alexametrics

Pemberlakuan Fingerprint Maksimalkan Disiplin Guru

Oleh: Sutriyah,S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DALAM rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manager, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama yang kooperatif. Memberikan kesempatan kepada pendidik dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah (Hartono,2012).

Kepala sekolah selalu berusaha agar para pendidik dan tenaga kependidikan meningkatkan profesionalismenya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi sekolah. Hal tersebut bisa dimulai dengan kedisiplinan saat berangkat dan pulang. Namun hal tersebut belum bisa tercapai seratus persen.

Banyak alasan yang diungkapkan atas kepentingan – kepentingan yang harus mereka selesaikan, sehingga keinginan untuk mendisiplinkan pendidik dan tenaga kependidikan belum bisa terwujud. Kepala sekolah menghendaki agar pagi sudah berada di sekolah pada pukul 07.00 dan meninggalkan sekolah setelah pukul 14.00. Penyakit kudis masih menempel di diri mereka. Kudis adalah singkatan dari kurang disiplin.

Baca juga:  Model Talking Stick Tingkatkan Antusias Siswa Belajar PKN

Ketika New Normal mulai diberlakukan sejak 2 Juli 2020 pun, ASN Pemerintah Kabupaten Batang tidak melakukan presensi fingerprint. Walaupun para ASN sudah mulai aktif kembali normal bekerja di kantor, namun untuk presensi kehadiran masih meniadakan fingerprint.

Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batang, Lani Dwi Rejeki mengakui, memperpanjang presensi manual, dengan alasan mengurangi resiko penularan virus. Pengisian daftar hadir dengan fingerprint dan deteksi wajah belum dilakukan lagi karena memperhitungkan resiko penularan covid-19. Pihaknya akan melaksanakan kembali pemenuhan daftar hadir dengan fingerprint dan deteksi wajah setelah dilakukan evaluasi.

Fingerprint adalah sebuah alat elektronik yang menerapkan sensor scanning untuk mengetahui sidik jari seseorang untuk keperluan verifikasi identitas. Saat ini penggunaan fingerprint sudah sangat luas, terutama dalam bidang keamanan. Banyak instansi perkantoran yang menggunakan fingerprint sebagai alat untuk absensi.

Baca juga:  Pembelajaran Picture and Picture Meningkatkan Hasil Belajar IPS

Sejak januari 2022 Pemerintah Kabupaten Batang memberlakukan fingerprint di semua sekolah. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SDN Candiareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang juga melaksanakan ketentuan tersebut. Sejak 12 Januari 2022 presensi para guru PNS sudah langsung terhubung ke BKD.

Terhubung dengan BKD artinya kedisiplinan tenaga pendidikan dan kependidikan langsung terdeteksi. Tidak boleh melakukan rekayasa. Tidak dapat melakukan kebohongan dengan dalih apapun. Melanggar kedisiplinan tentu saja harus bersedia menerima konsekuensinya. Bisa jadi berakibat dikuranginya TPP (Tunjangan Penghasilan Pegawai).

Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya. Pendisiplinan adalah usaha-usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan (Wikipedia).
Adapun manfaat disiplin antara lain akan tumbuh rasa kepekaan terhadap orang lain. Anak yang tumbuh menjadi pribadi yang peka atau berperasaan halus dan juga percaya pada orang lain. Sikap tersebut bisa memudahkan dirinya untuk mengungkapkan perasaanya kepada orang lain, termasuk juga orang tuanya.

Baca juga:  Hikmah Pandemi, Guru Kuasai Informasi dan Teknologi

Dengan diwajibkannya PNS melakukan fingerprint ketika datang dan pulang, kedisiplinan PNS dalam ketepatan datang dan pulang terpenuhi , kepatuhan kedisiplinan mencapai 98 persen. (wa1/zal)

Kepala SDN Candiareng, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya