alexametrics

Memahami Biologi dengan Blended Learning di Masa Pandemi

Oleh : Yuli Eko Prasetyawan, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Setiap warga negara mempunyai hak sama untuk memperoleh pendidikan bermutu (UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 Bab IV Pasal 5). Untuk itu, dalam kondisi apapun warga negara harus tetap memperoleh haknya di bidang pendidikan.

Kondisi dunia masih berada dalam Pandemi yang belum usai. Sehingga mempengaruhi setiap aspek kehidupan termasuk sektor dunia pendidikan. Adanya kebijakan pembatasan memaksa pendidikan menerapkan kebijakan baru. Dalam mensiasati proses KBM agar tetap berjalan lancar. Dengan tujuan agar tidak terjadi Loss Generation yang disebabkan minimnya transfer ilmu.

Dalam Kurikulum 2013, Guru dituntut mengembangkan model pembelajaran yang kooperatif dan kolaboratif. Hal itu agar para peserta didik memiliki pengalaman belajar dan mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif dan mampu menyelesaikan masalah. Hal ini mengacu Kompetensi pembelajaran abad 21. Dimana peserta didik harus memiliki pengalaman belajar 4C. Yaitu Communicative, Collaborative, Critical Thinking dan Creative and innovative. Dengan menggunakan pendekatan saintifik guru mengembangkan berbagai metode pembelajaran agar pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) bisa tercapai dan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi meningkat.

Baca juga:  Efektivitas PBL dalam Materi Perubahan Lingkungan

Berbagai platform di dunia digital bermunculan sebagai imbas dari kondisi pandemi yang memaksa pembelajaran dilakukan secara daring (online). Namun demikian jika pembelajaran yang dilakukan murni 100 persen daring, banyak terjadi keluhan dari peserta didik. Karena daya serap ilmu yang didapatkan sangat minim. Maka dari itu berbagai upaya dicari agar bisa menjawab keluhan peserta didik dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Salah satu upaya untuk menjawab keluhan tersebut adalah dengan penerapan Blended Learning. Program yang mengkombinasikan pembelajaran tatap muka (PTM) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ada beberapa platform yang digunakan dalam PJJ dalam pembelajaran Blended Learning. Misalnya Google Classroom, WhatsApp, Telegram, Youtube dll. Platform tersebut dikombinasikan dengan PTM.

Baca juga:  Mengenal Struktur, Fungsi dan Bioproses Mitokondria

Biasanya sekolah akan membagi peserta didik menjadi 2 kelompok. Dimana kelompok pertama pembelajaran tatap muka (PTM) dan kelompok kedua Pembelajaran jarak Jauh (PJJ). Sementara materi yang diajarkan sama dalam satu waktu. Keaktifan peserta didik antara yang PTM dan PJJ diharapkan sama. Agar ada interaksi antara guru dengan peserta didik maupun antar peserta didik dengan peserta didik yang lainnya.

Untuk peserta didik yang PJJ akan berinteraksi dengan guru melalui platform yang telah ditentukan. Guru sebelumnya sudah membagikan materi melalui platform tertentu. Sehingga peserta didik baik yang PTM maupun PJJ memperoleh materi yang sama.

Peserta didik harus mendapatkan materi yang sama agar tidak terjadi informasi yang berbeda di setiap pembelajaran. Saat KBM Blended Learning antara yang PTM maupun PJJ diharapkan tidak ada perbedaan informasi. Sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai. (wa1/fth)

Baca juga:  Menggunakan Loose Parts untuk Pembelajaran Anak PAUD

Guru Biologi SMA N 1 Wonotunggal, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya