alexametrics

Pemanfaatan Media Gambar dalam Menulis Teks Fabel

Oleh : Dra Dewi Soelistijo Koesoemastuti

Artikel Lain

KURIKULUM 13 merupakan kurikulum pengembangan dari kurikulum sebelumnya. Peserta didik diharapkan menguasai kompetensi-kompetensi yang sudah dirumuskan dalam silabus. Adapun penguasaan peserta didik meliputi aspek pengetahuan dan keterampilan.

Keterampilan yang diharapkan di sini adalah keterampilan menulis. Sedangkan kemampuan menulis peserta didik, khususnya fabel yang diajarkan di kelas VII saat ini belum begitu memuaskan. Untuk itulah sebagai guru harus mencari strategi supaya keterampilan menulis peserta didik meningkat.

Menurut Encyclopaedia Britannica, kata fabel berasal dari bahasa Latin, fabula, yang aslinya punya arti hampir sama dengan mitos dalam bahasa Yunani. Fabel adalah bentuk narasi, biasanya menampilkan hewan yang berperilaku dan berbicara sebagai manusia, menyampaikan pelajaran moral dan seringkali dirumuskan secara eksplisit di bagian akhir.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan binatang, berisi pendidikan moral dan budi pekerti. Menurut Kamus Oxford, fabel adalah sebuah cerita pendek, biasanya dengan binatang sebagai tokoh, menyampaikan moral. Fabel adalah cerita fiksi berupa dongeng yang menggambarkan budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang. Tokoh utama fabel adalah hewan yang jinak dan hewan yang liar.

Baca juga:  Game Word Search Flora Fauna Indonesia Dongkrak Motivasi Belajar IPS

Berkaitan dengan penguasaan keterampilan menulis fabel bisa diidentifikasi beberapa kesulitan yang dihadapi peserta didik di antaranya, siswa masih kesulitan untuk menuangkan gagasannya. Misalnya cerita tentang kancil yang suka mencuri, kupu-kupu yang baik hati, ikan yang sombong, dan sebagainya. Hal yang abstrak tidak bisa dilihat oleh peserta didik secara langsung tentunya akan mengalami kesulitan dalam menulis teks fabel.

Untuk menjawab permasalahan tersebut ada beberapa solusi bagaimana agar pembelajaran materi fabel tercapai khususnya aspek keterampilan menulis fabel yaitu dengan memanfaatkan media/ambar.

Media pada dasarnnya merupakan bentuk komunikasi yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan sebagai berikut, memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan berkala), mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasai dapat mengatasi sikap pasif anak didik.

Baca juga:  Sukses Membina Atletik dengan Pilar Kosim

Dalam hal ini, media pendidikan berguna untuk menimbulkan kegairahan belajar, memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan, serta memungkinkan anak didik belajar sendiri membina kemampuan dan minatnya.

Dengan sifat yang unik pada tiap peserta didik ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda. Sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap peserta didik, maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan peserta didik juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan.

Media gambar adalah media pembelajaran yang sering digunakan. Media ini merupakan bahasa yang umum, dapat dimengerti dan dinikmati oleh semua orang di mana-mana. Gambar berfungsi untuk meyampaikan pesan melalui gambar yang menyangkut indra penglihatan. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Simbol-simbol tersebut perlu dipahami dengan benar agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien.

Baca juga:  Belajar Kesebangunan lebih Menyenangkan dengan Metode Think, Pair, Share

Media gambar/mudah didapatkan di media surat kabar, majalah, dan internet, sehingga bisa dimanfaatkan pembelajaran di kelas. Dengan gambar, peserta didik lebih mudah menyusun teks fabel karena tidak berimajinasi lagi tetapi menulis berdasarkan yang bisa dilihat sesuai dengan kenyataan.

Tidak ada media yang sempurna dalam kegiatan pembelajaran, tetapi paling tidak bisa menjembatani peserta didik dalam memahami suatu materi. Tuntutan yang diharapkan dalam keterampilan berbahasa adalah peserta didik mampu menulis dalam berbagai jenis teks. Sehingga keterampilan menulis peserta didik mampu berjalan seiring dengan keterampilan berbahasa yang lain. (ump2/ida)

Guru SMPN 2 Kerjo Karanganyar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya