alexametrics

Antisipasi Kurikulum Prototipe dengan Pembelajaran Berbasis Proyek

Oleh : Muhammad Naufal, S.Ag.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Penerapan kurikulum prototipe untuk pemulihan pembelajaran mendapat dukungan positif dari banyak pihak. Peserta didik maupun pendidik harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mengejar ketertinggalan dalam pembelajaran. Seperti kata Charles Darwin, bukan terkuat yang menang, bukan terbesar yang bertahan, tetapi yang mampu beradaptasi yang bertahan. SMP Negeri 2 Paninggaran butuh adaptasi dengan waktu lebih panjang agar dapat menyerap kebijakan ini dengan baik.

Salah satu karakteristik kurikulum prototipe adalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila. Dalam kurikulum prototipe, sekolah diberikan keleluasaan dan kemerdekaan memberikan proyek-proyek pembelajaran yang relevan dan dekat dengan lingkungan sekolah.

Pembelajaran berbasis proyek dianggap penting untuk pengembangan karakter siswa. Karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman (experiential learning). Terkait dengan pembelajaran berbasis proyek, diharapkan kurikulum prototipe dapat disesuaikan materi Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti yang ada di SMP dan Mata Pelajaran lainnya minimal 3 materi atau KD.
Keleluasaan yang diberikan kepada pendidik dalam implementasi kurikulum ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Sehingga mewujudkan pembelajaran yang fokus kebutuhan masing-masing daerah serta memperhatikan kearifan lokal.

Baca juga:  Mudah Pahami Materi Meyakini Hari Akhir dengan Mind Map

Metode dan strategi pembelajaran aktif (active learning) yang digunakan SMP Negeri 2 Paninggaran untuk meningkatkan pemahaman konsep dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dan meningkatkan keaktifan serta rasa percaya diri siswa di antaranya yaitu metode proyek. Metode pembelajaran tersebut masing- masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Siswa lebih memahami dengan apa yang dipelajari. Biasanya siswa langsung mempraktekkan apa yang dipelajari. Inilah yang disebut metode proyek.

Metode proyek sangatlah baik. Karena siswa tidak hanya mendapat materi saja. Metode proyek akan selalu mengasah otak anak didik dalam melakukan eksperimen yang mereka ujikan. Metode ini biasanya digunakan pada mata pelajaran ilmu pengetahuan. Seperti Biologi, Fisika, Kimia dan lain sebagainya.

Baca juga:  Model Pembelajaran Berbasis Proyek Tingkatkan Kemampuan Menulis Teks Berita

Langkah- langkah metode proyek yang diterapkan SMP Negeri 2 Paninggaran adalah sebagai berikut: Guru mengajukan sejumlah problematik. Siswa tidak dapat diharapkan dengan sendirinya mampu melakukannya, tanpa inisiatif guru. Siswa memilih topik masalah yang diinginkan. Usulan kerja proyek dapat dimulai saat guru mengajukan sejumlah masalah yang dapat dipecahkan siswa melalui kerja proyek. Guru membentuk kelompok kecil dan menentukan langkah penyelesaian.

Guru menyusun program kerja. Untuk menyusun program secara reguler, guru perlu terlibat dalam pengaturan waktu. Karena siswa masih terikat dengan jam sekolah. Guru mencari sumber yang diperlukan. Untuk kelangsungan suatu proyek memerlukan fasilitas khusus sesuai dengan masalah yang dipecahkan. Guru mengadakan penyelidikan secara umum. Untuk berlangsungnya proyek diperlukan ruangan khusus tempat siswa bekerja. Dilengkapi dengan meja lebar dan kursi-kursi. Siswa mengumpulkan data yang dipandang penting.

Baca juga:  Kiat Menumbuhkan Karakter Spiritual Siswa melalui Absensi Link Spiritual

Penyelidikan di laboratorium tertutup maupun terbuka, semua kejadian di tulis dan data yang didapat dicatat dengan baik, kemudian diverifikasi. Dan diakhiri dengan menyusun laporan tertulis. (Wena, dalam Pujiastuti dkk, 2013:101-102).

Dengan metode proyek siswa dapat memecahkan masalah yang dihadapi sesuai dengan bagian pekerjaan yang harus diselesaikan masing-masing; siswa menyelesaikan tanggung jawabnya secara tuntas; siswa menyelesaikan bagian pekerjaan bersama anak lain, dan siswa menyelesaikan bagian pekerjaannya secara kreatif yang berimbas pada meningkatnya hasil belajar siswa.

Kurikulum prototipe ada pelung yang diberikan dari pemikir- pemikir kurikulum untuk memberikan keleluasaan inovasi bagi guru. Peluang ini harus dimanfaatkan guru. Undang–undang pendidikan tetap, dasar pendidikan tetap, hasilnya tetap. Tetapi yang berubah strateginya. Maka strateginya tergantung behind the gun, yaitu tergantung gurunya. (wa1/fth)

Guru PAI BP SMPN 2 Paninggaran Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya