alexametrics

Number Head Together, Solusi Pintar Pahami Struktur dan Aspek Bahasa Teks Fantasi

Oleh: Erma Damayanti

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) terbatas telah berlangsung sejak pertengahan bulan Agustus 2021 di SMP Negeri 6 Taman. Namun sayangnya, pada praktek pembelajaran yang berlangsung tidak terjadi interaksi dua arah antara siswa dengan guru. Siswa cenderung bersikap pasif dan tidak memahami materi-materi yang disampaikan oleh guru. Mereka hanya mendengarkan tanpa menangkap esensi yang disampaikan guru.

Terkait dengan hal tersebut, tentunya sebagai seorang guru harus melakukan cara terbaik agar materi yang disampaikan dapat ditransfer ke dalam memori otak siswa. Cara tersebut tentunya juga perlu disesuaikan dengan keadaan lingkungan dan kondisi psikologis siswa. Secara psikologis, siswa akan mudah meniru, mengikuti, bahkan menyukai hal-hal yang sifatnya meyenangkan. Salah satu cara yang penulis pilih yakni dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe number head together (NHT).

Number head together menurut Rahayu (2006) merupakan metode pembelajaran yang lebih mengedepankan aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas. Penerapan metode NHT pada kelas dilakukan dengan membagi siswa dalam kelompok kecil.

Baca juga:  Bangkitkan Kejenuhan Belajar Daring di Masa Pandemi Covid-19

Masing-masing kelompok terdiri atas 3-4 siswa dalam tiap anggota. Pada prakteknya siswa diharapkan mampu menggali informasi sampai dengan mengomunikasikan infomasi yang diperolehnya dengan bekerja sama dengan teman di dalam kelompoknya. Artinya, metode tersebut benar-benar membutuhkan keaktifan siswa dalam berpikir dan berkolaborasi dengan teman dalam kelompoknya.

Ada beberapa manfaat dalam penggunaan metode NHT terhadap pembelajaran. Manfaat tersebut antara lain siswa memeroleh pemahaman mendalam, penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar, kepekan, toleransi, dan hasil belajar lebih tinggi. Artinya, penggunaan metode NHT bisa diambil manfaatnya baik dari segi akademin maupun dari segi sosial.

Manfaat-manfaat tersebut benar-benar bisa dirasakan jika siswa terlibat aktif selama pembelajaran. Proses menggali informasi, menemukan sendiri materi, mengolah sampai dengan mengomunikasikan yang dilakukan siswa akan terus menerus terekam dalam ingatannya.

Baca juga:  Meningkatkan Kompetensi dan Minat Bahasa Jepang melalui Shodo

Metode NHT dapat diterapkan di semua mata pelajaran. Dalam hal ini, metode tersebut diterapkan untuk pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 pada KD 3.4 menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerita fantasi. Teks cerita fantasia atau cerita imajinasi merupakan jenis teks yang memaparkan rangkaian kejadian yang unik dan menghibur. Teks jenis ini merupakan hasil rekaan atau imajnasi penulis, bisa juga merupakan perpaduan fakta dengan imajinasi penulis.

Dalam penerapannya, langkah-langkah yang terdapat pada metode NHT pada materi “menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks cerita fantasi “ dapat dilakukan sesuai kebutuhan pelaksanaan pembelajaran. Langkah awal sebelum dilakukannya proses pembelajaran, terlebih dahulu guru melakukan persiapan. Pada tahap ini, guru membuat LKPD (lembar kerja peserta didik) yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait struktur dan aspek bahasa teks fantasi untuk tiap-tiap kelompok.

Setelah dilakukan persiapan, langkah berikutnya adalah saat proses pembelajaran berlangsung. Pada tahap ini guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian membagikan nomor pada siap siswa dalam kelompok tersebut. Masing-masing kelompok beranggotakan 4 siswa. Siap anggota kelompok memiiliki nomor yang sama dengan anggota kelompok lainnya.

Baca juga:  Menyusun Teks Recount Asyik dengan Permainan Jumbled Sentences

Setelah semua siswa berkelompok, guru membagikan LKPD yang telah dipersiapkan sebelumnya sebagai bahan diskusi atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Dalam diskusi kelompok, siswa diharapkan mampu berpikir bersama dan memastikan agar tiap-tiap anggota kelompok mengetahui jawaban dari pertanyaan yang terdapat dalam LKPD yang telah dibagikan guru.

Pada tahap akhir pembelajaran dengan metode ini, guru menyebutkan nomor tertentu, kemudian masing-masing siswa dengan nomor yang sama di tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Hasil diskusi masing-masing anggota kelompok kemudian direfleksi bersama, kemudian guru memberikan evalusai maupun pengautan terhadap jawaban yang telah dipresentasikan siswa. (ump1/zal)

Guru SMPN 6 Taman

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya