alexametrics

Strategi Gula Kopi Meningkatkan Kompetensi Gerak Tari Siswa

Oleh : Tri Putri Wijayanti Sejati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan seni tari menjadi suatu kegiatan latihan menari yang dapat merangsang berbagai aktivitas tubuh, secara fisik dan nonfisik. Dalam praktik tari ada berbagai aspek yang mendukung dan perlu diakomodasi dalam satu strategi khusus, yang mampu menyinergikan semua aspek untuk menghasilkan keberhasilan siswa dalam mata pelajaran seni budaya khususnya seni tari.

Melalui pendidikan seni tarijuga membiasakan siswa untuk bertindak sesuai dengan sikap-sikap yang ada dalam tari (Kuswarsantyo, 2012 : 93). Dengan demikian penulis selaku pendidik memunculkan gagasan untuk mengembangkan strategi “Gula Kopi” ini agar dapat menciptakan siswa-siswi SMP Negeri 1 Mungkid berprestasi melalui pendidikan seni tari. Strategi ini diterapkan dalam proses pembelajaran seni tari di SMP Negeri 1 Mungkid dengan harapan dapat mengapresiasikan dan meningkatkan minat atau bakat para siswa agar termotivasi untuk mencapai suatu keberhasilan.

Pemecahan masalah dalam pembelajaran seni tari ini menggunakan strategi ”Gula Kopi” yang berarti Guru Melatih, Mengelompokkan dan Menampilkan. Pertama, guru melatih teknik dan ragam gerak tari, peserta didik tidak hanya belajar bergerak, tetapi juga belajar menyinkronisasikan gerak dengan musik dan kekompakan gerak dengan teman lainnya.

Baca juga:  Presentasi Vlog Menumbuhkan Students Talk dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Kecerdasan dan emosional juga disampaikan pelatih kepada peserta didik, agar dalam melakukan gerak tari terlihat mapan dan luwes. Kemudian pelatih mengamati peserta didik yang masih kurang menguasai gerakan tari yang disampaikan. Setelah mengamati, pelatih atau guru memberikan contoh kembali dan membetulkan gerak-gerak yang masih kurang luwes.

Kedua, mengelompokkan atau membagi beberapa anak atau peserta didik dalam melakukan gerak tari, agar terlihat mana yang belum mampu dan yang sudah mampu melakukan gerak tari. Tujuannya untuk memotivasi dan meningkatkan semangat yang tinggi agar dapat cepat menguasai gerakan-gerakan tari yang disampaikan oleh guru atau pelatih. Sebelum dikelompokkan, siswa berlatih bersama beberapa kali, pelatih memberikan contoh gerakan dan siswa menirukan. Guru atau pelatih secara langsung memberikan contoh gerakan-gerakan yang belum dikuasai oleh salah satu siswa dalam gerak tari.

Baca juga:  Memecahkan Masalah SPLDV Menggunakan Metode Drill

Setelah siswa menguasai gerakan-gerakan tari yang diberikan guru, kegiatan berikutnya adalah presentasi per kelompok dan individu. Ketiga, menampilkan atau aktuasi, setelah siswa dilatih menari oleh guru dengan strategi “Gula Kopi “, siswa akan termotivasi untuk belajar menari dan siap ditampilkan pada acara-acara kemasyarakatan, festival-festival, olimpiade dan pergelaran tari.

Dengan strategi “Gula Kopi” ini siswa-siswi SMP Negeri 1 Mungkid dapat menampilkan beberapa karya tari, salah satunya tari garapan dengan tema “Sinau”. Tidak hanya itu saja, siswa-siswi SMP Negeri 1 Mungkid juga sudah mampu menampilkan tari klasik Gambyong, Golek Manis serta tari kreasi baru Sigrak dan Rumyang.

Strategi “Gula Kopi” yang didapat oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Mungkid memberikan hasil yang positif terhadap prestasi siswa di sekolah baik prestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Pembelajaran tari dengan strategi ini dapat merangsang siswa lebih disiplin untuk belajar, mempertajam daya ingat peserta didik, meningkatkan prestasi dan lebih percaya diri dan dapat menciptakan karya inovasi dengan baik.

Baca juga:  Peningkatan Penguasaan Vocabulary Berbasis Lingkungan Sekolah

Adapun dampak dari pembelajaran tari dengan strategi “Gula Kopi” ini yaitu siswa menjadi tidak individualistis, lebih aktif, dapat berkonsentrasi, lebih cepat tanggap dan sopan santun meningkat.

Strategi ini diharapkan dapat membuka wawasan guru seni budaya pada aspek seni tari untuk dapat menerapkan strategi “Gula Kopi” ini pada setiap pembelajarannya untuk mendukung ketercapaian siswa sesuai dengan pemenuhan standar kompetensi lulusan atau SKL. (mk1/lis)

Guru Seni Budaya Aspek Tari SMPN 1 Mungkid, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya