alexametrics

Meningkatkan Jiwa Wirausaha Siswa dengan Project Based Learning

Oleh: Kurnia Wening Sari, S.Pd., M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) di tingkat SMA merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan dan acuannya dikembangkan pusat dan dilengkapi muatan lokal. Mata pelajaran ini untuk memberikan pandangan pentingnya berwirausaha kepada siswa. Hal tersebut berdasarkan perkembangan saat ini, dimana tingkat kesempatan kerja tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja yang sesuai kualifikasi.

Melalui mata pelajaran PKWU diharapkan akan menghasilkan jiwa wirausaha di kalangan pelajar. Yang terus berkembang membangun sikap ulet, mandiri, memiliki rasa percaya diri, dan kreatif dengan potensi lokal serta masyarakat setempat. Sehingga membuka peluang munculnya generasi wirausahawan dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Kegiatan Belajar Mengajar mata pelajaran PKWU di SMA Negeri 8 Purworejo dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan saintifik dan metode Project Based Learning (PjBL). PjBL merupakan metode pembelajaran berpusat pada siswa. Menurut Patton (2012), PjBL harus melibatkan siswa dalam membuat proyek atau produk yang akan dipamerkan pada masyarakat.

Baca juga:  Video Pembelajaran Tingkatkan Motivasi PJJ Alat Pembayaran Nontunai

PjBL dapat didefinisikan sebagai sebuah pembelajaran dengan aktifitas jangka panjang. Melibatkan siswa dalam merancang, membuat, dan menampilkan produk untuk mengatasi permasalahan dunia nyata.

Guru harus bisa mengoptimalkan aset/fasilitas sekolah dalam dalam proses awal tahapan PjBL. Salah satunya memanfaatkan koneksi internet sekolah untuk mendapatkan referensi ide dan peluang usaha yang sudah ada dan untuk menumbuhkan motivasi serta kreativitas siswa.

Menggunakan perpustakaan untuk mengaktualisasi pengetahuan siswa dengan referensi produk dari buku koleksi perpustakaan. Selain itu melakukan observasi di pasar untuk menemukan potensi wilayah. Hal ini dilakukan untuk menemukan alternatif kebutuhan masyarakat yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal.

Langkah operasional kegiatan PjBL meliputi: 1) Penentuan pertanyaan mendasar. Pembelajaran dimulai pertanyaan esensial, memberi penugasan siswa dalam melakukan suatu aktivitas. Mengambil topik yang sesuai realitas dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. 2) Mendesain perencanaan proyek. Misalnya proyek Bazar Kewirausahaan, Panen Hasil Karya Siswa, Expo Produk Prakarya dan Kewirausahaan, dan lainnya. Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan siswa. Sehingga siswa akan merasa memiliki proyek tersebut.

Baca juga:  Meningkatkan Minat Siswa Bercerita melalui Teknik Copy The Master

Perencanaan berisi aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek. 3) Menyusun jadwal. Guru dan siswa secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek.

4) Guru membimbing siswa merencanakan proyek dan memonitor aktivitas siswa dalam menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan memfasilitasi siswa setiap proses. Untuk mempermudah monitoring, dibuat rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting. 5) Menguji hasil. Penilaian dilakukan untuk membantu guru mengukur ketercapaian standar kompetensi, mengevaluasi kemajuan siswa, memberi umpan balik tingkat pemahaman siswa, membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.
6) Mengevaluasi pengalaman. Akhir proses pembelajaran, pengajar dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek dijalankan. Tahap ini siswa diminta mengungkapkan perasaan dan pengalamannya selama menyelesaikan proyek.

Baca juga:  Gaya Belajar Alamiah Keluargaku dengan Pendekatan Inkuiry

Kemudian mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran. Sehingga ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran.

Aktivitas dalam PjBL terbukti dapat meningkatkan jiwa wirausaha siswa. Dengan menambah pemahaman siswa tentang berkarya dan berwirausaha, membuat proses pembelajaran berpusat pada siswa, memberikan pengalaman belajar kontekstual, melatih siswa berpikir kritis, dan belajar mandiri dengan mengembangkan kemampuan kerjasama siswa dan menghasilkan produk nyata yang memperhatikan potensi lokal dan masyarakat. (p8/fth)

Guru SMA Negeri 8 Purworejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya