alexametrics

Efektivitas PBL dalam Materi Perubahan Lingkungan

Oleh, Sri Mujiati, S.P

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kerusakan lingkungan menjadi permasalahan yang dihadapi generasi muda di masa kini dan di masa mendatang. Sehingga mereka perlu dibekali kemampuan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pemerintah harus bisa hadir dengan memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Agar bisa diarahkan membangun kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan. Sekaligus menumbuhkan kemampuan siswa merumuskan pemecahan masalah secara kreatif terhadap persoalan lingkungan.

Dengan penerapan kurikulum 2013 dalam pendidikan pendidik dituntut bisa mengembangkan pengetahuan meliputi tiga dimensi. Yaitu kognitif, sikap, dan keterampilan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran. Sehingga menciptakan sumber daya manusia lebih produktif untuk bersaing di masa depan. Menurut Hastuti (2015), pembelajaran Biologi yang berpusat pada siswa (student center) memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Sehingga mampu meningkatkan kreativitas dan kompetensi siswa.

Pembelajaran biologi yang berpusat pada siswa (student center) dimaksud untuk melibatkan siswa dalam mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. Sehingga siswa lebih dominan dalam pembelajaran. Dengan begitu dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri siswa. Selain itu, proses pembelajaran biologi harus berdasarkan data fakta ilmiah agar diperoleh suatu pembelajaran yang bermakna.

Baca juga:  Memahami Biologi dengan Blended Learning di Masa Pandemi

Dari hasil pengamatan di SMA Negeri 1 Patean, kreativitas siswa kelas X masih sangat rendah. Dalam menghasilkan kreasi atau produk dari daur ulang limbah. Hal itu dikarenakan hasil produk yang diciptakan kurang bermanfaat dan kurang mengatasi permasalahan. Saat proses pembelajaran guru hanya menggunakan metode ceramah. Guru tidak memberikan pengetahuan secara nyata dengan memanfaatkan sumber lingkungan sekitar untuk menyajikan fakta ilmiah terkait konsep pembelajaran biologi. Permasalahan lainnya dalam proses pembelajaran, guru kurang tepat menggunakan media pembelajaran. Guru tidak menerapkan suatu model pembelajaran berbasis proyek dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga peserta didik cenderung pasif dalam aktivitas belajar dan kurangnya kreativitas dalam membuat produk dari daur ulang limbah untuk mengatasi permasalahan lingkungan.

Baca juga:  Pembelajaran Kontekstual, Solusi Belajar Bermakna di Masa Pandemi

Untuk menghasilkan suatu produk kreatif haruslah dibuat berdasarkan aspek kreativitas produk kreatif. Berdasarkan permasalahan diatas perlu model pembelajaran yang tepat. Untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Terutama dalam pemanfaatan limbah menjadi produk. Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan adalah model project based learning. Metode ini bisa meningkatkan kreativitas siswa dalam menghasilkan suatu produk dari daur ulang limbah terkait. Dalam hal ini guru menugaskan siswa secara berkelompok menyelesaikan masalah sampah organik. Dengan cara membuat kompos dari limbah rumah tangga yang sebelumnya sudah dipersiapkan siswa dari rumah.

Sementara langkah pertama guru memberikan beberapa metode cara pembuatan kompos melalui penayangan video. Kemudian setiap kelompok diberikan tugas memilih metode yang berbeda. Agar pada akhirnya hasilnya bisa dilihat mana yang terbaik. Setelah beberapa minggu berlalu, tugas pembuatan kompos diperiksa guru. Siswa diberikan tugas mengevaluasi hasil penanganan masalah limbah dengan metode pembuatan kompos yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lain.

Baca juga:  Pembelajaran Windows Shopping Tingkatkan Aktivitas Belajar Siswa pada Mapel Biologi

Dengan adanya pembelajaran kerja proyek pembuatan kompos, kreativitas siswa akan meningkat dalam memecahkan masalah dan mengintegrasikan pengetahuan siswa. Membuat keputusan dari berbagai macam alternatif solusi pemecahan masalah. Selain itu bisa beraktivitas secara nyata untuk menghasilkan produk dengan penuh kreativitas.

Pada materi konsep daur ulang limbah kompetensi dasarnya adalah dapat mengidentifikasi jenis-jenis limbah dan produk daur ulang limbah, serta membuat produk daur ulang limbah. Dalam membuat produk daur ulang limbah siswa harus memiliki kreativitas dalam menciptakan produk daur ulang limbah. Produk yang dihasilkan diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan lingkungan, khususnya limbah di lingkungan sekitar. (tt1/fth)

Guru Biologi SMA Negeri 1 Patean

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya