alexametrics

PJBL Pembuatan Model Organ Tingkatkan Kompetensi Sistem Ekskresi

Oleh : Siti Mahmudah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alama (IPA) yang hanya menjelaskan, menerangkan dan menyampaikan informasi kepada siswa akan menjadi tidak menarik, menimbulkan verbalisme, capaian kompetensi dan retensi rendah.

Pembelajaran IPA diharapkan menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar serta prospek lebih lanjut dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran IPA harus menghadirkan objek konkret hal tersebut untuk memfasilitasi pencapaian kompetensi yang telah dirancang oleh guru agar setiap individu menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Menurut Magnesen (Depotter, 2005: 57) bahwa persentase keberhasilan kita menyerap informasi dan menyimpannya dalam memori ketika belajar adalah 90 persen melalui apa yang dikatakan dan dikerjakan.

Model adalah representasi dari suatu objek, benda, atau ide-ide dalam bentuk yang disederhanakan dari kondisi atau fenomena alam. Model dapat merupakan tiruan dari suatu benda, sistem atau kejadian yang sesungguhnya yang hanya berisi informasi- informasi yang dianggap penting untuk ditelaah (Mahmud, 2008: 1).

Baca juga:  Asyik Belajar Gaya dan Gerak dengan Media Audio Visual

Untuk mengajarkan “membuat karya tentang sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya dalam menjaga kesehatan diri” kelas VIII SMP Negeri 1 Grabag dipilihlah model pembelajaran berbasis projek (PJBL) yang memiliki karakter. Penyelesaian tugas dilakukan secara mandiri dimulai dari tahap perencanaan, penyusunan, hingga pemaparan produk. Siswa bertanggung jawab penuh terhadap projek yang akan dihasilkan. Projek melibatkan peran teman sebaya, guru, orang tua.

Melatih kemampuan berpikir kreatif. Projek yang dikerjakan siswa adalah membuat model organ sistem ekskresi yaitu ginjal, Kulit, paru paru dan hati, menyusun laporan dan mempresentasikan.

Langkah langkah pembelajaran yang ditempuh sebagai berikut. Pertama, guru menyampaikan topik dan mengajukan pertanyaan bagaimana cara memecahkan masalah (membuat organ ekskresi). Kedua, guru memastikan setiap siswa dalam kelompok memilih dan mengetahui prosedur pembuatan model organ yang akan dihasilkan.

Baca juga:  Voice Note Jitu Menghafal Asmaul Husna

Ketiga, guru dan siswa membuat kesepakatan tentang jadwal pembuatan projek (tahapan-tahapan dan pengumpulan). Keempat, guru memantau keaktifan siswa selama melaksanakan projek, memantau realisasi perkembangan dan membimbing jika mengalami kesulitan. Kelima, guru berdiskusi tentang prototipe projek, memantau keterlibatan siswa, serta mengukur ketercapaian indikator. Keenam guru membimbing proses pemaparan projek, menanggapi hasil, selanjutnya guru dan siswa merefleksi.

Aktivitas siswa dalam projek pembuatan organ sistem ekskresi sebagai berikut: pertama, mengajukan pertanyaan mendasar apa organ yang akan dibuat. Kedua, siswa berdiskusi menyusun rencana pembuatan organ ekskresi meliputi pembagian tugas, persiapan alat, bahan, media, sumber yang dibutuhkan. Ketiga, siswa menyusun jadwal penyelesaian projek dengan memperhatikan batas waktu yang telah ditentukan bersama.

Baca juga:  Perwujudan Demokrasi Pancasila di Sekolah

Keempat, siswa melakukan pembuatan projek sesuai jadwal, mencatat setiap tahapan, mendiskusikan masalah yang muncul selama penyelesaian projek dengan guru. Kelima, membahas persiapan presentasi. Keenam, siswa memaparkan laporan, siswa yang lain memberikan tanggapan, dan bersama guru menyimpulkan hasil projek.

Hasil refleksi pembelajaran diketahui bahwa siswa sangat antusias mengerjakan projek karena bisa mendesain model organ ekskresi, memilih dan menentukan alat dan bahan yang digunakan dan merasa senang dengan hasil karyanya. Siswa juga menjadi lebih sering berdiskusi dengan temanya selama penyelesaian projek, menyusun laporan dan belajar mengkomunikasikan. Selain itu kompetensi pengetahuan sistem ekskresi juga meningkat karena siswa mempelajari konsep, struktur dan fungsi organ dengan sungguh-sungguh agar dapat membuat model organ semirip mungkin dengan aslinya. (gr1/lis)

Guru IPA SMP Negeri 1 Grabag, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya