alexametrics

Pahami Materi Perang Paregreg Majapahit dengan Role Playing

Oleh : Istanti Wahyuningsih

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DUNIA pendidikan khususnya sekolah dilaksanakan untuk mendukung salah satu tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945, alinea ke IV. Yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa.” Makna dari kalimat tersebut, akan semakin jelas dengan menyimak tujuan pendidikan nasional Indonesia berdasar UU nomor 20 tahun 2003. Yakni “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Di sini jelas bahwa penyelenggaraan pendidikan tidak hanya ingin membentuk pelajar sebagai generasi cerdas secara intelektual, tapi juga berkarakter. Hal ini sesuai tujuan pembelajaran sejarah, tidak sekadar membentuk siswa yang cerdas, tetapi juga membentuk sikap atau perilaku yang baik.

Pembelajaran sejarah merupakan proses menggali informasi berbagai peristiwa yang terjadi di masa lampau. Untuk itu harus dikemas sedemikian rupa agar menarik dan tidak membosankan. Dengan begitu, peserta didik memiliki kesan yang mendalam dan tidak mudah lupa. Menurut Sudjatmoko, pentingnya pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah karena merupakan dasar bagi terbinanya identitas nasional yang merupakan salah satu modal utama dalam pembangunan bangsa masa kini dan masa yang akan datang (Sudjatmoko,1989:100).

Baca juga:  Belajar Lagu Modern Asyik dengan Balado

Materi kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Budha, terutama Kerajaan Majapahit. Ini menarik bagi penulis, karena kerajaan besar yang berhasil membawa nama besar Nusantara di masa lampau. Bahkan mendapat julukan kerajaan nasional kedua setelah Kerajaan Sriwijaya. Dalam hal ini penulis mengambil materi mengenai Perang Paregreg.

Melalui peristiwa ini banyak hikmah yang bisa dijadikan pembelajaran untuk masa depan para siswa. Begitu pentingnya materi ini, menjadi materi pembelajaran di kelas XI, Sejarah Peminatan KD 3.1 menganalisis sistem pemerintahan, sosial, ekonomi, dan kebudayaaan masyarakat Indonesia pada masa kerajaan–kerajaan besar Hindu-Budha yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

Untuk menyampaikan materi pembelajaran ini, penulis menggunakan metode pembelajaran Role Playing. Menurut Yamin, metode Role Playing atau bermain peran adalah pembelajaran yang melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi (Yamin, 2008:87). Bermain peran sebagai suatu model pembelajaran bertujuan membantu peserta dididk menemukan jati diri di dunia sosial dan memecahkan masalah dengan bantuan kelompok.

Baca juga:  Penerapan Hybrid Learning dalam Pembelajaran Teks Biografi

Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan metode Role Playing menurut Wicaksono dkk (2016), pertama, pengajar akan meminta siswa membuat grup untuk implementasi bermain peran. Kedua, pengajar akan mengutarakan dengan gamblang tentang kompetensi yang harus diraih pada aktivitas pembelajaran bermain peran. Ketiga, guru akan menunjuk siswa untuk memperagakan sebuah peran sesuai dengan skenario.

Keempat, siswa yang berada di dalam grup belajar diminta untuk memperhatikan siswa yang sedang mempertunjukkan peran, Kelima, grup belajar siswa membuat dan mempresentasikan kesimpulan yang berlandaskan skenario. Keenam, pengajar akan membuat kesimpulan dari aktivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Metode Role Playing merupakan salah satu pembelajaran yang melibatkan imajinasi, emosi, dan kreativitas peserta didik, memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Drs Hamdani MA, kelebihan dari metode pembelajaran ini, pertama, siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh. Kedua, permainan merupakan hal yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda. Ketiga, guru dapat mengevaluasi pengamatan setiap siswa waktu melakukan permainan. Keempat, merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan (Drs Hamdani MA, 2011:87).

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris melalui Pembiasaan

Di samping kelebihan tersebut, juga punya kelebihan lain yakni, kuat dan tahan lama dalam ingatan peserta didik. Situasi kelas menjadi antusias dan dinamis serta menumbuhkan kebersamaan atau kesetiakawanan antarpeserta didik. Adapun kekurangan dari metode ini menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2006:89) yakni, pertama, sebagian besar peserta didik yang tidak mengikuti drama menjadi kurang aktif. Kedua, banyak memakan waktu. Ketiga, memerlukan tempat yang cukup luas. Keempat, sering kelas lain terganggu oleh suasana pemain dan penonton.

Dengan menggunakan metode Role Playing dalam materi Perang Paregreg Kerajaan Majapahit (1404-1406), pembelajaran lebih menarik dan tidak membosankan. Siswa SMAN 8 Purworejo, dapat mencapai nilai rata-rata di atas Kriteria Ketutatasan Minimal (KKM). Di samping siswa dapat mengambil pembelajaran positif yakni, pentingnya persatuan karena perang hanya akan menimbulkan kehancuran. Maka perlu sikap hormat menghormati dan menghargai satu sama lain dan betapa pentingnya musyawarah atau mufakat untuk menyelesaikan segala persoalan tanpa harus menggunakan kekerasan. (p8.2/ida)

Guru SMAN 8 Purworejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya