alexametrics

Diskusi dengan Pembelajaran Example Non Example

Oleh: Sri Maryanti, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SDN 2 Selokaton Sukorejo Kendal termasuk salah satu SD yang mendapatkan ijin dari Disdikbud Kendal untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka 100%. Namun kegiatan pembelajaran di Kelas V SDN 2 Selokaton Sukorejo Kendal Tahun Pelajaran 2021/2022 mapel IPS pada KD 3.1 Mengidentifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi, serta transportasi belum efektif.

Hasil penilaian belum memuaskan karena dari 22 siswa yang tuntas belajar (KKM 70) hanya 9 siswa atau 41%, sehingga 13 siswa atau 59% siswa belum tuntas belajar, rata-rata nilai 62, nilai tertinggi 80, dan nilai terendah 40. Selama proses pembelajaran siswa terkesan tidak memperhatikan penjelasan guru, bahkan ada di antaranya bermain-main sendiri, tidak ada siswa yang bertanya dan jika ditanyapun tidak ada yang menjawab.

Untuk memecahkan permasalahan ini, penulis menerapkan metode diskusi dengan model Example Non Example. Keunggulan metode diskusi antara lain Memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara langsung. Dapat digunakan secara mudah. Mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, demokratis, dan kemampuan berbicara. Memberikan kesempatan siswa untuk menguji, mengubah dan mengembangkan pandangan, nilai, dan keputusan; (5) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami kebutuhan memberi dan menerima.

Baca juga:  Terapkan Pembelajaran TS-TS pada Materi Sujud Lebih Efektif

Menguntungkan para siswa yang lemah dalam pemecahan masalah, karena pemecahan masalah oleh kelompok lebih cepat dan tepat daripada pemecahan perorangan (Martin, 1997). Kelebihan pembelajaran Example Non Example adalah Siswa lebih kritis dalam menganalisis. Siswa mengetahui aplikasi dari materi. Siswa diberi kesempatan berpendapatnya (Supriyono, 2009).

Example Non Example merupakan model pembelajaran yang menggunakan gambar sebagai media pembelajaran dalam penyampaian materi bertujuan mendorong siswa untuk belajar berpikir kritis dengan memecahkan permasalahan-permasalahan yang terkandung dalam gambar. Penggunaan media gambar disusun dan dirancang agar siswa dapat menganalisis gambar tersebut menjadi sebuah bentuk diskripsi singkat mengenai apa yang ada didalam gambar.

Penggunaan Example Non Example lebih menekankan pada konteks analisis siswa. Penggunaan gambar dapat melalui LCD atau yang paling sederhana adalah poster. Gambar yang digunakan haruslah jelas dan kelihatan dari jarak jauh, sehingga anak yang berada di belakang dapat juga melihat dengan jelas (Supriyono, 2009).

Baca juga:  Asyik Mengenal Pandhawa melalui Pembelajaran MindMapping

Pengalaman penulis menerapkan metode diskusi dengan model pembelajaran Example Non Example sebagai berikut. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Gambar-gambar yang relevan dengan materi yang dibahas sesuai dengan Kompetensi Dasar. Guru menempelkan gambar di papan tulis. Guru memberi petunjuk dan kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan/menganalisis gambar.

Siswa diberi waktu melihat dan menelaah gambar yang disajikan secara seksama agar detil gambar dapat dipahami oleh siswa, dan guru juga memberi deskripsi tentang gambar yang diamati. Melalui diskusi kelompok 2-3 siswa, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas. Kertas yang digunakan sebaiknya disediakan guru.

Tiap kelompok diberi kesempatan untuk membacakan hasil diskusinya.dilatih siswa untuk menjelaskan hasil diskusi mereka melalui perwakilan kelompok masing-masing. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Guru dan siswa menyimpulkan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Baca juga:  Outbound Bangun Jiwa Wirausaha Berkarakter

Setelah pembelajaran siswa mengerjakan penilaian. Hasil penilaian memuaskan, dari 22 siswa yang mendapat nilai di atas KKM 70 sebanyak 21 siswa atau 95%, rata-rata mencapai 84, nilai tertinggi 100, nilai terendah 60, dan 95% siswa senang dan paham dengan pembelajaran metode diskusi dan Example Non Example. (*/zal)

Guru SDN 2 Selokaton, Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya