alexametrics

Asiknya Mengenal Unsur-Unsur Lingkaran dengan Metode Menggambar

Oleh: Siti Cholifah, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN matematika di SD merupakan salah satu kajian yang selalu menarik untuk dikemukakan karena adanya perbedaan karakteristik khususnya antara hakikat anak dan hakikat matematika. Untuk itu diperlukan adanya jembatan yang dapat menetralisir perbedaan atau pertentangan tersebut. Anak usia SD sedanng mengalami perkembangan pada tingkat berpikirnya.

Ini karena tahap berpikir mereka masih belum formal, justru para siswa SD di kelas rendah bukan tidak mungkin sebagian dari mereka berpikirnya masih berada pada tahapan (pra konkret). Pada umumnya mata pelajaran Matematika diartikan sebagai mata pelajaran berhitung yang selalu berhubungan dengan angka-angka.

Hendra (1998) mengutip pernyataan Juwono Sudarsono bahwa pelajaran matematika bukan hanya pelajaran menghitung angka-angka saja, sesungguhnya pelajaran matematika sangat baik bagi siswa untuk mengembangkan otak bagian sebelah kiri, yakni daya analisis rasional dan kemampuan berpikir logis. Oleh sebab itusiswa yang menguasai matematika memiliki potensi untuk mengembangkan diri.

Baca juga:  Pentingnya Pendidikan Karakter di Masa Pandemi

Dalam proses pembelajaran, guru harus dituntut lebih kreatif dalam mentransferkan materi yang dapat dipahami oleh peserta didik dengan suasana kelas yang tidak membosankan tentunya. Karena dalam hal ini sebagian peserta didik sangat tidak menyukai pelajaran terutama matematika. Oleh karena itu guru harus pandai memanfaatkan apa yang sudah ada di lingkungan untuk membantu proses pembelajaran dengan media yang menarik, sehingga peserta didik akan lebih semangat dalam belajarnya.

Ketika saya memberikan materi tentang Unsur-Unsur Lingkaran kelas 6 SD Negeri 3 Cepiring Kec. Cepiring Kab. Kendal saya mengunakan metode menggambar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian menggambar adalah membuat gambar;melukis. Menggambar menjadi salah satu kegaiatan yang melatih kreativitas semua kalangan umur. Pada prinsipnya menggambar berfungsi sebagai sarana untuk berekspresi, pengembangan auto aktivitas, penyaluran imajinasi dan fantasi yang sangat bermakna dalam memelihara perkembangan kraetivitas serta produktivitas anak-anak.

Baca juga:  Pembelajaran Mengurutkan Bilangan dengan Kartu Bilangan

Hal yang pertama dilakukan guru adalah mengarahkan peserta didik untuk mengamati benda-benda yang ada di ruang kelas yang berbentuk lingkaran, sehingga peserta didik dapat memahami pengertian lingkaran. Selanjutnya peserta didik diajak untuk menggambar lingkaran dan unsur-unsur dalam lingkaran. Menggambar lingkaran beserta unsur-unsur lingkaran dapat meningkatkan pemahaman peserta didik, mereka akan lebih paham apa yang dimaksud jari-jari, diameter, tali busur,busur, juring, apotema, dan tembereng. Dengan metode menggambar membuat peserta didik menjadi lebih tertarik dalam belajar terutama pelajaran matematika.

Menurut Herawati kreativitas diartikan dengan daya atau kemampuan untuk mencipta. Kreativitas dalam pendidikan akan berperan mengembangkan kognitif. Bila kreativitas itu telah berkembang dan meningkat, maka kemampuan kreatif akan berguna bagi bidang ilmu yang lain. (tt1/zal)

Baca juga:  Mind Mapping Tingkatkan Hasil Belajar IPA

Guru SDN 3 Cepiring, Kab. Kendal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya