alexametrics

Mudahnya Membuat Kalimat Berupa Masalah dan Saran dengan Cergam

Oleh: Imam Santoso, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BAHASA Indonesia secara esensial merupakan pembelajaran yang pada arah tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi siswa (manusia) dalam berkomunikasi baik secara tulis maupun lisan. Standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Selain itu manfaat dari pembelajaran Bahasa Indonesia adalah agar peserta didik lebih paham dan mengenal karya sastra Indonesia dan karya intelektual bangsa sendiri (Gipayana, 2008).

Pada saat memasuki usia SD (Sekolah Dasar), anak-anak terkondisikan untuk mempelajari bahasa tulis. Pada masa ini anak dituntut untuk berfikir lebih dalam lagi sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Menurut Cahyani dan Hodijak (2007:127), pesan yang ditransaksikan itu dapat berupa ide (gagasan), kemampuan, keinginan, perasaan, atau informasi. Selanjutnya pesan itu dapat menjadi isi sebuah tulisan yang ditransaksikan kepada pembaca.

Baca juga:  Animasi 3D sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh

Melalui sebuah tulisan, pembaca dapat memahami pesan yang ditransaksikan serta tujuan penulisan. Seiring berkembangnya bahasa, pentingnya pembelajaran bahasa pada SD merupakan hal yang sangat fundamental. Karena pada kasta pendidikan ini aktivitas pembelajaran bahasa Indonesia pertama kali dikenalkan, dimulai, diarahkan dan direncanakan.

Ketika peserta didik memasuki bangku kelas tiga sekolah dasar, diharapkan anak-anak dapat bercerita dengan menggunakan kalimat yang lebih panjang dengan menggunakan konjungsi; dan, lalu, dan kata depan seperti di, ke, dan dari. Umumnya plot yang terdapat dalam cerita masih belum jelas, oleh sebab itu diperlukan pelatihan agar peserta didik dapat mengungkapkan kejadian secara kronologis.

Agar pembelajaran semakin mudah dipahami peserta didik, guru juga harus memberikan memberikan sedikit suntikan seni( bisa berupa karya sastra, musik, pertuinjukkan, film, dsb) karena seni sangat mudah mencair dengan kehidupan siswa (manusia), contohnya adalah dengan membacakan novel, cerita bergambar, cerpen, film, puisi, dsb.

Baca juga:  Media Kardus Bekas untuk Pembelajaran Jaring-Jaring Bangun Ruang

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi membuat kalimat yang berupa masalah dan saran pada kelas 3 SD Negeri 5 Cepiring, Kabupaten Kendal, saya memberikan cergam (cerita bergambar) kepada peserta didik. Menurut Dayamanti (2016:15) media cerita bergambar yaitu perantara yang bisa mengkomunikasikan kenyataan serta ide secara kuat dan jelas dengan kombinasi antara pengungkapan kata-kata dan gambar.

Penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan pada proses pembelajaran karena dapat digunakan untuk menyalurkan pesan sehingga merangsang pikiran, perasaan dan minat serta perhatian peserta didik sehingga proses belajar terjadi dengan antusias.

Pertama peserta didik diberi cerita bergambar kemudian diminta untuk mengamati cerita gambar tersebut. Kemudian perlahan guru meminta peserta didik untuk menceritakan hal-hal apa saja yang ada pada gambar tersebut. Selanjutnya guru memberikan arahan untuk menuliskan kalimat yang berupa masalah dan saran kepada peserta didik. Dengan adanya cerita bergambar tersebut membuat peserta didik lebih aktif dan meningkatkan keterampilan menulis sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna serta menyenangkan. (tt1/zal)

Baca juga:  Mengenal Lingkaran melalui Pembelajaran Make a Match

Guru SDN 5 Cepiring, Kab. Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya