alexametrics

Karakter Kreatif sebagai Salah Satu Profil Pelajar Pancasila melalui Penciptaan Karya Seni

Oleh : Yulia Agustina, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Tema besar kebijakan pendidikan kita saat ini mengarah pada tercetusnya “Merdeka Belajar”. Hal ini tentu saja selaras dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Dalam undang-undang tersebut disebutkan, pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Selanjutnya pemerintah mengemukakan adanya pedoman dan pegangan bagi para guru untuk membangun karakter anak didiknya, agar secara konsisten memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila.

Karakter merupakan ciri, gaya, atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan (Doni Koesoema, 2007). Thomas Lickona (2005) menyatakan, karakter yang baik terbentuk dari pengetahuan tentang kebaikan, keinginan terhadap kebaikan dan berbuat kebaikan.

Nilai-nilai karakter yang ingin dicapai dari pembelajaran di Indonesia kini terangkum dengan apa yang disebut sebagai profil Pelajar Pancasila, yang terbangun utuh dalam enam dimensi. Yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong, berkebinnekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.

Baca juga:  Gaya Pembelajaran Inklusi Tingkatkan Kompetensi Gerak Spesifik Smash Bola Voli

Pembelajaran seni budaya berkaitan erat dengan dimensi keenam dari profil Pelajar Pancasila, yaitu karakter kreatif. Dalam pembelajaran seni budaya siswa tidak hanya berkutat pada teori dan konsep. Siswa dikatakan menguasai pembelajaran seni budaya bila dirinya mampu menerapkan konsep yang didapatkannya untuk diterapkan pada proses penciptaan karya seni, yang terlahir dari gagasan dan ide kreatif hasil pemikiran yang orisinal.

Siswa tentu saja diperbolehkan untuk mencari ide dan sumber gagasan dari karya-karya yang telah ada melalui berbagai media dan informasi global yang tersedia saat ini. Namun tanpa adanya kreativitas produk yang mereka hasilkan akan kehilangan orisinalitasnya. Segala bentuk modifikasi, inovasi, dan pengembangan desain dari karya-karya yang telah ada sebelumnya hanyalah bermuara pada satu titik karakter yang akan dibangun melalui pembelajaran ini, yaitu kreatif.

Baca juga:  Pembelajaran Kooperatif Number Heads Together Tingkatkan Hasil Belajar PAI

Dalam penciptaan karya seni rupa pengambilan tema yang sama antara seorang siswa dengan siswa yang lain tentu saja hal yang diperbolehkan. Sebagai contoh, akan banyak sekali siswa laki-laki yang menyukai tema-tema otomotif, olahraga, dan musik. Begitu juga sebaliknya, beberapa siswa perempuan barangkali akan menyukai tema tentang flora, fauna, dan bahkan kuliner.

Hal ini akan berdampak besar pada hasil karya seni rupa yang dihasilkan, ketika mereka diberi kebebasan untuk mengambil tema dalam pembuatan karya seni tersebut. Keindahan dan keunikan hasil karya seni yang dihasilkan berfokus tentang bagaimana mereka mengembangkan tema yang didapat, agar hasil karya yang diciptakan lebih indah dan berbeda dengan hasil karya seni dari teman-teman lain dengan tema yang sama. Maka di sinilah nilai kreatif berbicara.

Nilai kreatif siswa juga diasah pada saat mereka harus memutuskan tentang bagaimana seharusnya tiap objek berpadu secara baik. Dengan ruang dan media gambar yang sama dengan teman-teman yang lain, mereka berkompetisi untuk membuat objek gambar yang dibuat tertata lebih indah dan menarik. Konsep tentang irama objek akan menjadi konsep dasar terhadap hal ini. Disamping penempatan dan penyusunan objek gambar mereka juga dituntun untuk kreatif dalam penggunaan warna pada objek gambar yang mereka buat.

Baca juga:  Aplikasi Tik Tok sebagai Media Praktek Tari pada Siswa-Siswi Kelas VIII

Penentuan warna pada penciptaan karya seni rupa merupakan hal yang sangat penting. Teknik yang benar tentang pemilihan dan penggabungan warna menjadi kekuatan yang mampu mempengaruhi perasaan orang lain yang mengapresiasi dan menikmati karya seni tersebut. Bila saja siswa mampu memanfaatkan sisi kreatifnya dengan maksimal dalam hal ini maka karya seni yang dihasilkan akan menjadi karya yang indah dan berkualitas. Melalui penciptaan karya seni rupa yang jujur dan orisinal diharapkan karakter kreatif siswa tumbuh secara optimal, sesuai cita-cita karakter anak bangsa yang memilki profil Pelajar Pancasila. (mn1/lis)

Guru Seni Budaya SMAN 1 Muntilan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya