuscular, intelektual, dan emosional. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas fisik melalui kegiatan fisik yang dilakukan secara benar, teratur dan terukur. Yaitu melakukan latihan fisik atau latihan kesegaran jasmani.

Atletik merupakan salah satu materi pendidikan jasmani yang efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan siswa. Menurut Yudha (2001:1) istilah atletik berasal dari bahasa Yunani yaitu athlon atau athlum. Kedua kata tersebut mengandung makna : pertandingan, perlompatan, pergaulan atau perjuangan. Orang yang melakukan kegiatan atletik dinamakan athlete, atau dalam bahasa Indonesia disebut atlet. Jadi atletik merupakan salah satu aktivitas fisik yang diperlombakan atau dipertandingkan dalam bentuk kegiatan jalan, lari, lempar, dan lompat.

Baca juga:  Memotivasi Siswa Menyukai Olahraga dengan Permainan Tradisional

Lompat jauh adalah salah satu nomor lompat dari cabang atletik yang dajarkan dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah. Menurut Muhajir (2006:40) tujuan lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik tertentu ke bak pendaratan, dengan cara berlari secepat-cepatnya kemudian menolak, melayang di udara, dan mendarat.

Menurut Eddy Purnomo (2011:96), ada beberapa gaya yang terdapat dalam lompat jauh. Yakni gaya jongkok, gaya berjalan di udara, dan gaya menggantung. Agar siswa dapat menguasai lompat jauh dengan benar perlu mengetahui tahapan lompat jauh yang benar. Tahapan-tahapan lompat jauh meliputi : awalan, tolakan, melayang, dan pendaratan. Tujuan dari ketiga gaya tersebut adalah sama yaitu dapat melakukan lompat sejauh-jauhnya. Banyak faktor yang menentukan prestasi dalam lompat jauh, di antaranya : kecepatan, power tungkai, dan koordinasi lengan dan kaki.

Menurut Yudha (2004:6) bermain adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. Bermain yang dilakukan secara tertata, mempunyai manfaat yang besar bagi perkembangan siswa. Badrut Tamam (2009:1) mengatakan pendekatan bermain diberikan untuk anak prasekolah, taman kanak-kanak, dan anak usia SD. Pendekatan bermain efektif karena dapat meningkatkan kemampuan kognitif, memenuhi perasaan ingin tahu, kemampuan inovatif, kritis, dan kreatif, juga membantu mengatasi perasaan bimbang dan tertekan.

Baca juga:  Manfaat Permainan Bola Besar dalam Melatih Sifat Kegotongroyongan Siswa

Tujuannya, meningkatkan hasil dari proses pembelajaran lompat jauh melalui pedekatan bermain pada sekolah dasar. Manfaatnya, bisa menambah wawasan bagi semua unsur pendidikan terutama pendidikan jasmani serta sebagai referensi guru untuk kegiatan selanjutnya. Salah satu pembelajaran lompat jauh yang berorentasi pada pengalaman sehari-hari dan menerapkan lompat jauh dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan pendekatan bermain.

Langkah selanjutnya guru menyusun rencana pembelajaran lompat jauh yang disesuaikan dengan pendekatan bermain. Kemudian dikonsultasikan kepada ahli dalam pembelajaran lompat jauh untuk selanjutnya digunakan dalam implementasi tindakan. Pada tahap perencanaan ini, juga menentukan teman sejawat sebagai kolabolator selama tindakan berlangsung.

Tindakan dimulai dengan persiapan sebelum kegiatan. Yaitu guru mengondisikan siswa SDN Sutopati 2 agar siap mengikuti pembelajaran, mengabsen, dan memberikan pemanasan. Kegiatan inti dengan memberikan latihan lari dan melompat melalui permainan masuk lorong, melompati kardus dan lari melompati simpai. Serta pembelajaran teknik atau sikap lompat jauh. Kegiatan akhir mengadakan evaluasi pembelajaran. Ditutup dengan pendinginan dan dibubarkan.

Baca juga:  Blended Learning Meningkatkan Efektivitas PTM Terbatas

Indikator keberhasilan tindakan dalam kegiatan ini adalah meningkatkan proses pembelajaran lompat jauh melalui pendekatan bermain yang dapat dilihat pada perolehan nilai siswa secara individual yang didasarkan pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Didukung dengan perolehan nilai ketuntasan secara klasikal. Teknik analisis data yang digunakan dalam menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam adalah dengan bentuk penentuan batas nilai poin yang didapat oleh siswa, dan persentase penguasaan kegiatan secara individual dan klasikal. (mn2/lis)

Guru PJOK SDN Sutopati 2, Kec. Kajoran, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya