alexametrics

Asyiknya Belajar Jaring-Jaring Bangun Ruang dengan Permainan Bongkar-Pasang

Oleh: Mutoharoh, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Selama ini belajar matematika dianggap sebagai momok bagi Sebagian besar orang. Tak terkecuali bagi anak-anak usia SD. Matematika dianggap sebagai pelajaran yang sulit untuk dipahami. Banyak hal yang menyebabkan matematika menjadi pelajaran yang sulit dipahami, salah satunya yaitu karena kurangnya penggunaan alat peraga dalam penyampaian materi. Akibatnya pada saat kegiatan belajar mengajar, peristiwa yang sering terjadi adalah siswa kurang aktif, kurang berpartisipasi, kurang terlibat dan tidak mempunyai inisiatif. Penyampaian ilmu hanya searah, siswa hanya sebagai penerima, pencatat dan pengingat saja. Sehingga matematika kurang diminati karena siswa tidak terlibat langsung. .Hal ini tentu saja akan membuat hasil belajar menjadi rendah,khususnya pada mata pelajaran matematika.

Untuk mengatasi hal tersebut,maka diperlukan sebuah metode pembelajaran yang lebih memperdayakan siswa dan penggunaan media pembelajaran tepat yang dapat mengoptimalkan kemampuan siswa dalam pembelajaran matematika. Yaitu yang sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai,sehingga pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan.

Sebagaimana pendapat Rudi Susilana dan Cepi Riyana(2007:7) yang mengungkapkan kegunaan media secara umum diantaranya “memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis; mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indera; menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antar siswa dengan sumber belajar; memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya; memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan peserpsi yang sama”.

Baca juga:  Belajar Pecahan lebih Menyenangkan dengan Metode Drill

Salah satu materi pembelajaran yang membutuhkan media dalam penyampaian materi kepada siswa adalah materi bangun ruang khusunya materi jaring-jaring bangun ruang.

Mempelajari bangun ruang memerlukan kemampuan tiga dimensional yang tinggi. Bagi anak usia SD, pembelajaran dengan benda konkrit yang dapat diindrai sangat diperlukan agar materi pembelajaran bisa masuk ke memori jangka panjang mereka. Karena itu, untuk memahami materi jaring-jaring bangun ruang diperlukan alat bantu atau media yang dapat melibatkan siswa secara langsung. Salah satu alat peraga pembelajaran jaring-jaring bangun ruang yang dapat melibatkan siswa secara langsung yaitu dengan menggunakan permainan bongkar pasang bangun datar.

Metode ini mengajak anak-anak untuk memahami hubungan antara bangun datar dengan bangun ruang. Selain itu, kegiatan ini juga menantang anak-anak untuk melihat dari “berbagai sudut”, dan menciptakan berbagai alternatif bagaikan permainan bongkar pasang.

Langkah pertama dalam memulai pembelajaran menggunakan permainan bongkar pasang yang dilakukan oleh ibu Mutoharoh, S.Pd.SD selaku guru kelas VI SDN 03 Semingkir yaitu mengarahkan teknik pembelajaran yang akan dilakukan terlebih dahulu yaitu dengan meminta siswa untuk menyiapkan peralatan yang diperlukan seperti gunting, selotip dan bungkus kotak atau kardus bekas makanan seperti kotak susu, kotak pasta gigi, kotak sabun dan lain-lain yang dibawa dari rumah.

Baca juga:  Permainan Dam Memacu Kerja Otak Motorik Siswa

Langkah kedua, Guru meminta siswa untuk bersama-sama membuka kotak kemasan yang mereka bawa, kemudian menggunting bagian-bagian yang tidak diperlukan. Setelah itu siswa diminta memperhatikan jaring-jaring atau bangun-bangun datar yang membentuknya serta mengidentifikasi susunanya.

Langkah selanjutnya yaitu guru meminta siswa untuk memotong jaring-jaring kemasan menjadi bangun-bangun datar tunggal. Dan mulai mendemonstrasikan membongkar pasang bangun tersebut menjadi susunan-susunan baru yang bisa membantuk bangun ruang yang sama. Setiap menemukan pola-pola jaring yang baru siswa diminta untuk menggambarnya di papan tulis.

Setelah siswa mengetahui cara kerja permainan bongkar pasang, Langkah selanjutnya yaitu guru membagikan potongan-potongan bangun datar kepada setiap siswa yang sebelumnya sudah dibagi menjadi beberapa kelompok, yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang. Kelima orang tersebut mendapat bangun ruang yang berbeda: kubus, balok, prisma segitiga, limas segi empat dan tabung serta kerucut.
Kemudian Guru meminta siswa membongkar-pasang bangun datar yang mereka punya sehingga membentuk jaring-jaring baru sesuai dengan jenis bangun ruang yang ditentukan. Untuk menghubungkan antar bangun, gunakan selotip.

Jika susunan yang mereka buat bisa menutup dan membentuk bangun ruang dengan sempurna, maka jaring-jaring tersebut berhasil. Jika tidak, guru akan memandu siswa untuk mencari tahu mana yang letaknya kurang tepat. Setiap menemukan susunan jaring-jaring yang baru, minta siswa untuk menggambarnya di buku tugas. Berikan apresiasi kepada siswa yang berhasil membuat variasi gambar (bisa berupa tanda bintang, tambahan nilai, dll). Dalam waktu berkala (misalnya setiap 10 menit), siswa diminta untuk bertukar bangun ruang dengan teman-teman sekelompoknya.

Baca juga:  Discovery Learning Jadikan Siswa Kreatif, Inovatif, dan Keingintahuan Besar

Dari gambar-gambar yang telah mereka buat, minta murid mengidentifikasi jenis-jenis bangun datar yang membentuk bangun ruang tersebut. Misal: Prisma segitiga. Terdiri dari: 2 buah bangun segitiga dan 3 buah persegi atau persegi panjang. Tabung, terdiri dari 2buah lingkaran sebagai sis alas dan sisi atasbeserta 1 buah persegi panjang segai selimutnya. Dan seterusnya.

Setelah pembelajaran selesai, berikan evaluasi kepada siswa. Untuk mengukur tingkat penyerapan mereka terhadap materi yang sudah dipelajari Bersama.

Berdasarkan analisis hasil evaluasi yang didapatkan oleh siswa di SDN 03 Semingkir menunjukan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap materi jaring-jaring bangun ruang menunjukan hasil yang signifikan. Sehingga pembelajaran matematika dengan alat peraga berupa permainan bongkar pasang dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi jaring-jaring bangun ruang. Karena siswa terlibat langsung secara aktif dalam pembelajaran, sehingga mereka menjadi lebih kreatif. Dengan demikian hasil belajar siswa juga meningkat. (tt1/aro)

Guru SD Negeri 03 Semingkir, Kec. Randudongkal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya