alexametrics

Mengkarakteristikkan Keberagaman Masyarakat dengan Project Based Learning

Oleh : Siti Rochmawati, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di era serba modern, peserta didik sering terasing dari lingkungan sosial sekitar. Kesulitan menghubungkan apa saja yang dipelajari di sekolah dengan lingkungan sekitar. Untuk itu, perlu strategi menstimulasi peserta didik untuk memahami konteks lingkungannya dan mendorong agar peka terhadap masalah di sekitar.

Lewat pembelajaran berbasis proyek diharapkan dapat membangun kembali kesadaran peserta didik akan lingkungan sekitar. Pembelajaran dengan metode project based learning (PjBL) menjadi model belajar kreatif, menarik, menyenangkan bagi para peserta didik. Diharapkan dapat memberi kesempatan peserta didik mempelajari sikap, pengetahuan dan keterampilan dengan menggunakan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Metode project based learning (PjBL) ini yang dilaksanakan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di MTsN 1 Jogjakarta dengan memberikan tugas terintegrasi antar mata pelajaran yang kompetensi dasarnya memiliki keterkaitan dengan tema proyek. Kali ini antar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) bersama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Baca juga:  Pancasila sebagai Karakter Bangsa dalam Pilar Pendidikan

Tema tugas proyek berkaitan dengan mengkarakteristikkan keberagaman masyarakat Indonesia. Untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan termasuk materi kelas VII semester 2 (genap) keberagaman suku, agama, ras, antar golongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Proses pembelajaran bertujuan untuk memberi kesempatan peserta didik lebih meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kemampuan menyusun laporan hasil telaah dan menyajikan laporan keberagaman masyarakat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Langkah-langkah yang dapat disusun terlebih dahulu supaya tujuan pembelajaran dapat tercapai dalam metode pembelajaran project based learning (PBjL) adalah sebagai berikut:Pertama, membuka pelajaran dengan pertanyaan menantang, kedua merencanakan proyek, ketiga menyusun jadwal aktivitas, keempat mengawasi jalannya proyek, kelima penilaian terhadap produk yang dihasilkan dan keenam evaluasi. Pembelajaran project based learning menitikberatkan keaktifan peserta didik.

Dalam metodePjBL peserta didik dapat mengidentifikasikan masalah kontekstual di sekitarnya. Yang akan diselesaikan dengan cara mengumpulkan data dengan beragam sumber belajar. Peserta didik menentukan apa yang akan dikerjakan. Hasil proyek keberagaman masyarakat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dapat berupa prakarya, karya seni, kliping, foto, dan sebagainya.

Baca juga:  Dengan Discovery Learning, Mudah Belajar Suhu dan Pemuaian

Guru mengarahkan dengan menjadi fasilitator dan motivator agar peserta didik menggunakan berbagai sumber literasi tentang keberagaman masyarakat Indonesia dari media cetak seperti majalah, buku, koran, tabloid, internet atau sumber literasi yang lain untuk menyelesaikan tugasnya dalam kegiatan pembelajaran.

Peserta didik terdorong karena arahan dari guru agar segera menyelesaikan tugasnya sesuai dengan jadwal yang dibuat. Guru mengarahkan dan mendampingi agar peserta didik dapat berkomunikasi dengan baik melalui media atau presentasi dalam pameran proyek pembelajaran. Guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil tugas proyek.

Dengan metode pembelajaran ini, peserta didik dapat memacu lebih bergerak aktif dan lebih mandiri dalam melaksanakan tugas. Dalam mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat antusiasme, keaktifan dan peran serta dari peserta didik. Penekanan pembelajaran terletak aktivitas peserta didik. Berdasarkan pengalaman nyata dalam menghasilkan proyek tersebut.

Baca juga:  Tingkatkan Penalaran Moral Siswa melalui VCT

Peserta didik akan merasa bertanggung jawab untuk bekerja mandiri. Peserta didik belajar untuk menyampaikan informasi yang didapatnya. Menyampaikan secara kreatif dan menarik sesuai dengan pemahamannya. Dan mempunyai kekuasaan menjelajahi sesuai kemampuannya.

Hasilnya, saat metode project based learning (PjBL) digunakan guru PPKn MTsN 1 Jogjakarta kelas VII, peserta didik lebih antusias dan termotivasi dalam proses pembelajaran. Karena memberikan pengalaman dan pelibatan peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki. Penerapan metode pembelajaran project based learning menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan lebih optimal. (nov1/fth)

Guru PPKn MTsN 1 Jogjakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya