alexametrics

Melatih Empati Siswa dengan Jumat Berkah Siswa

Oleh Sri Walji Hasthanti, M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan karakter dan pembiasaan praktik sebaiknya dikenalkan kepada siswa sejak dini. Praktik baik dan pendidikan karakter tersebut adalah berbagi dan bersedekah. Mengajarkan kepada siswa untuk gemar berbagi dan bersedekah sedini mungkin akan tumbuh menjadi sebuah kebiasaan. Sebab berbagi dan bersedekah adalah suatu bentuk empati dan tindakan nyata untuk menolong sesama, mempererat persaudaraan, serta melatih anak peka terhadap lingkungan sekitar.

Lingkungan terdekat siswa selain di rumah adalah di sekolah atau tepatnya kelas. Guru bisa menumbuhkan empati dengan berbagi dan bersedekah di kelas dengan kegiatan Jumat Berkah. Yaitu berbagi dan sedekah setiap hari Jumat. Setiap hari Jumat siswa membawa beberapa makanan tradisional dari rumah. Makanan kemudian dikumpulkan di sebuah meja besar di depan kelas.

Ketika istirahat siswa dapat saling mencoba makanan yang dibawa oleh teman-temannya. Siswa bebas memilih makanan di meja. Baik makanan sendiri atau milik teman. Mereka dapat mengambil secukupnya dan makan bersama di tempat duduk. Jika makanan di meja besar masih banyak, siswa boleh mengambil lagi makanan tersebut. Ketika selesai pelajaran dan masih banyak makanan, mereka akan memberikan kepada petugas kebersihan, petugas keamanan, atau dibawa pulang.

Baca juga:  Media Sosial sebagai Solusi di Tengah Pandemi Covid-19

Kegiatan berbagi makanan menjadi momen bagus untuk mengajarkan empati siswa. Ketika siswa menikmati makanan bersama adalah saat yang baik guru memberi pengertian pentingnya berbagi. Tidak semua orang memiliki kesempatan dan dapat melakukan kebaikan untuk sesama.

Selain itu guru juga dapat menanamkan pembiasaan baik. Misalnya adab makan, rasa ikhlas berbagi, serta kebersamaan. Selain untuk berbagi, kegiatan membawa makanan setiap Jumat sangat baik untuk mengenalkan kepada siswa berbagai makanan atau jajanan tradisional. Berbeda dengan makanan modern seperti roti atau olahan dari bahan gandum, umumnya makanan tradisional diolah secara sederhana, seperti digoreng, dikukus, direbus.

Siswa juga diajarkan berempati dengan melakukan sedekah atau infaq. Kebiasaan bersedekah yang diajarkan di sekolah akan menjadi kesempatan baik melatih siswa mengatur uang jajan mereka. Dengan membiasakan bersedekah, siswa akan mengembangkan naluri untuk selalu menyisihkan uang jajan. Ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan uang sedekah yang siswa kumpulkan. Guru harus menjelaskan penting bersedekah dan kegunaan uang sedekah yang telah dikumpulkan siswa.

Baca juga:  Media Gambar Ilustrasi Tingkatkan Hasil Belajar SBdP

Uang sedekah dikumpulkan siswa disalurkan ke lembaga amil zakat. Pada saat tertentu, uang sedekah dapat disalurkan langsung kepada yang membutuhkan. Contohnya, ketika terjadi bencana alam dapat disumbangkan sebagai bentuk peduli kepada para korban bencana. Kerelaan menyisihkan uang saku siswa dan bersedekah tanpa pamrih merupakan salah satu keberhasilan dalam pembentukan pendidikan karakter siswa.

Dengan Jumat Berkah guru juga dapat mengaitkan dengan mata pelajaran PPKn. Yaitu pengamalan sila-sila Pancasila, seperti kemanusiaan, persatuan, dan rasa keadilan sosial. Rasa kemanusiaan dapat diwujudkan dalam bentuk saling berbagi makanan, atau mengumpulkan uang infak. Kegiatan tersebut mengajarkan siswa pentingnya rasa persatuan, kekompakan, dan kebersamaan.

Selain itu juga melatih siswa memiliki rasa tepa slira, menghargai pemberian teman, serta merasa mereka sama. Contoh konkret dalam perilaku sehari-hari seperti ini yang akan melekat pada siswa dan terbawa hingga mereka dewasa. Karena apa yang mereka lakukan secara langsung adalah suatu pengalaman yang sangat berharga. (rn2/fth)

Baca juga:  Penerapan RME Tingkatkan Hasil Belajar Matematika

Guru SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya